SYARAT MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI

Oleh Pilipus Kopeuw
0458 – Yogyakarta Kamis 29 November 2012 – Jam 21:23 wib

Ketika saya sedang mengambil data penelitian di STT Nasarene Yogyakarta, hari itu hari kamis, biasa ada ibadah Chapel jam Sembilan hingga jam sepuluh. Saya pinjam Alkitab di perpustakaan dan ikuti ibadah Chapel ini. Kebiasaan saya adalah selalu mencatat khotbah ataupun renungan. Ini adalah khotbah yang disampaikan dalam ibadah Chapel tersebut oleh Ibu Sapto Yanti. Mengawali khotbahnya Ibu ini mengatakan bahwa banyak orang mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi tidak banyak orang yang bisa membuktikan jati diri mereka sebagai atau menjadi pengikut Yesus. Lukas 9:57-62 sama dengan Matius 8:18-20. Siapa yang mengatakan saya ini pengikut Yesus, harus tahu cara yang benar dalam mengikut Yesus. Bagaimana menjadi pengikut Yesus yang sejati? Bagaimana caranya? Ada tiga syarat untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati:

1. Siap menghadapi tantangan

Kita harus siap menghadapi tantangan (ayat 57-58). Di sekolah minggu sering dinyanyikan lagu “serigala ada lubangnya…..tapi Yesus tidak ada tempat, untuk meletakkan kepala-Nya”. Lagunya sangat jelas. Yesus mungkin tidak memberi jawaban yang memuaskan kepada siapa yang bertanya. Yesus meminta bagi siapa yang mau mengikuti-Nya harus siap menghadapi tantangan. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa ketika kita mengambil keputusan ikut Yesus, ada tantangan hidup yang akan kita hadapi. Ikut Yesus bukan berarti kita akan merasa enak-enak saja, tapi harus juga siap menghadap apapun tantangan dan resiko kehidupan dalam perjalanan kehidupan ini.

Dalam kontek kita saman ini, kita dipanggil menjadi pengikut Yesus bukan saja untuk menderita dalam memberitakan Injil Kristus, namun harus siap juga untuk menghadapi situasi sulit, tidak mudah putus asa, ketika kita berhasil jangan cepat puas diri. Tantangan bisa secara intern maupun eksternal. Dalam kehidupan di negara kita ini tidak mudah. Korupsi dimana-mana, hati nurani manusia para koruptor dari kelas kakap hingga kelas teri sudah tumpul. Agama hanyalah rutinitas dan formalitas bagi mereka.

Keputusan untuk mengikut Yesus harus disertai dengan pemahaman yang benar dan sadar. Kita juga harus percaya sunguh-sungguh kepada Yesus ketika kita memutuskan untuk mengikuti-Nya. Kita harus percaya bahwa ada “kekuatan Allah” yang akan menyertai kita pada masa-masa sulit seperti itu. Dengan adanya kekuatan yang besar itu, kita jangan lupa diri sehingga berpotensi untuk kita mencuri kemuliaan Allah. Kita juga harus mengontrol diri, bahwa kekuatan yang menyertai kita itu asalnya dari Allah, supaya kita tidak menonjolkan diri dan melupakan Tuhan. Ada bahasa filosofi seperti ini “hidup ini enjoy aja”. Apakah filosofi seperti ini baik? Bagaimana menurut pandangan anda? Kadang motto seperti itu bisa menjerumuskan. Oleh karena itu jangan terpengaruh dengan apapun disekitar kita. Tetapkan arahkan hidup kita kepada Yesus saja.

2. Menjadikan Yesus Prioritas Utama dalam Hidup (ayat 58-60)

Menjadikan Yesus prioritas utama dalam hidup membutuhkan keputusan yang sangat radikal. Memang dalam tradisi Yahudi itu ada suatu kewajiban untuk menguburkan orang mati, atau harus pamitan kepada keluarga, dan lain sebagainya. Tapi dalam bagian Alkitab ini Yesus minta supaya DIA yang diprioritaskan. Ketika kita mengambil keputusan untuk ikut Yesus, kita keluar dari adat-istiadat dan tradisi lainnya. Mengikut Yesus berarti harus ada keputusan radikal yang bisa diambil ataupun dibuat.

Dalam konteks mengikut Yesus setelah keputusan radikal tidak cukup hanya “setia”, tapi harus serius dalam melayani Tuhan. Sebagai mahasiswa Teologia dan Pendidikan Agama Kristen, maupun mahasiswa sekuler anda harus serius untuk kuliah, anda tidak membuang-buang waktu percuma. Waktu tidak akan terulang lagi, dan akan terus berjalan; perkataan yang sudah keluar tidak bisa ditarik kembali lagi; dan kesempatan yang lewat tidak akan terulang kembali juga.

3. Memiliki Ketetapan Hati (ayat 61 – 62)

Memilih mengikut Yesus berarti harus memiliki ketetapan hati. Perhatikan yang Yesus ingat, sampai-sampai untuk sekedar menoleh ke belakang atau kearah mana saja tidak boleh, karena dianggap tidak layak untuk mengikuti Yesus. Kita harus memandang ke depan dan tidak ke belakang. Kita tidak boleh goya memegang prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan. Dengan memiliki ketetapan hati yang teguh, akan membawa dampak buat sekeliling kita. Orang akan melihat hidup kita, keluarga kita, rumah tangga kita, pekerjaan kita, pelayanan kita yang baik itu, mereka akan mengikuti kita untuk menjadi pengikut Yesus.

Kita harus punya prinsip yang kuat dalam menjalani hidup dalam kebenaran Allah. Banyak politisi di negara kita tidak memegang prinsip-prinsip kebenaran agama masing-masing sehingga mudah bekerja sama dalam membangun sistem manajemen korupsi. Sampai-sampai d media masa baik cetak maupun elektronik membeberkan kasus-kasus “pejabat trendy korupsi”…Kita sebagai pengikut Yesus ditengah dunia ini, harus tetap memegang nilai-nilai kebenaran, sehingga tidak terjerumus ke dalamnya.

Sebuah kisah nyata sebagai berikut: ketika pertama kali masyarakat dan pemerintah berkomitmen memberantas korupsi, saat itu penerimaan CPNS dibuka. Keponakannya juga ikut seleksi. Hasilya diterima jadi CPNS. Ditempatkan di bagian keuangan. Tempat yang “basah dengan uang”. Tapi keponakan ini tetap kerja jujur. Walaupun dihina dan diejek oleh senior-seniornya. Ia juga bekerja sesuai dengan kompetensinya. Namun demikian, ada yang tidak senang, sehingga jobnya di”amputasi” lalu dipindahkan ke bagian lingkungan hidup. Walaupun kelihatan, disingkarkan ke tempat yang kering, tapi justru dia dijauhkan dari potensi untuk berbuat curang dan bermain kotor. Ketika anak ini menghadapi masalah demi masalah, lagu yang selalu dia nyanyikan adalah “pelangi sehabis hujan….”Hidup benar untuk Tuhan bukan tidak ada imbalannya. Ternyata Tuhan menolong keponakan ini membuka usaha-usaha baru. Ini bukti bahwa Tuhan tidak tinggal diam terhadap anak-anaknya yang hidup dalam kebenaran. Keponakan ini termasuk anak yang sukses dan sangat mandiri, sudah PNS dan juga punya usaha-usaha tambahan lainnya.

Inilah prinsip-prinsip hidup yang benar yang kadang harus kita pertaruhkan. Kehidupan di tengah sesama orang percaya tidak begitu terasa tantangannya. Namun coba anda keluar di dalam kehidupan dunia yang keras, penuh kompetitif dengan segala macam penawaran di depan mata…ketahanan akan penegangan prinsip dalam memilih “menjadi pengikut Yesus yang sejati” atau mengikuti dunia? Semuanya akan teruji disana dan tampilan-tampilan dari seleksi kehidupan akan menunjukkan siapa kita sebenarnya dan dimana posisi kita terkini, apakah tetap menjadi pengikut Yesus ataukah sudah berada di persimpangan jalan yang sulit dalam membuat keputusan yang terbaik dan tepat.

Penutup

Kita dituntut untuk menerapkan firman Tuhan tanpa menunda-nunda dan langsung dilakukan. Segala urusan yang berkaitan dengan “investasi kerajaan surga” kita akan lakukan segera. Hal inilah yang harus kita perhatikan, kita pegang, kita siap menghadapi tantangan, menjadikan Yesus prioritas utama dalam hidup dan kita diminta untuk memiliki ketetapan hati. Sebagai mantan mahaiswa dulu, dalam kami belajar mata kuliah “hermeneutik” dulu, di-ingatkan oleh dosen bahwa khotbah pertama adalah untuk diri sendiri dulu, hingga anda dan saya bisa memberi yang terbaik untuk Tuhan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: