PANTAUAN SEPUTAR IBADAH PERSEKUTUAN OIKUMENE PEREMPUAN IFAR BESAR SENTANI

PANTAUAN SEPUTAR IBADAH PERSEKUTUAN OIKUMENE PEREMPUAN IFAR BESAR SENTANI
Oleh Philip Kopeuw
Flavouw, Sabtu 4 Februari 2013 – Jam 09:43 wit

Tahun 2012 ini adalah tahun kebangkitan bagi Perempuan Ifar Besar. Sebab hari ini diadakan Ibadah Perdana Persekutuan Oikumen Perempuan Ifar Besar (POPIB) pada Gereja-Gereja di Kampung Ifar Besar. Selama ini gereja hadir dan seolah-olah telah memisahkan Perempuan Ifar Besar. Akhirnya menimbulkan individualisme yang tinggi.
Dua ibu yang memprakarsai berdirinya POPIB ini adalah Ibu Lience Wally-Kopeuw dan Ibu Lusia Awaitouw-Yoku, yang kemudian ide ini difasilitas oleh Ibu Marta Yoku (Ibu Lurah Sentani Kota), sehingga terbentuklah Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB) ini pada hari minggu tanggal 8 Januari 2012. Dengan susunan Badan Pengurus seperti di bawah ini:

PELINDUNG : Ibu Yetty Tukayo/Yoku (Ondofolo Miyea)
ANGGOTA : Ibu Lince Wally/Kopeuw (Ibu Koselo Nelem)
: Ibu Iras Monim/Yoku (Koselo Miyea Iphu Imea)
: Ibu Milka Felle/Pangkali (Koselo Miyea Wafi
Imea)
: Ibu Ruth Marweri/Yoku (Koselo Miyea Phualo Imea)

PENASEHAT : Pelayan-Pelayan Jemaat dan Gembala-
Gembala Jemaat

KETUA : Ibu Antonetha Yoku/Hokoyoku
WAKIL KETUA : Ibu Yonice Sokoi/Yoku
SEKRETARIS : Ibu Elsa Joyce Suebu/Kopeuw
WAKIL SEKRETARIS : Ibu Lienke Susi Monim/Yoku
BENDAHARA : Ibu Fransina Felle/Ondi
WAKIL BENDAHARA : Ibu Herice Sokoi/Yoku

KOORDINATOR UMUM : Ibu Yos Yoku/Ongge
KOORDINATOR GKI INRI PHULENDE : Ibu Siska Suebu/Taime
KOORDINATOR GKI ONOMI : Ibu Martha R. Yoku
KOORDINATOR GBPI : Ibu Agustina Yoku/Kubia
KOORDINATOR KEMAH INJIL : Ibu Marice Kopeuw
KOORDINATOR GPdI : Ibu Olvi Yoku/kABEY
KOORDINATOR ADVENT : Ibu Betty Yoku
KOORDINATOR GBI : Ibu Sherly Yoku/Manggaprouw
KOORDINATOR GIDI :

KOORDINATOR DIAKONIA : Ibu Lusia Awaitouw/Yoku (GBI)
: Ibu Elsy Manuri/Pallo (GPdI)
: Ibu Dorci Puhili/Pallo (GKI ONOMI)
: Ibu Torophina Doyapo/Pangkali (GKI INRI)
: Ibu Brenda Yoku/Dodop (GK KD)
: Ibu Agustina Yoku/Kubia (GBGP)
: Ibu Susana Pulalo/Kopeuw (Kemah Injil)
: Ibu Marice Pallo/Yoku (Advent)
: Ibu Karolina Taime/Adadikam

KOORDINATOR KEROHANIAN : Ibu Anace Yoku/Ireuw
ANGGOTA (GKI) : Ibu Engge Yoku/FellE
: Ibu Herice Yoku/Thaime
ANGGOTA (GBPI) : Ibu Since Demotekay/Yoku
ANGGOTA (KEMAH INJIL) : Ibu Grace Sokoi/Yoku
ANGGOTA (GPdI) : Ibu Berlina Yoku/Numberi
ANGGOTA (ADVENT) : Ibu Sulce Yoku.
ANGGOTA (GBI) : Ibu Ketura Yoku/Selah
ANGGOTA (GIDI) : Ibu Herry Sokoi/Ondi

Hari ini Jumat 3 Februari 2012 Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB) memulai kegiatan pertamanya dengan mengadakan Ibadah Perdana di GKI Jemaat INRI Phulende Kampung Ifar Besar. Undang yang dibagikan lebih dari 300 undangan. Dalam Ibadah Perdana ini Perempuan Ifar Besar yang hadir, sebanyak 160-an orang di tambah. Dalam ibadah ini juga turut hadir Ondofolo Ifar Besar Bapak Frans Albert Yoku dan Ibu, Juga Ketua Dewan Adat Kampung Ifar Besar Bapak Alex Yoku dan Ibu, Juga Koselo Nelem Bapak Philip Kopeuw serta Majelis Jemaat GKI INRI Phulende.

Sebagai pembawa acara (MC) dalam kegiatan ini adalah Sekertaris Badan Pengurus POPIB yakni Ibu Elsa Suebu. Susunan acara, dimulai dengan Pembukaan, Ibadah, sambutan-sambutan, pengumuman dan ramah tamah. Pada acara Ibadah pembukaan ibadah dipimpin oleh Sie Kerohanian yakni Ibu Sarce Felle, kemudian diserahkan kepada hamba Tuhan yang melayani yakni Pdt. Mozes Pulalo, M.Th.

Pdt. Mozes Pulalo, M.Th dalam khotbahnya, lebih menekankan Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB) untuk belajar dari Ester yang menjadi berkat bagi Bangsanya. Nats yang mendasari khotbahnya diambil dari Kitab Perjanjian Lama yakni Kitab Ester pasal 1:12, dan pasal 2 ayat 15-18. Kisah nyata tentang Ester sama dengan Perempuan Sentani dan Adat Sentani. Sebab POPIB ini terbentuk bukan karena hasil pemikiran gereja-gereja tetapi dari hasil pemikiran Perempuan Ifar Besar Sendiri. Ester menjadi berkat bagi bangsanya, demikian juga perempuan Sentani pada umumnya dan khususnya Perempuan Ifar Besar harus menjadi berkat bagi eneu-akho dan kampungnya.

Dalam acara sambutan hanya dua saja yakni dari Ondofolo Ifar Besar, Bapak Frans Albert Yoku dan Ketua POPIB, Ibu Anthoneta Yoku.

Ondofolo Ifar Besar dalam sambutannya menyinggung beberapa hal, antara lain: Peristiwa pembentukan dan Ibadah Perdana POPIB ini patut disyukuri dengan sukacita, karena merupakan langkah yang baik untuk komunitas dimana kita hidup. Pembentukkan semacam ini sama seperti dibelahan dunia lain. Kita saja secara individu harus melakukan kegiatan, apakah olah raga, membaca Alkitab, berbisnis, dll. Begitu juga kita sebagai komunitas. Selaku Ondofolo, menyambut baik sekali. Apa lagi hal ini terjadi pada saat sedang terjadi perubahan di dalam kampung Ifar Besar. Orang-orang tua kita dulu berjuang untuk membangun gereja sebagus INRI Phulende ini. Tapi, lewat berkat-berkat yang TUHAN salurkan, gereja ini bisa terbangun. Tahun 1980-an, ketika Ondofolo Ifar Besar Bapak Frans A. Yoku datang kembali dari Papua New Guinea ke Kampungnya Ifar Besar, ia melihat kondisi kampungnya, maka muncullah rasa kuatir dan bertanya sendiri dalam pikirannya: Apakah kampung saya, kampung Ifar Besar bisa dibangun? Namun demikian, pikiran itu sudah ditepisnya, Saat ini Ifar Besar sedang membangun diri, Bandara Sentani sedang dibangun, jalan ke Hebhakei sudah dibuat dan sedang akan diaspal, jalan lintas Yabasou ke Hawai dan ke perbatasan Ifar Besar dan kampung netar sudah di buat, tinggal pengaspalannya saja. Hari ini, perempuan Ifar Besar sudah ada yang menjadi Kepala Distrik, Dokter, Dosen, guru, TNI dan POLRI, saat ini perubahan terjadi karena status perempuan. Masalah perempuan harus diangkat. Masalah tentang peran perempuan harus mulai dibicarakan. Kita harus ikut mengangkat harkat dan martabat perempuan. POPIB ini bukan hanya untuk Ibadah saja, tetapi harus lebih jauh dari itu. Ikuti berita-berita actual di TV, jangan hanya nonton film sineron (istilah untuk film sinetron). Di Negara-negara Arab, kaum perempuan mereka berjuang menolak Undang-Undang yang melarang kaum perempuan. Ondofolo juga menyampaikan Selamat datang ke dunia perubahan kepada Badan Pengurus dan Anggota POPIB. POPIB ini hadir saat INDIVIDUALISME MENANJAK. Dulu Bapak-bapak kita, kalau ada acara Nikah, semua orang Ifar Besar hadir dan mendukung dengan suling dan tambur.tapi saat ini, ada anak ifar besar yang nikah, masyarakat Ifar Besar tidak tahu. Iri hati banyak melanda masyarakat Sentani, saya harap POPIB dapat merubah dengan membawa percerahan dan perubahan dalam cara berpikir yang jauh lebih baik dan lebih maju. Wadah Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB) harus menjadi pengaruh bagi komunitas perempuan di Sentani. Semangat baik yang harus dipromosikan. Perempuan-Perempuan Ifar Besar mulai melangkah keluar dari lingkungan keluarga, suku dan gereja, dan mulai peduli akan kampung halamannya Ifar Besar. Ifar Besar adalah kampung yang besar, tapi kenapa yang hadir hari hanya sekitar 160-an orang? Ingat bahwa: kekuatan sebuah kesempurnaan tidak dibangun oleh kekuatan yang ada di dalamnya, tapi dari adanya perhatian dari hal-hal yang kecil.

Ibu Ketua Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB), Ibu Anthoneta Yoku dalam sambutannya lebih menekankan pada permohonan dukungan dan kerja sama dari perempuan Ifar Besar, Ondofolo-Kose, pelayan jemaat dan gembala sidang serta pemerintah dalam menyusun dan melaksanakan program POPIB ke depan sesuai visi dan misinya yakni “POPIB menjadi berkat bagi kampung Ifar Besar”.
Kegiatan Ibadah perdana POPIB ini diakhiri dengan Jamuan kasih atau makan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: