KUESIONER PENELITIAN BERISI KESEPAHAMAN KONSEP ANTARA RESPONDEN DAN PENELITI

Oleh Pilipus Kopeuw – Kalasan Sleman Yogyakarta Kamis 5 Mei 2011 – Jam 12.40 wib

Siang itu saya sedang servis motor di Sumber Baru Motor Kalasan Yogyakarta. Pada saat sedang menungguh motor saya diservis saya duduk diruang tunggu sambi nonton TV, tak lama kemudian salah satu mekanik datang membawa kertas dan bolpen. Kertas itu ada kuesioner penelitian skripsi salah satu mahasiswa jurusan teknik mesin di UGM. Ini berarti saya dipilih menjadi salah satu responden penelitian tersebut.

Ketika saya mulai membaca isi kuesioner dari awal dengan petunjuk dan contoh pengisian dan pilihan jawaban yang menurut saya benar, maka diberi tanda centang (V). Setelah membaca petunjuk pengisian kuesioner tersebut, saya mulai membaca penyataan kemudian memberi tanda centang pada bagian plihan jawaban menurut apa yang saya rasa, alami dan pikirkan. Ketika dalam mengisi kuesioner tersebut, saya menemukan kelemahan dari kuesioner tersebut, yakni “ketidak sepahaman antara peneliti dan responden”. Hal ini muncul dari ketidaktahuan saya terhadap beberapa hal seperti apakah ruang tunggu yang pastas seperti apa? Menurut Teori yang dibahas dalam Bab II skripsinya seperti apa. Seharusnya pertanyaannya yang lebih spesifik. Sehingga untuk mengetahui ruang tunggu yang baik menurut pelanggan seperti apa? Kami sebagai pelanggan tidak tahu ruang tunggu yang baik atau standar seperti apa? Seharusnya pertanyaan atau peryataannya yang di ubah untuk mengetahu apakah ruang tunggu pelanggan sudah standar atau tidak. Itu berarti kuesionernya harus berisi tentang isi dari ruang tunggu yang standar itu, apakah tersedia, memuaskan atau tidak. Pada intinya, ada beberapa pertanyaan atau penyataan dalam kuesioner itu yang tidak ada kesamaan konsepnya dengan si peneliti. Walaupun demikian, saran saya hanya diubah peryataannya saja untuk mengukur kelayakan sebuah ruang tunggu pelanggan yang standar. Dengan demikian, peneliti dapat mengetahui, bagaimana kondisi ruang tunggu pelanggan yang datang servis motor. Disini peneliti akan mudah mendapatkan jawaban yang tepat.

Itu sebabnya, saya mencoba mengingatkan kepada setiap peneliti baik mahasiswa S1, S2 dan S3 kiranya lebih teliti lagi dalam membuat kuesioner. Jadi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur indikator penelitiannya adalah memperhatikan dan memastikan para responden paham betul apa yang di tanyakan oleh peneliti melalui kuesioner. Dengan demikian, maka peneliti akan memperoleh data yang akurat, aktual, terpercaya serta akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: