PEMAHAMAN SINGKAT TENTANG BAGAIMANA MENYUSUN KHOTBAH

Oleh Philip Kopeuw, S.Th, M.Pd

0280 – Flavouw, Sentani Jayapura Papua Kamis 8 Maret 2012 – Jam 18:08 wit

 

 

Berkhotbah merupakan sebuah seni dan juga merupakan suatu ketrampilan. Dikatakan khotbah sebagai seni, artinya bagaimana khotbah itu bisa terlihat indah dan bisa dinikmati. Khotbah dikatakan sebuah ketrampilan karena memang harus dilatih untuk menguasai bagaimana teknik dalam menyusun khotbah sehingga bisa menjadi terampil dalam menyajikan khotbah dengan baik dan benar. Khotbah juga harus bersifat aplikatif dalam kehidupan jemaat/pendengar. Khotbah juga mengandung pengajaran dan transfer ilmu pengetahuan. Khotbah juga merupakan didikan kepada umat Tuhan. Itu bisa menjadi pengkhotbah yang baik, ibarat koki yang bisa memyediakan makanan yang enak, dimulai dengan makanan apa yang hendak dimasak, bumbu apa yang digunakan supaya rasanya enak dan lesat. Khotbah juga seperti itu, bagaimana bisa menyusun dan menyampaikan khotbah dengan baik, berikut ada beberapa ringkasan pemahaman tentang bagaimana menyusun khotbah.

 

A. PRINSIP DAN METODE PENAFSIRAN SECARA KHUSUS

  1. Bagaimana menafsir bahasa kiasan yang pendek.
  2. Bagaimana menafsir perumpamaan
  3. Bagaimana menafsir alegori
  4. Bagaimana menafsir symbol
  5. Bagaimana menafsir topologi
  6. Bagaimana menafsir syair
  7. Bagaimana menafsir nubuat
  8. Bagaimana menafsir apokaliptik
  9. Bagaimana menafsir surat
  10. Bagaimana menafsir kutipan dalam Perjanjian Baru

(Hasan Sutanto, M.Th)

 

B. CARA MENGURAIKAN AYAT MAS/TEKS ITU SENDIRI KATA DEMI KATA

 

Misalnya:

Yohanes 19:18 a ….berbunyi : disitu Ia disalibkan

  • di situ dimana…?
  • Ia ….siapa?
  • Di salibkan …. Apa?
  • Mereka …. Siapa?
  • Kapan…?

 

Kadang dengan menambah berbagai pertanyaan:

  • Siapakah…?
  • Kepada siapakah…?
  • Dengan siapa…?
  • Apakah …..?
  • Bagaimanakah….?

 

 

C. PENDAHULUAN ATAU PEMBUKAAN KHOTBAH

 

  1. Sebagai daya tarik khotbah
  2. Sebagai penyuluh thema khotbah
  3. Janganlah menjadikan pendahuluan khotbah suatu berita tentang susunan khotbah.
  4. Jangan bicara dengan suara yang terlalu nyaring atau memakan banyak tekanan kata atau gerakan yang luar biasa dalam pendahuluan saudara.
  5. Jangan pendahuluan khotbah berbauh kesombongan atau perasaan angkuh
  6. Jangan terdapat perasaan merendah yang tidak layak.

(PH. Pauw, hal.31-36)

 

D. ISI ATAU TUBUH KHOTBAH ATAU INTI KHOTBAH

 

1. Khotbah Tekstual (satu atau dua ayat mas).

a. Kita terangkan apa…?

b. Kita terangkan mengapa…?

c. Kita terangkang bagaimana…?

d. Kita terangkan apa akibatnya…?

 

2. Khotbah Penguraian Suatu Pokok/Topical

Langkah-langkah atau beberapa cara, sbb:

  1. Carilah dalam kitab suci, pengajaran-pengajaran yang menerangkan dan menyuluhi pokok yeng diberikan Roh Kudus kepada saudara, cari dalam PL dan PB semua ayat yang mempunyai hubungan dengan pokok yang saudara bahasa.
  2. Hendaklah saudara kumpulkan tiap-tiap hal yang menjadi suatu rangkaian.
  3. Tiap rangkaian dihubungkan satu dengan lain. (PH. Pouw, hal. 40-42)

 

E. KESIMPULAN ATAU PENUTUP

 

Merupakan suatu bantingan yang terakhir dalam pergulatan. Biasa dalam penutup khotbah berisi nasehat atau ajakan. Penutup khotbah tanpa ajakan adalah surat tanpa perangko, kata Dr. F.A. Torrey. Karena itu, akhirilah khotbah dengan undangan untuk memanggil jiwa-jiwa datang kepada TUHAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: