SKEMA PEMBAYARAN MASKAWIN DAN PEMBAYARAN KEPALA (YUN) DALAM MASYARAKAT ADAT SENTANI

Oleh Philip Kopeuw

0281 – Flavouw Sentani Jayapura Papua, Kamis 8 Maret 2012 – Jam 18:55 wit

Catatan ini berasal dari sebuah kertas buram yang masih sempat terbaca. Saya simpan sejak tahun 2000. Catatan itu adalah Skema pembayaran maskawin dari Nunjogo sampai Yaga Haa dalam masyarakat adat Sentani ini adalah khusus hasil rapat dan keputusan bersama kepada Adat (Ondofolo) Ifar BESAR waktu itu Onfolonya adalah  Daniael H. Yoku, dan para kepala suku (Yoyokose) yakni Alex Yokhu (Yo Ondofolo); Titus Yoku (Phualo Imae); Yehuda Kopeuw (Nelem Imae); Uriel Pallo (Phulende Imae) dan Apolos Pangkali (Wafi Imae) mereka semua dari kampung Ifar Besar. Keputusan bersama ini di tetapkan di Sentani pada tanggal 29 September 2000. Catatan ini tidak berlaku umum untuk semua kampung di Sentani. Namun demikian, pada prinsipnya itulah gambaran pembayaran maskawin dan kepala (Yun) dalam masyarakat adat suku Sentani. Hal  ini bagi saya informasi ini  perlu sekali diketahui oleh publik, khususnya anak-anak asli Sentani. Saya yang menulis ini juga sedang belajar untuk menguasai apa saja yang harus dibayarkan dalam maskawin maupun pembayaran kepala (Yun) menurut adat Sentani. Dengan menemukan informasi ini, paling tidak saya ingin kita belajar bersama tentang budaya adat Sentani. Memang, tradisi tulis seperti ini baru saja kita mulai dan harus kita aku itu. Kita juga perlu mengancungkan jempol kepada rekan-rekan yang sudah mulai menulis tentang budaya, ada dan apa saja tentang Sentani dan telah  dipublikasikan.

 Dulu, anak-anak Sentani belajar dan diajarkan dengan sangat baik dalam keluarga oleh Ayah dan Ibunya. Banyak  hal yang orang tua ajarkan, dari memberikan teori dengan bercerita kepada anak-anak mereka, kemudian dengan turun lapangan untuk melihat dan kemudian anak-anak dilatih dan dibiarkan untuk melakukan sendiri. Kualitas pendidikan non-formal dalam keluarga itu, terbukti bertahan lama dan kualitasnya dapat kita lihat pada Ayah dan Ibu kita masing-masing.

Namun jaman terus berubah sehingga telah mempengaruhi model dan pola pendidikan masyarakat adat Sentani tempo dulu. Orang tua masa kini tidak lagi mendidik anak-anak seperti orang tua-tua Sentani dulu. Generasi Sentani sekarang banyak yang sudah mulai tidak tahu adat mereka. Tidak adapt dipungkiri bahwa Sentani sedang mengalami krisis dalam berbagai hal.

Sedikit latar belakang inilah yang menggerakkan saya untuk menulis apapun yang dirasa perlu diketahui oleh anak-anak Sentani khususnya yang mungkin buta akan adatnya sendiri. Informasi ini tidak stagnan, tetapi penuh dinamika dan sangat fleksibel, karena perubahan jaman terus mempengaruhi pola pikir masyarakat Sentani sehingga adat pun mulai dilirik nilainya dari nilai rupiah. Saran dan masukan dari pembaca sangat dibutuhkan sehingga budaya praktis ini dapat menjadi tulisan yang dapat disempurnakan sebagaimana mestinya.

Berikut adalah skema pembayaran maskawin dan pembayaran kepala (Yun) menurut Masyarakat Adat Sentani:

A. SKEMA PEMBAYARAN MASKAWIN DARI NUNYOGO SAMPAI YAGA HAA

  1. Nunjogo/Nogo Gahi       : ……………………………. Tanggung jawab orang tua
  2. Yaga Meruphoy            : 5 dari 5 Akhona (kepala keret)
  3. Mapho Meruphoy         : 5 dari 5 Akhona
  4. Paleyaga                    : 1 dari Koselo
  5. Yaga Haa                   : 5 dari 5 Koselo/Akhona
  6. Ranejey                     : satu ikat (haye – Hawa – Nogom) dari Koselo
  7. Yaga Ukhelau             : 10
  8. Noro Rela                  : 2 Nogom 1 dari Akhona (Mapho Yum) 1 dari Akhona (Yaga Mefoli)
  9. Yaga Mefoli               : 1 dari Akhona
  10. Yaga dan Aimy          : 2 dari Ondofolo/Koselo

B. SKEMA PEMBAYARAN KEPALA (YUM) KHUSUS YAGA DAN KHAME

  1. Game                    : 5 dari 5 Akhona (kepala keret)
  2. Game Mie           : 1 Nogom
  3. Game Rela          : 5 dari 5 Akhona
  4. Yaga                       : 5 dari 5 Akhona
  5. Yaga Mie              : 1 Nogom
  6. Yaga Rela             : 1 dari Ondofolo/Koselo
  7. Imea Eeiy          : …. Menjadi tanggung jawab keluarga yang bersangkutan.

C. PENYESUAIAN HARGA HEMBONI RELA DENGAN UANG UNTUK JENIS-JENIS HEMBONI RELA DAN PEMBAYARAN MASKAWIN KHUSUSNYA YOHO HAA DAN KOSE HAA BERDASARKAN RAPAT KHUSUS YOYOKOSE/ABHU-AFA/AKHONA

  1. Haye  1 buah, harga lama Rp 1.000 – harga baru 5.000  (Haye Malo/biasa).
  2. Hawa 1 buah, harga lama Rp 10.000 – harga baru 20.000 (Hawa biasa)
  3. Hawa 1 buah, harga lama Rp 15.000 – harga baru 20.000 (Balayakha)
  4. Nokhom 1 buah, harga lama Rp 25.000 – harga baru 25.000 (Yakha Merubhoi)
  5. Nokhom 1 buah, harga lama Rp 35.000 – harga baru 50.000 (Mabho Merubhoi)
  6. Nokhom 1 buah, harga lama Rp 75.000 – harga baru 75.000 (Mabho Yun)
  7. Nokhom 1 buah, harga lama Rp 50.000 – harga baru 50.000 (Ranejei)
  8. Nokhom 1 buah, harga lama Rp 75.000 – harga baru 75.000 (Noro Rela maupun Yakha Mie)
  9. Mefoli (Hawafaeu) 1 buah, harga lama Rp 25.000 – harga baru 25.000 (Yakha Ukhelau)
  10. Mefoli (Mesimesi) 1 buah, harga lama Rp 50.000 – harga baru 50.000 (Mabho Merubhoi)
  11. Mefoli (Rela) 1 buah, harga lama Rp 200.000 – harga baru 250.000 (Yakha Mefoli)
  12. Mefoli (Rela) 1 buah, harga lama Rp 250.000 – harga baru 250.000 (Aimi)
  13. Mefoli (Rela) 1 buah, harga lama Rp 300.000 – harga baru Rp 300.000 (Oro Haleibhoi)
  14. Rela 1 buah, harga lama Rp 300.000 – harga baru Rp 300.000 (Yakha Mesi biasa)
  15. Rela 1 buah, harga lama Rp 500.000 – harga baru Rp 500.000 (Yakha Akhona/Koselo)
  16. Ebha 1 buah, harga lama Rp 1.000.000 – harga baru Rp 1.000.000 (Tk. Ondofolo/Koselo)

D. PENYESUAIAN HARGA HEMBONI RELA DENGAN NILAI UANG UNTUK PEMBAYARAN MASKAWIN KHUSUSNYA UNTUK YO HAA DAN KHOSE HAA

  1. Tahap kerja pertama : Jenis pembayarannya adalah Nokho Khahi/Nun Yokho. Ini adalah tanggung jawab orangtua.
  2. Tahap kerja pertama : Jenis pembayarannya adalah Yakha Merubhoi. Nama hemboninya adalah Hawa 5 buah atau uang Rp 100.000 dan Nokhom 5 buah atau uang Rp 125.000.
  3. Tahap kerja pertama : Jenis pembayarannya adalah Yakha Haa. Nama hemboni relanya adalah Hawa 1 buah atau uang Rp 20.000.
  4. Tahapan kerja kedua : Jenis pembayarannya adalah Mabho Merubhoi. Nama hemboni relanya adalah Hawa 5 buah atau uang Rp 100.000; Nokhom 4 buah atau uang 200.000 dan 1Nokhom seharga 75.000. di tambah Mefoli 5 buah atau uang Rp 250.000.
  5. Tahap kerja kedua : Jenis pembayarannya adalah Ranejei. Nama hemboni Relanya adalah Haye 3 buah atau uang Rp 15.000, Hawa 3 buah atau uang Rp 60.000, Nokhom 3 buah atau uang Rp 75.000.
  6. Tahap kerja ketiga : Jenis pembayarannya adalah Balayakha. Nama hemboni Relanya adalah Hawa 1 buah atau uang Rp 20.000.
  7. Tahap kerja ketiga : Jenis pembayarannya adalah Yakha Ukhelauw. Nama Hemboni Relanya adalah Hawa 10 buah atau uang Rp 200.000, Mefoli  8 buah atau uang Rp 200.000, Be Yun Be 2 buah atau uang 100.000,
  8. Tahap kerja keempat : Jenis pembayarannya adalah Noro Rela. Nama hemboni relanya adalah Nokhom 2 buah atau uang Rp 100.000.
  9. Tahap kerja kelima : Jenis pembayarannya adalah Yakha Mefoli. Nama hemboni relanya adalah rela 1 buah atau uang Rp 200.000.
  10. Tahap kerja keenam : jenis pembayarannya adalah Aimi. Nama hemboni relanya adalah Mefoli 1 buah atau uang Rp 250.000.
  11. Tahapan ketujuh : Jenis pembayarannya adalah Yakha. Nama hemboni relanya adalah Rela 1 buah atau uang Rp 300.000 (untuk masyarakat umum), Rela 1 buah atau uang Rp 500.000 untuk Akhona/kepala keret dan Ebha 1 buah atau uang Rp 1.000.000 untuk Ondofolo/Khose.

E. JUMLAH HEMBONI RELA DENGAN NILAI UANG (RUPIAH) DARI MERUBHOI HAA SAMPAI YAKHA

 

  1. Haye sebanyak 28 buah.  Nilai rupiah 5.000 x 28 =                             Rp    140.000
  2. Hawa sebanyak 29 buah. Nilai rupiah 20.000 x 29 =                            Rp    580.000
  3. Nokhom sebanyak 15 buah. Harga bervariasi. Total                             Rp    625.000
  4. Mefoli Hawafew sebanyak 8 buah. Harga rupiah 25.000 x 8 =              Rp    200.000
  5. Mefoli Mesimesi sebanyak 7 buah. Nilai rupiah 50.000 x 7 =               Rp    350.000
  6. Rela sebanyak 4 buah. Nilai rupiah bervariasi. Totalnya                       Rp 1.250.000
  7. Ebha sebanyak 1 buah. Nilai rupiah                                                  Rp 1.000.000

             JUMLAH TOTAL DALAM NILAI RUPIAH ADALAH                     Rp 4.145.000

2 Tanggapan to “SKEMA PEMBAYARAN MASKAWIN DAN PEMBAYARAN KEPALA (YUN) DALAM MASYARAKAT ADAT SENTANI”

  1. mantaaap………pengetahuan sangat penting buat generasi muda sentani khusus pemuda kampung ifar besar..

  2. penjelasan tentang pembayaran maskawin untuk orang sentani memang sama yang dijelaskan oleh saudara. tapi dalam mekanisme pelaksanaannya cara pembayarannya ada yang kurang atau ada juga yang melebihi dalam arti bahwa siapa yg membayar orang mampu atau tidak. nah sehingga pembayaran yang dilakukan selama ini belum ada keseragaman. sebab kampung lain membayar tdk sama dengan kampung lain. hal ini yg perlu disosialisasikan kepada semua orang sentani melalui DAS sehingga miyanale fa juga punya hak untuk membayar tetapi dalam batas-batas kewajaran. ok helem foi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: