MENGHIDUPI SUKACITA KEBANGKITANNYA

Oleh Philip Kopeuw

Yogyakarta Sabtu 21 April 2012 – Jam 06:25 wib

 Pembahasan ini didasari dari bagian Alkitab Kisah Para Rasul 4:32-35 dan Yohanes 20:19-23. Hukum ke 4 (empat) dari dasa titah adalah “kuduskanlah hari sabat” atau “hari ke 7 (tujuh)”. Kisah Para Rasul 20:7; 1 Korintus 16:12; dan Wahyu 1:10… Hari minggu menjadi hari penting. Hari minggu menjadi hari penghormatan Kristus Yesus naik ke sorga. Hari minggu dalam bahasa portugis “nounggu” berarti hari Tuhan. Di Yunani menyebut hari minggu adalah hari matahari. Umat pada jaman Perjanjian Baru menyebut hari minggu sebagai “Matahari Kebenaran”. Matahari menandahkan dimulainya hari yang baru dengan kehidupan yang baru. Berbicara mengenal menghidupi sukacita kebangkitan-Nya, apa saja yang dapat kita pelajari melalui tema diatas?

 I. DARI TAKUT MENJADI BERANI

 Dalam Injil Yohanes 20:19 dan 20 di catat dan dari sini timbul pertanyaan: Apakah saudara pernah takut? Kita pasti pernah merasa takut. Dalam konteks Alkitab dab situasi pasca kematian Yesus, murid-muridNya merasa ketakutan kepada tentara Romawi. Pada saat ketakutan itu, Yesus datang dan menyapa mereka dengan “Damai sejahtera bagi kamu sekalian”. Ketika sabda Ilahi menyentuh murid-muridNya, ketakutan mereka diubah menjadi sukacita. Demikian halnya dengan kita, ketika sabda Ilahi menyentuh kita, ketakutan kita diubah menjadi sukacita.

Perjumpaan dengan Kristus Yesus adalah hal yang sangat spektakuler (hal yang luar biasa/dasyat). Oleh karena itu, bersyukur punya Yesus sebagai Juru Selamat, lalu kita perlu membuka hati terima Yesus, lalu dibaptis dan kemudian kita hidup bagi Yesus. Kehadiran Yesus ajaib, karena kehadiran Yesus menembus ruang dan waktu. Itu sebabnya kabar kebangkitan Yesus sangat penting bagi murid-muridNya. Apakah kabar kebangkitan Yesus penting juga bagi saudara dan saya?

Pertus dan Yohanes khotbah di Yerusalem dan di muka Mahkama Agama (Kisah Para Rasul 4:2-6). Padahal kemarin, setelah Yesus meninggal dan belum menampakan diri kepada murid-muridNya mereka berada dibawah kuasa ketakutan terhadap tentara Romawi, tapi apa yang terjadi setelah mereka mengetahui serta melihat bahwa Yesus sudah bangkit? Petrus dan Yohanes bikin repot petinggi agama. Essensi yang sama adalah bila kita menyakini dan percaya sungguh bahwa Yesus sudah bangkit, maka akan ada sukacita dalam hidup kita dan khotbah kita akan didengar dan dilihat melalui hidup dan kehidupan kita. Apa yang harus kita lakukan supaya orang lain mendengar dan percaya? PASKAH artinya “melewati”. melewati apa? Melewati kematian dan masuk hidup yang baru.

 

II. KUMPULAN YANG DISUKAI

 

Dalam Kisah Para Rasul 4:32-37, dicatat dan dijelaskan bahwa sukacita kebangkitan Kristus Yesus itu merubah hidup murid-muridNya. Mereka membagi-bagi apa yang mereka miliki kepada teman-teman mereka. Mereka tidak terikat dengan harta, karena mereka limpah dengan rasa syukur. Artinya, kebangkitan Yesus juga telah merubah “kantong/harta kesayangan” mereka. Bagaimana dengan kita yang senang mengumpulkan harta? Apakah kita bisa berbagi berkat/rejeki kepada orang lain?

Rasul Petrus sudah tidak ada, tetapi pelayanan itu tetap hidup. Harta benda yang kita miliki dapat terpakai sebagai ucapan syukur dan sesuatu yang lebih berarti. Bayangkan, 5000 (lima ribu) orang yang dilayani, berubah jadi orang yang baik semua. Kita berbuat baik kepada 1 (satu) orang saja itu sudah baik, apalagi kepada semua orang, itu luar biasa.

 III. AKU MENGUTUS KAMU

 Yohanes 20:21 dan Matius 28:19… Keselamatan yang Yesus karyakan itu harus samai ke seluruh dunia, ke ujung-ujung dunia. Pengutusan itu disambut dengan sukacita oleh murid-muridNya, mereka jadi orang-orang luar biasa.

  • Ketika Petrus akan disalibkan, ia merasa tidak layak disalibkan seperti Yesus, sehingga ia minta disalibkan dengan kepala ke bawah. Bagaimana pengutusan kita dalam hidup, pelayanan dan pekerjaan?
  • Matius disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.
  • Markus diseret dengan kuda di Alexandria hingga tewas.
  • Lukas meninggal dengan digantung di Roma.
  • Yohanes di goreng tetapi tidak mati.
  • Yakobus dilempar dari atas bumbungan bait Allah dan mati.
  • Yakobus anak Sebedeus dipenggal kepalanya di Yerusalem.
  • Bartolomeus  dicambuk di Armenia sampai kulitnya hancur terkelupas.
  • Andreas disalib dengan cara X Yunani.
  • Thomas ditusuk dengan tombak di India.
  • Yudas dihukum dengan panah
  • Paulus banyak disiksa di penjara

 Apa yang Anda pikirkan ketika jadi orang Kristen?

Siapa yang akan meneruskan? Jadilah garam dan terang. Kita harus bermakna bagi dunia. Mari pada saat ini kita tidak hanya mengevaluasi arti dan makna kebangkitan bagi kita. Di sepanjang hidup kita beranilah berbagi hidup. Mari kita berangkat dengan sukacit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: