BAWALAH KABAR BAIK DI DALAM KESUKARAN

Oleh Philip Kopeuw

Minggu 29 April 2012 dalam Ibadah Minggu di GPdI Maranatha Hawai

 Di Tanah Papua pada jaman dahulu masih ada tradisi kanibal atau makan daging manusia. Kasarnya dapat kita katakana manusia makan manusia. Informasi mengenai orang Papua makan manusia sudah tersebar hingga ke luar Papua.  Ketika banyak anak Papua yang merantau untuk studi maupun kepentingan lain diberbagai belahan dunia, mereka ditakuti, karena dianggap suka makan daging manusia. Kadang-kadang hal ini juga dimanfaatkan oleh anak-anak Papua untuk menakut-nakuti orang, dengan mengatakan masih suka makan daging manusia. Dalam 2 Kitab Raja-Raja 6 pasal 6 ayat 28 dan 29 memuat kisah “terjadi kelaparan hebat di Samaria sehingga dua ibu membawa perkara tentang pelanggaran perjanjian akan dua anak mereka yang dimasak dan dimakan bersama secara bergantian namun setelah anak yang satunya sudah dimakan, Ibu yang lain enggan memberikan anaknya untuk dimakan juga, sehingga perkara dibawa ke hadapan Raja.

Dari cerita ini kita dapat menyimak bahwa kelaparan dasyat dapat mengakibatkan manusia makan manusia. Sampai saat ini, adakah dalam adat dan budaya kita masih ada orang makan orang? Saya pikir di jaman yang maju ini, tradisi ini tidak ada, kecuali akan terjadi apabila dalam kondisi kelaparan dasyat seperti di Samaria. Pembahasan judul diatas akan dilandasi dari Kitab 2 Raja-Raja pasal 6 ayat 24 sampai 33 dan pasal 7 ayat 8 dan 9.

 Kelaparan meliputi Samaria mengakibatkan pembunuhan terjadi

 Dalam Kitab 2 Raja-Raja sebelum pasal 6, kalau Raja Aram pergi berperang, ia mengatur siasat sangat hebat. Tetapi kenapa, saat Raja Aram menyerang Israel tetapi mereka tidak ada disana? Ketiadaan bangsa Israel disana karena rupanya ada orang yang selalu membocorkan atau menyampaikan kepada Raja  dan orang- orang Israel, sehingga mereka selalu luput dari serangan dan serbuan Raja Aram. Melihat keadaan itu, Raja Aram mengumpulkan rakyatnya dan mengatakan bahwa rupanya diantara kita ada orang yang selalu membocorkan rencana dan siasat penyerangan kita kepada Israel. Setelah dilakukan analisa, cek dan ricek, diketahui bahwa rupanya Israel selalu diberitahu oleh seorang Nabi yaitu Nabi Elisa.

Bagaimana Allah menolong Israel (Samaria). Kota Samaria telah di kepung oleh Bangsa Aram. Raja dan Rakyat Samaria tidak dapat berbuat banyak. Mau keluar tetap akan dibunuh bangsa Aram, tingga juga tetap akan mati kelaparan. Dalam kisah-kisah di dalam Alkitab, biasanya orang-orang kusat selalu diasingkan di tempat khusus. Pada masa-masa Samaria di kepung bangsa Aram, rupanya ada 4 orang kusta yang selalu tinggal di pintu gerbang kota Samaria. Selain terjadi kelaparan di Samaria, juga terjadi pembunuhan anak untuk dimakan. Ini adalah indikasi tentang kondisi dan situasi yang sangat sulit terjadi saat itu.

Di Kota Sorong di KM 12 ada tempat khusus untuk para penderita penyakit kusta. Mereka terbagi dalam 3 kelompok. (1) kelompok yang tidak bisa didekati, karena takut tertular kusta; (2) bisa didekati tetapi tidak boleh salaman atau bersentuhan dengan mereka; dan (3) bisa didekati dan bersalaman.

 Berharap dan tidak berharap kepada TUHAN

 Dalam pasal 6 ayat 33 Raja Israel di Samaria berkata kepada Nabi Elisa “ Mengapakah aku berharap kepada TUHAN?”  Raja Israel sudah tidak mau percaya lagi kepada Tuhan. Dia sudah jauh dari Tuhan. Kota Samaria yang tadinya diberkati oleh Tuhan sekarang dalam kelaparan yang dasyat.  Yesus dalam Perjanjian Baru, Yesus pernah tinggal di Kota Samaria selama 2 hari. Selain itu, dalam PB juga diceritakan tentang ada orang Samaria yang murah hati.

Kelaparan menyebabkan ibu-ibu membunuh anaknya untuk dimakan. Kalau saat ini, situasi dan kondisi seperti itu terjadi bagaimana dengan kita? Keadaan semakin sangat parah! Apa yang bisa kita perbuat? Mungkin hal yang sama seperti itu terulang?

Kondisi ini membuat 4 orang kusta mengambil keputusan untuk menuju ke perkemahan tentara Aram untuk mencuri. Kalau mereka tidak mencuri mereka akan mati kelaparan. Kalaupun saat mencuri mereka ketangkap, pasti dibunuh. Artinya, kalau mereka bertahan pasti mereka mati, ketika mereka bergerak maju dengan harapan mendapat barang curian untuk bisa dimakan walapun resikonya juga kalau ketahuan adalah mati. Dalam kondisi rakyat Samaria yang kelaparan ini juga Raja Israel sebagai pemimpin masih juga berkata dalam 2 Raja-Raja pasal 6 ayat 33 Mengapa aku berharap kepada Tuhan?

Di Abepura depan Toko Saga ada seorang pemuda asal Sentani Timur selalu menjual buku renungan harian seharga Rp 15.000,-. Pemuda ini sudah bertahun-tahun menekuni pekerjaan ini. Suatu saat pemuda ini tidur di depan tok Saga, lalu kemudian datang seseorang membangunkannya dan bertanya: kenapa kamu tidur? Jawab pemuda ini: saya lapar, karena buku hari ini belum ada yang laku terjual. Kemudian dia diajak makan oleh orang yang membangunkannya tadi. Saat pemuda ini duduk hendak makan, ia menangis. Sebelum makan, pemuda ini berdoa untuk makanan dan juga hamba Tuhan yang mengajaknya makan. Sebab pada saat ia kelaparan Tuhan mengirim hambanya Pdt Jimmy Kabey sebagai malaikat Tuhan untuk memberi pemuda ini makan. Setelah itu, pemuda ini diberi uang Rp 200.000,-. Ibarat Nabi Elia di sungai kerit diberi makan oleh malaikat Tuhan. Juga Nabi Elisa diberi makan oleh burung gagak.

Kembali kepada ke-4 orang kusta di depan gembang Samaria, mereka mendengar ada bunyi kereta perang yang datang menyerang Aram sehingga kemahkemah Aram kosong tanpa penghuni. Ada salah satu penderita kusta yang menyadari “bahwa hari ini ada kabar baik untuk kita”. Hari baik itu adalah hari dimana mereka menikmati berkat Tuhan. Padahal Raja Israel dan semua rakyat berpikir bahwa tinggal ditempat. Mereka pastia akan mati, kalau masuk ke Aram pasti mati juga. Tetapi ke-4 orang kusta ini berpikir lain yaitu lebih baik berjalan maju. Pekerjaan ke-4 orang kusta ini terjadi pada malam hari. Malam itu tentara Aram sudah pergi melarikan diri, baru ke-4 orang kusta ini masuk ke perkemahan mereka. Kabar tentang pelarian tentara Aran dari perkemahan mereka lansung dibawa pada malam hari. Mereka tidak menunda-nunda untuk memikirkan diri sendiri terlebih dahulu, tetapi lebih mengutamakan untuk membawa kabar baik sesegera mungkin dan saat ini, mala mini juga.

Situasi dunia saat ini akan terjadi seperti nubuat dalam Kita Wahyu pasal 6 ayat 6 bicara tentang kelaparan, diambilnya damai sejahtera dari atas bumi, terjadi pembunuhan. Itu sebabnya, jangan sekali-kali rusakkan minyak (Rok Kudus) dan Anggur (Yesus). Meterai ke-4 yang dibuka adalah kelaparan. Saya teringat tahun 1968 – 1969, di dataran wilayah Sentani terjadi musim panas/kemarau yang berkepanjangan. Semua tanaman yang ada dikebun-kebun pada kering dan mati. Hutan dan dusun sagu menjadi kering. Sungai dan kali menjadi kering. Sampai-sampai orang Sentani hanya makan ikan dengan kelapa karena tidak ada sagu maupun ubi-ubian. Dulu, gereja GKI di Sentani juga memegang kekuasaan. Walaupun ada sekolah SD dari kelas 2, lompat ke kelas 4 dan lompat lagi ke kelas 6, namun tidak lulus ujian hingga 3 kali. Alasannya karena mereka tidak ikut ibadah di GKI. Ini adalah gambaran situasi-situasi sulit yang pernah terjadi di Sentani. Ini adalah Alkitabiah karena sudah dinubuatkan dalam kitab Wahyu. Kitab Amos juga bicara tentang kelaparan rohani. Jangan lupa bahwa masalah krisis ekonomi juga akan melanda seluruh dunia.

Hari-hari sekarang penuh dengan kegelapan. Orang lebih mencintai dirinya sendiri. Hubungan saudara bersaudara sengaja diputuskan. Saling menghina, memusuhi orang lain, sengaja mencari-cari persoalan, membenci orang tanpa sebab, iri hati atas kemajuan orang lain dan sebagainya. Orang Pentakostan dikenal dengan kasih. Orang Papua pada umumnya tidak diragukan lagi soal kasih. Tapi dengan semakin berubahnya saman, gereja dan orang Papua manapun sudah dilanda krisis kasih Tuhan. Tetapi orang yang ada Kristus dalam hidupnya, dalam Kitab Wahyu pasal 1 sampai 3 dikatakan Aku tahu segala perbuatanmu… tapi kamu sudah meninggalkan kasih yang mula-mula. Kelaparan membuat Allah ditinggalkan.

Banyak orang juga bertanya dan berkata: “Untuk apa saya bertahan dengan Tuhan??” kita mau keluar kemana? Tidak ada lagi jalan keluar! Padahal, jawabannya adalah “keluarlah…carilah Tuhan…” Yesus berkata: MArilah kepadaKU hai kamu yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu; jangan kita tinggal diam! Kita harus ada tindakan untuk keluar, seperti yang dilakukan oleh 4 orang kusta tersebut. Jangan bertahan ditempat kita yang serba mematikan. Jangan bertahan di tempat yang tidak ada kehidupan. Masalah boleh datang, tetapi Anda dan saya tidak boleh jauh dari Tuhan.

Raja Aram tidak mempunyai Tuhan. Paulus katakan: “Apakah yang dapat memisahkan aku dari kasih Kristus? Kelaparankah? Ketelanjangan kah? Penderitaankah? Dan sebagainya. Bertahanlah dan tinggal terus dalam Tuhan. Bersandar kepada Tuhan. Percaya kepadaNYA. Percaya jangan hanya dibibir saja itu sama dengan Raja Aram nantinya. 2 Korintus pasal 6 ayat 2 berbunyi: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau”.  Artinya hari ini adalah hari keselamatan. Jangan tinggal diam. Ajak suami, ajak istri, ajak anak-anak mencari Tuhan, ajak anak-anak ke Sekolah Minggu, suami Istri dan anak-anak yang besar ke gereja.

Semua orang rindu ke surge. Kita tidak bawa harta kekayaan ke surge. Tapi yang bisa kita bawah adalah suami, istri dan anak-anak kita. Apakah surga seperti rumah kah? Jadi supaya kita bisa tinggal dirumah sendiri. Walaupun demikian, persoalan keselamatan adalah urusan masing-masing, tanggung jawab masing-masing. Saat ini masih ada kesempatan untuk selamat, selagi masih ada kemurahan Tuhan. Oleh karena itu bertahanlah sampai Tuhan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: