BEROLEH HIKMAT DI DALAM KRISTUS

Pengkhotbah Pdt Paulus Lie – GKI Gejayan Yogyakarta

Penulis Philip Kopeuw

Yogyakarta Minggu 19 Agustus 2012 – Jam 12.00 wib

 

Khotbah ini didasari dari kitab-kitab antara lain, Mazmur 32: 1b-2; Amsal 9: 3-6 dan Yohanes 6: 51-56. Kisah dalam Kitab Amsal menggambarkan suara Hikmat yang memanggil-manggil kita seperti ada undangan yang dating bagi hidup kita. Amsal menggambarkan bahwa ada dua macam undangan yang diberikan kepada manusia. Undangan yang lembut, dengan sapaan misal: Haiii…apa kabar? Ada juga suara wanita yang genit-genit dan menggoda para cowo ganteng: Haii…cowo, godain kita dong? Bukan itu saja, ada juga suara cowo yang panggil-panggil cewe dengan model yang sama pula.

Ada undangan hikmat dan ada undangan kebodohan. Undangan kebodohan seperti ada wanita cantik penggoda pria yang memanggil-manggil. Hati-hati dengan godaan itu.  Jebakan dosa selalu menuju maut. Awas ada godaan ibarat tikus yang sudah diperingatkan jangan mendekat perangkap itu, sangat berbahaya! Tapi tikus itu karena sudah memakai helem, dia bilang, tidak apa-apa kan sudah pakai helem. Padahal helemnya itu tidak ada artinya dengan kekuatan besar dari perangkap itu yang bisa akan menghancurkan dia.

Kisah lain, ada seorang pria ke salon. Ternyata dia temukan salon tembus pandang, dia tidak mau. Dia cari salon lagi yang gelap. Ternyata setelah di dalam salon yang gelap itu ada pelayanan plus. Salon yang terang tidak ada pelayanan plus-plus. Pria ini berpikir ingin coba-coba. Ingat bahwa semua yang diawali dengan coba-coba, tapi itu bisa merusak, nama baik, dan merusak kerohanian, merusak hubungan RT dan sebagainya. Pria ini diperhadapkan dengan pilihan. Ini bukan masalah salah pilih saja, taruhannya dari pilihan itu adalah jaminan hidup yang kekal. Data terkahir dari BKKBN Pusat di Jakarta tentang remaja yang sudah melakukan sex bebas dibeberapa kota besar, menunjukkan persentasi sebagai berikut:

  • Jakarta : remaja yang melakukan sex bebas sebesar 51%
  • Surabaya : remaja yang melakukan sex bebas sebesar 54%
  • Bandung : remaja yang melakukan sex bebas sebesar 47%
  • Medan : remaja yang melakukan sex bebas sebesar 52%
  • Yogyakarta : remaja yang melakukan sex bebas sebesar 37%

 

Pelaku sex bebas ini perbandingan adalah 4 : 10, banyak remaja, aktivis gereja, pemimpin pujian, pemain music, jatuh dalam dosa sex bebas ini. Saying sekali ada banyak orang yang pilihannya salah. Pilihan yang salah dalam hidup sex bebas ini berdampak pada hidup yang kekal. Di luar sana ada banyak tawaran untuk hidup dalam sex bebas, korupsi, suap (gratifikasi) dan sebagainya.

Setan mungkin berbisik kepada anda yang masih muda-muda, “Kalau masih muda, jangan takut berbuat dosa, masih ada waktu untuk bertobat”. Itulah iblis yang menyamar sebagai suara perempuan yang menggoda. Walaupun demikian, masih ada suara hikmat. Supaya kita mampu menghadapi cobaan, ada tiga hal yang bisa kita pelajari dalam khotbah ini:

 1. MEMILIKI RASA TAKUT AKAN TUHAN (Amsal 9: 10)

Takut akan Tuhan akan mengingatkan hubungan kita dengan Tuhan taruhannya adalah hidup yang kekal. Sebagai mahasiswa, kalau kita ke internet, ada banyak web side dan tinggal pilih mau enter yang mana? Begitu juga dengan ajakan teman, mau ke diskotik atau menolak? Itu juga pilihan yang yang harus diputuskan. Keputusan bisa diambil, persoalannya adalah keputusan itu menjamin hidup kekal atau tidak!

Yesus katakan : Akulah Roti Hidup, Akulah Kekuatan Hidup, Akulah hikmat Hidup itu. Dia tinggal di dalam AKU dan AKU di dalam dia. Hubungan dengan Yesus, kita akan dapatkan energy positif untuk menjalani hidup, untuk mengatasi persoalan, bahkan yang lebih penting adalah hidup yang kekal. Percaya kepada Yesus ibarat makan makanan yang memberi kekuatan setiap saat sampai member kekuatan sampai kepada hidup yang kekal. Kalau karena ini kita sungguh-sungguh hidup dalam Yesus, kita punya kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan badai kehidupan lainnya. Sekalipun di tempat konflik. Yesus adalah Roti hidup itu, Yesus sumber energy dan kekuatan bagi kita.

 2. MANFAATKAN/DAPATKAN KESEMPATAN UNTUK PERBAIKI HIDUP (Amsal 9:1)

Yang Allah mau adalah sesuai dengan kehendakNYA. (Efesus 5: 16-17). Tiap waktu adalah belajar. Ikuti jalan pengertian dan buang kebodohan. Jangan sia-siakan waktu, gunakan waktu baik, gunakan waktu dengan benar dan gunakan waktu dengan maksimal.

Angka 7 dalam pandangan Yehudi adalah angka kesempurnaan. Orang yang hidupnya benar dihadapan Tuhan diberi symbol angka “777”. Sedangkan orang yang tidak percaya Yesus diberi cap dengan angka “666”. Jadi mau berhikmat tiap hari adalah upaya membuang kebodohan. Setiap hari yang kita evaluasi adalah kebodohan. Kenapa kita tidak pakai kata “khilaf”? Amsal menggambarkan hidup itu ada dua pilihan. Orang yang sudah mengerti tetapi tetap pilih yang salah, tetap memilih melakukan yang salah itu bodoh.

Ada seorang Pendeta dengan gaya hidup konsumerisme. Padahal sudah dibilang jangan hidup boros. Penghasilan Pendeta berapa sebulan? Gajinya tidak seberapa, malah membuka kartu kredit.  Setelah diketahui jemaat bahwa Pendetanya terlilit utang karena kurang control dalam penggunaan kartu kredit, ada jemaat yang menanggulanginya. Dengan catatan, Pendeta harus menutup kartu kreditnya.  Sudah ditolong tapi tidak juga berubah.  Hal ini sama dengan para perokok, sudah tahu ada tulisan di bungkus rokok bahwa merokok itu berbahaya, tapi masih saja meroko. Inilah yang dinamakan bodoh. Berapa banyak kita yang buat kebodohan itu? Atau siapa yang masih melakukan kebodohan tersebut?

Ketika orang bijak bicara, (Efesus 5: 19-21) apa maksudnya berkata-katalah dalam mazmur, kidung pujian dan nyanyian…..? bagaimana implementasinya? Apakah dalam berkata-kata dengan orang lain harus kita nyanyikan seperti  “OPERA” ??? artinya adalah bahwa perkataan yang nyaman ditelinga dan di dalam hati, pilihkan kata bijak, penuh syukur, positif dan rendah hati.

Dalam ibadah itu ada dialog, hidup kita penuh dengan pujian, dalam kata-kata. Kalau didengar orang, nyama. Kata-kata orang  beriman seperti nyanyian lembut yang enak di dengar, nyaman di hati, dan penuh dengan pujian bagi Tuhan. Itu kita bisa cek bagaimana komunikasi kita dengan teman kos, teman kampus, dll. Artinya bahwa orang yang berhikmat kata-katanya menyejukkan.

 3. JADIKAN HIDUPMU DIPAKAI TUHAN

Berikan hidupmu untuk dipakai Tuhan untuk mengajar dan memulihkan sesame dan Dunia, dengan mendoakan, memberitakan Injil, memberikan pelajaran berupa tindakan, menjadi contoh saat menghadapi kesulitan, dan siap juga memikul salib.. hidup kita adalah kesaksian kita. Kita dipakai Tuhan jadi contoh dan teladan buat kehidupan, bagaimana menghadapi kesulitan. Karena kita punya energy lain. Karena diberikan energy hidup.

 

HARI ULANG TAHUN

Pdt Paulus Lie

Minggu 19 Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: