KEKUATAN INJIL DALAM PERTAMBAHAN USIA

Oleh Philip Kopeuw

Flavouw FSelasa 1 Mei 2012 – Jam 10.00 wip

 Hari ini 1 Mei 2012 adalah Ulang Tahun ke-86 dari GKI Jemaat INRI Phulende Kampung Ifar Besar Sentani Jayapura Papua Indonesia. Dengan perjuangan yang berat, para syamas, penginjil bertahan, berjuang agar Injil eksis di Phulende pulau Ajau kampung Ifar Besar. Bagaimanakah kabar baik ini bisa merubah kehidupan orang Sentani tengah. Dalam kitab Roma pasal 1 ayat 16 dan 17 berbunyi: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata Kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘orang benar akan hidup oleh Iman”.

Sejak tanggal 1 bulan Mei tahun 1926 – 1 Mei 2012, tahun-tahun berubah, situasi dan kondisi berubah. Kita yakin bahwa bapak-bapak dan ibu-ibu yang rambutnya sudah berwarna putih pasti tahu bagaimana Guru Injil Bapak Daud Pekade masuk ke pulau Ajau di Phulende ini. Ada kisah yang ditinggalkan. Ada kebanggaan yang ditinggalkan. Ada motivasi yang ditinggalkan. Hari ini 1 Mei 2012 kita merayakan Ulang Tahun GKI INRI Phulende yang ke-86 tahun dan juga 1 tahun GKI Jemaat INRI Phulende pindah ke gedung gereja yang baru.

Dalam nats yang dikutip diatas, Rasul Paulus hendak menunjukkan kepada kita betapa hebat  kekuatan Injil dalam merubah hidup dan kehidupan manusia. Kita semua boleh hidup sampai saat ini karena kita percaya bahwa Injil adalah Kekuatan Allah. Hari ini Jemaat GKI INRI Phulende bertambah 1 tahun lagi usia menjadi 86 tahun. Dalam usia seperti ini kita dapat menilai, apakah ada perubahan yang terjadi dalam pribadi, karakter dan kehidupan jemaat ini? Orang-orang tua yang bekerja di gereja ini telah menjaga Injil itu hingga berkat turun ke atas anak-cucunya. Mereka telah mengukir sejarah yang kecil, tapi punya dampak yang besar. Jika umur manusia 86 tahun itu berarti kegantengan dan kecantikannya sudah hilang dan yang tinggal hanyalah hikmatnya saja.

Dalam Kitab Efesus pasal 5 ayat 8 sampai 10 berbunyi: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.” Guru Daud Pekade meminta kepada orang Sentani membuang hal-hal yang tidak baik, dan mengambil dan melakukan yang baik saja, tapi kenyataannya masih ada yang memegang hal-hal yang tidak baik dalam hidup mereka. Sampai saat ini, akibatnya kita mau maju tidak bisa. Nemun demikian, hari ini haruslah kita miliki kerinduan untuk maju. Itu sebabnya, gereja telah mengadakan siding hingga dua kali untuk menyusun pengurus gereja yang baru.

Ada beberapa anak muda yang dulu ikut bekerja bangun gereja ini, saat itu mereka belum punya pekerjaan tetap. Namun, sekarang mereka sudah mempunyai pekerjaan tetap. Mereka telah melihat dan merasakan kuasa Tuhan. Dengan bangga kita bisa mengatakan bahwa ini semua karena berkat dan karya Allah.

Keluarlah dari gelap kepada terangNya yang ajaib. Firman Tuhan katakana demikian sejak 86 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini masih banyak orang yang tinggal dalam kegelapan. Mereka tinggal dalam kegelapan mungkin supaya tidak terlihat perbuatan dosa mereka? Tapi saat ini, sekaranglah waktunya mari kita tinggal di dalam terangNya Allah, supaya Allah terus memberkati kita, anak-anak kita dan cucu-cucu kita. Terang Kristus Yesus selama 86 tahun boleh nyata diseluruh Jemaat GKI INRI Phulende. Mengapa hari ini kita lebih menghargai Guru Daud Pekade dari pada Dia yang mengutus Guru tersebut. Yang mengutus guru Daud tidak kita hargai. Kalau kita bisa menghargai Guru Daud Pekade, itu berarti kepada Tuhan juga kita harus memberikan penghormatan dan penghargaan yang lebih lagi.

Bapa-bapa kalau bangun pagi cari siapa? Cari Tuhan atau cari ibu? Kebanyakan tidak cari Tuhan tetapi cari istrinya. Bapa-bapa dan Ibu-ibu dulu nakalnya beda dengan nakalnya anak-anak jaman sekarang ini. Orang-orang tua dulu bisa hidup lama sekali sampai umur 70 – 100 tahun lebih. Namun beda dengan pemuda generasi masa kini, umur hidup dan mati mereka paling tinggi  berkisar antara 30 – 50 tahun saja.

Injil telah mengantar kita untuk perubahan yang baik. Untuk menjadi baik dimata sesame. Mari kita koreksi diri kita. Kalau masih ada kekurangan dan kelemahan dalam diri kita, mari kita benahi. Perayaan Ulang Tahun hari ini mendadak jadi yang mewah, karena tahun lalu perayaannya terlalu akbar dan termasuk mewah sekali. Anak kecil yang umur 1 tahun acara Ulang Tahunnya dapat dirayakan sama mewahnya dengan orangtua yang berusia 100 tahun. Hal ini menyatakan kasih Tuhan yang besar dan hal itupun harus dinyatakan dalam keluarga.

Mari kita wujud nyatakan dalam keluarga, lalu kita bawa keluar untuk orang lain. Agar kita semua boleh menjadi berkat di hari-hari yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: