MENGAPA TUHAN MENJADIKAN KITA PEREMPUAN

Oleh Philip Kopeuw

Flavouw Sentani Jumat 4 Mei 2012 – Jam 10:00 wip

Judul diatas ini merupakan sebuah materi yang disampaikan dalam Ibadah Persekutuan Oikumene Perempuan Ifar Besar (POPIB) di Gereja Advent Flavouw. Jumlah perempuan Ifar Besar yang hadir sekitar 110 orang. Jumlah kehadiran ini dibandingkan dengan jumlah kehadiran pada ibadah perdana di GKI INRI Phulende 4 bulan lalu sekitar 160 orang. Itu berarti, data ini menunjukkan terjadi penurunan jumlah kehadiran dan keterlibatan perempuan Ifar Besar dalam ibadah POPIB. Sekalipun demikian, Ibadah-ibadah POPIB yang terus secara rutin diselenggarakan memberi dampak yang positif dan besar dalam menambah pemahaman dan pengetahuan Alkitab kepada perempuan Ifar Besar tentang bagaimana “Perempuan Menjadi Berkat”, dalam rumah tangga maupun masyarakat.

Hari ini adalah ibadah POPIB yang ke-4 dengan mengambil thema khotbah yaitu “mengapa Tuhan menjadikan kita perempuan?”. Ini adalah judul yang sangat menarik untuk dibahas dan di bagikan kepada semua perempuan Ifar Besar. Adalah rugi jika tidak hadir dan tidak mendengarkan pembahasan Firman Tuhan tentang bagian ini.

Sejak dahulu kala dan bahkan sampai sekarang, perempuan memegang peranan yang amat sangat penting dalam siklus kehidupan manusia. Perempuan mempunyai tugas rutin, yakni melahirkan, mengurus anak dan mengurus suami. Inilah gambaran siklus kehidupan wanita. Wanita dengan ciri monotonitas.

WANITA DITINJAU DARI SEGI FISIK

 Ditinjau dari segi fisik, wanita berada dibawah kekuatan yang dimiliki kaum pria. Hal ini bicara mengenai otot. Bicara tentang daya tahan, penderitaan fisik, wanita lebih kuat bertahan, wanita juga lebih kuat bekerja dibanding pria. Itu sebabnya perusahaan di kota-kota besar banyak merekrut tenaga kerja wanita. Dari hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa, wanita mempunyai kemampuan yang lebih, hal ini terjadi karena pengaruh hormon yang terdapat dalam tubuh wanita dan pria. Tuhan sudah menciptakan suatu hormon pada pria yaitu hormon progesteron, sehingga pria mereka kuat untuk mengangkat beban berat, walaupun dengan tiba-tiba, tetapi mereka tidak tahan untuk lama bekerja.

 MENGAPA ALLAH MENJADIKAN WANITA

 Wanita adalah ciptaan ajaib. Mereka menjalani siklus 4M, yakni: Menstruasi, Mengandung, Melahirkan dan Menyusui. Mengapa Allah menjadikan wanita? Jawabannya adalah Untuk menolong suami; Untuk meneruskan keturunan. Alkitab berkata: beranak-cuculah, penuhila bumi dan taklukkanlah; Untuk mendidik dan merawat anak dan Untuk menolong masyarakat disekitarnya.

 Wanita menjadi penolong suami, sebab suami adalah kepala keluarga. Jangan dibalik, istri jangan berlaku sebagai kepala keluarga, karena ada juga yang istrinya bekerja dan suaminya tidak bekerja. Bagaimanapun status pekerjaan istri, suami tetap harus diharga sebagai kepala keluarga. Inilah tujuan Allah supaya istri menjadi penolong bagi suami.

Menolong suami sebagai wanita yang cakap (Amzal 31:10) cakap mengurus suami, cakap mengurus anak-anak, dan cakap mengurus masyarakat. Seorang wanita yang sudah menikah wajib menjaga keutuhan rumah tangga agar tetap bahagia.

Ketika Tuhan datang kembali, apa yang mau kita bawah ke sorga? Bukan harta benda, tapi yang bisa kita bawah adalah keluarga kita (suami, istri dan anak-anak). Apakah rumah tangga di dunia ini yang senang-senang saja? Tidak ada rumah tangga yang hidup senang-senang saja. Itu omong kosong, karena tidak ada rumah tangga yang tidak ada salah faham.

Istri yang tidak mau pusing dengan suami hati-hati. Jangan sampai suami cari wanita idaman lain (WIL) diluar sana. Gaya hidup seorang wanita juga akan menentukan bagaimana kehidupan rumah tangganya. Penuhilah kebutuhan suami. Jangan suami pulang dari kantor lihat istrinya tidak bersih. Cobalah dan berusahalah sebagai istri yang selalu tampil bersih, cantik dan menarik. Ingat yang terpenting adalah layani suami baik-baik. Perhatikan kalau suami marah-marah, lalu coba tanya diri sendiri. Ada salah Anda dimana? Apa yang kurang pada Anda? Bagi laki-laki hanya sedikit saja masalah, itu bahaya besar bagi wanita. Sebab masalah yang kecil ini dapat dijadikan alasan kuat untuk tidak memperkeruh suasana rumah tangga.

Wanita juga harus merasakan panggilan untuk melayani, itu berarti wanita juga perlu menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Wanita pada jaman Perjanjian Lama (PL) dalam Kitab Hakim-Hakim 4:8-9 berberbunyi: “Jawab Barak kepada Debora: Jika engkau turut maju, maka akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju maka akupun tidak maju. Kata Debora: Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapatkan kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan. Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kadesy. Dari catatan sejarah menunjukkan bahwa Allah mau memakai wanita atau perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat untuk menjadi berkat.

Wanita pada jaman Perjanjian Baru (PB) dijelaskan dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:17-18 berbunyi : “Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikian Firman Tuhan-Bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas semua manusia: maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat… juga ke atas hambaku laki-laki dan perempuan akan kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat”. Allah mau memakai wanita dalam pelayanan. Apa arti bernubuat? Perempuan juga bernubuat. Dalam Kitab 1 Korintus 14:3-4b berbunyi :”Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia,  ia membangun, ia menasehati, dan menghibur. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, siapa yang bernubuat ia membangun jemaat”. Bernubuat artinya menjadi berkat untuk membangun rumah tangga, membangun jemaat, saling menasehati dan menghimpun.

Wanita yang tua mari nasehati wanita yang muda atau yang baru menikah. Siapa yang pergi menghibur kalau ada orang lain yang dilanda duka? Wanita dikenal dengan suka mengosip, menurut penelitian biasa wanita kalau berkumpul dan bicara antara 15 – 20 bicaranya masih baik-baik saja, lebih dari itu wanita biasanya saling menceritakan kejelekan orang lain (menggosip). Padahal sebagai wanita Kristen yang baik harus menjadi penasehat dan penghibur. Kitab Roma 16: 1, 3, 6 berbunyi:”Aku minat perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea; Sampaikan salam kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerja dalam Yesus Kristus; dan Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu”. Wanita-wanita yang terlibat dalam pelayanan. Wanita sangat berperan aktif sekali dalam pelayanan pekabaran Injil. Ayat ini menjelaskan tentang perempuan-perempuan yang menopang serta membantu pelayanan.

Sebagai orang Perempuan Sentani secara khusus dan orang Sentani secara umum, kalau soal bantu-membantu, orang Sentani sosialnya sangat tinggi dan tidak diragukan lagi. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena sudah menjadi karakter dan budaya orang Sentani. Dan kita perlu angkap topi dan salut kepada mereka, karena mereka beda dengan orang dan budaya luar lainnya. Bukti riilnya seperti: sering dibuat acara  makan sumbang untuk biaya studi anak-anak, sumbangan pembangunan gedung gereja, untuk pernikahan, untuk pembayaran maskawin, dan sebagainya. Untuk perempuan sentani untuk soal bantu-membantu hal ini tidak diragukan. Filipi 4:2, 4, dan 5 berbunyi: “Euodia kunasehati dan Sinthike kunasehati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan; Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah; Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.

Sebagai Tua-Tua Jemaat Wanita. Usaha-usaha wanita diatas menunjukkan bahwa adanya emansipasi wanita. Amsal 31:10-31 menjelaskan tentang 4 sisi wanita, yakni: (1) Istri yang cakap terhadap suami; (2) Wanita yang berkarakter; (3) Ibu yang bertanggungjawab terhadap anak; dan (4) Wanita yang melayani pekerjaan Tuhan.

 Seorang sahabat rohani kita, Ny. E.G. White hanyalah lulusan kelas III Sekolah Rakyat (SR), tapi sekarang menjadi penulis buku, dan bukunya telah banyak beredar dan dipakai. Seorang pengubah lagu Fanny Crossby pengarang lagu “amazing grace” adalah wanita buta yang dipakai Tuhan untuk menulis lagu-lagu.

Sebagai wanita, marilah kita siapkan diri. Tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kita satu dalam Kristus. Jadilah seorang wanita pendoa. Jangan terlalu sibuk. Ambilah waktu untuk bersemedi atau bersaat teduh kepada Tuhan, karena wanita paling banyak memikul beban dan masalah. Banyak masalah yang para wanita hadapi. Dalam 1 Petrus 3:7 berbunyi: “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Wanita sebagai ratu tak bermahkota. Pahala wanita Allah mencatat dengan tinta emas. Jalan seorang wanita ditaburi bunga-bunga, tapi bunga-bunga itu tumbuh dibelakang langkahnya, bukan di depan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: