TRIK-TRIK DALAM MEMPERLANCAR PROSES PEMBAYARAN HARTA MASKAWIN DAN HARTA KEPALA DALAM ADAT SENTANI

1024×768

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Oleh Philip Kopeuw

 

Kamis, 17 Mei 2012 – Jam 09:04 wip

 

Trik-trik dalam memperlancar proses pembayaran harta maskawin maupun harta kepala (yun), saya peroleh dari orang tua saya Bapa ade Enos Kopeuw. Bapa ade Enos Kopeuw ini cukup berpengalaman dalam bekerja sebagai pesuruh (abhu akho) pada keluarga suku Ibhu (marga Yoku), rakhelebei (marga Yoku) maupun aluakha (marga Taime). Dari pengalaman dan paktek beliau, ada beberapa trik menarik yang ia sampaikan dalam perbincangan kami dibawah sebuah pondok disamping halaman rumah kami di Yolonggo Fea jalan padang pasir flavouw Sentani. Trik-trik tersebut adalah:

 

 

 

1.      Sebelum hari “H” atau sebelum hari pelaksanaan pembayaran maskawin atau harta kepala, abhu akho (pesuruh) ataupun pihak keluarga terlebih dahulu sudah mengunjungi pihak keluarga penerima untuk menunjukkan manik-manik dan tomako batu, dan meminta kepada mereka kira-kira mana yang mereka pilih untuk diambil pada hari pelaksanaan pembayaran tersebut. Untuk itu, biasanya sudah ada pesan titipan bahwa setelah pembayaran, salam temple berupa uang dalam amplop akan diantar kepada beliau sebagai penerima. Soal jumlah tergantung kesanggupan. Biasa diatas 300 ribu sampai 1 juta rupiah.

 

2.      Sebelum hari “H”, sesame abhu akho (pesuruh) sudah harus membangun komunikasi dan kerja sama. Abhu Akho dari pihak yang akan membayar, terlebih dahulu sudah harus bertemu dengan abhu akho dari pihak penerima untuk membahas pola apa yang akan dimainkan untuk kelancaran proses pembayaran maskawin dan harta kepala (yun). Biasanya terlebih dahulu dilakukan pendekatan apakah dengan mengajak makan bersama atau minum bersama (biasanya beer). Setelah itu diberikan amplop dan kemudian dibuat kesepakatan-kesepakan untuk pelaksanaan prosesi pembayarannya.

 

3.      Hal penting ketiga adalah, perlu diperhatikan agar proses pembayaran dengan manik-manik dan tomako batu semuanya harus “melalui jalur”. Kalau melalui jalur biasa akan cepat pelaksanaannya. Kalau tidak melalui jalur, sekalipun manik-manik dan tomako batunya bagus, bagi abhu akho yang tahu dia akan mengembalikan, sebab tidak melalui jalur. Jalur ini bicara harga diri dari pihak menerima. Artinya, pihak penerima harus menerima sesuai dengan harga dirinya. Dia tidak bisa menerima dari orang lain yang tidak sesuai dengan derajad status pembayar dan penerima. Misalnya, penerima harus mendapatkan manik-manik dan tomako batu dari seorang Khoselo, berarti haruslah manik-manik dan tomako batu itu diambil atau diserahkan oleh koselo sendiri, tidak bisa oleh orang. Biar orang lain menamakan atas nama koselo tetap akan ditolak. Itu sebabnya penting sekali point 1 dan 2 juga diperhatikan dalam hal ini.

 

4.      Ketika prosesi pembayaran untuk menjaga harga diri, Koselo atau pihak yang membayar tidak boleh beranjak dari tempat duduknya. Sekalipun ada ajakan, biarkan saja keluarga atau family lain yang mengurusnya. Jangan diikuti. Sebab kadang kesempatan itu bisa digunakan untuk menjatuhkan harga diri seseorang. Misalnya saat Koselo/mereka sedang pergi posisi untuk menaruh manik=manik da tomako batu digantikan oleh orang lain.

 

5.      Pada saat prosesi pembayaran, semua keluarga harus duduk di dekat koselo. Tidak boleh jauh-jauh. Semuanya harus dalam satu kelompok. Sehingga mempermudah untuk komunikasi dan kelancaran prosesi pembayaran maskawin tersebut. Dalam artian, kalau ada manik-manik atau tomako batu yang dikembalikan, maka family dengan sangat mudah untuk mengatasinya. Dengan demikian point 1, 2, 3, 4 semua akan menjadi sempurna dan berjalan dengan lancer dan terkendali hingga tuntas.

 

1024×768

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Oleh Philip Kopeuw

Kamis, 17 Mei 2012 – Jam 09:04 wip

Trik-trik dalam memperlancar proses pembayaran harta maskawin maupun harta kepala (yun), saya peroleh dari orang tua saya Bapa ade Enos Kopeuw. Bapa ade Enos Kopeuw ini cukup berpengalaman dalam bekerja sebagai pesuruh (abhu akho) pada keluarga suku Ibhu (marga Yoku), rakhelebei (marga Yoku) maupun aluakha (marga Taime). Dari pengalaman dan paktek beliau, ada beberapa trik menarik yang ia sampaikan dalam perbincangan kami dibawah sebuah pondok disamping halaman rumah kami di Yolonggo Fea jalan padang pasir flavouw Sentani. Trik-trik tersebut adalah:

 

1.      Sebelum hari “H” atau sebelum hari pelaksanaan pembayaran maskawin atau harta kepala, abhu akho (pesuruh) ataupun pihak keluarga terlebih dahulu sudah mengunjungi pihak keluarga penerima untuk menunjukkan manik-manik dan tomako batu, dan meminta kepada mereka kira-kira mana yang mereka pilih untuk diambil pada hari pelaksanaan pembayaran tersebut. Untuk itu, biasanya sudah ada pesan titipan bahwa setelah pembayaran, salam temple berupa uang dalam amplop akan diantar kepada beliau sebagai penerima. Soal jumlah tergantung kesanggupan. Biasa diatas 300 ribu sampai 1 juta rupiah.

 

2.      Sebelum hari “H”, sesame abhu akho (pesuruh) sudah harus membangun komunikasi dan kerja sama. Abhu Akho dari pihak yang akan membayar, terlebih dahulu sudah harus bertemu dengan abhu akho dari pihak penerima untuk membahas pola apa yang akan dimainkan untuk kelancaran proses pembayaran maskawin dan harta kepala (yun). Biasanya terlebih dahulu dilakukan pendekatan apakah dengan mengajak makan bersama atau minum bersama (biasanya beer). Setelah itu diberikan amplop dan kemudian dibuat kesepakatan-kesepakan untuk pelaksanaan prosesi pembayarannya.

 

3.      Hal penting ketiga adalah, perlu diperhatikan agar proses pembayaran dengan manik-manik dan tomako batu semuanya harus “melalui jalur”. Kalau melalui jalur biasa akan cepat pelaksanaannya. Kalau tidak melalui jalur, sekalipun manik-manik dan tomako batunya bagus, bagi abhu akho yang tahu dia akan mengembalikan, sebab tidak melalui jalur. Jalur ini bicara harga diri dari pihak menerima. Artinya, pihak penerima harus menerima sesuai dengan harga dirinya. Dia tidak bisa menerima dari orang lain yang tidak sesuai dengan derajad status pembayar dan penerima. Misalnya, penerima harus mendapatkan manik-manik dan tomako batu dari seorang Khoselo, berarti haruslah manik-manik dan tomako batu itu diambil atau diserahkan oleh koselo sendiri, tidak bisa oleh orang. Biar orang lain menamakan atas nama koselo tetap akan ditolak. Itu sebabnya penting sekali point 1 dan 2 juga diperhatikan dalam hal ini.

 

4.      Ketika prosesi pembayaran untuk menjaga harga diri, Koselo atau pihak yang membayar tidak boleh beranjak dari tempat duduknya. Sekalipun ada ajakan, biarkan saja keluarga atau family lain yang mengurusnya. Jangan diikuti. Sebab kadang kesempatan itu bisa digunakan untuk menjatuhkan harga diri seseorang. Misalnya saat Koselo/mereka sedang pergi posisi untuk menaruh manik=manik da tomako batu digantikan oleh orang lain.

 

5.      Pada saat prosesi pembayaran, semua keluarga harus duduk di dekat koselo. Tidak boleh jauh-jauh. Semuanya harus dalam satu kelompok. Sehingga mempermudah untuk komunikasi dan kelancaran prosesi pembayaran maskawin tersebut. Dalam artian, kalau ada manik-manik atau tomako batu yang dikembalikan, maka family dengan sangat mudah untuk mengatasinya. Dengan demikian point 1, 2, 3, 4 semua akan menjadi sempurna dan berjalan dengan lancer dan terkendali hingga tuntas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: