KNPI MENJADI SUARA TUHAN

Oleh Philip Kopeuw

Yogyakarta, Selasa 21 Agustus 2012 – Jam 01:55 wib

 Ide ini muncul dari perbincangan di angkrigan (warung kecil dengan gerobak di pingir2 jalan Daerah Istimewah Yogyakarta).  Rupanya dalam perbincangan itu ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Tentang seseorang yang menjadi Suara Tuhan. Selain itu, saya juga mendengar langsung beberapa orang besar mengatakan, wah itu PNS ini dan itu saya yang urus dari sini (Jawa) untuk kerja di Jayapura tau kami Tes di Depdiknas Pusat dan ditugaskan sebagai guru di Kalimantan. Pimpinan itu teman saya, sehingga anak saya ini dan itu bisa di terima kerja jadi PNS di sana. Rupanya Indonesia bisa diatur oleh orang-orang yang punya jaringan dan menguasai informasi dengan baik dan mengenal orang-orang di penting di pusat pengambilan keputusan baik di tingkat nasional, dan daerah (provinsi, kabupaten/kota). Ada lagi orang yang bisa punya informasi begitu lengkap tentang analisis kebutuhan pegawai tiap tahun di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu saja, besar kecilnya persentase kebutuhan pegawai dia tahu. Selanjutnya jangka waktu kebutuhan akan bidang-bidang tertentu bisa dianalisa. Dengan demikian, arah studi bisa ditentukan sejak dini. Saya rasa di Papua bahkan Kabupaten Jayapura kita belum punya orang-orang hebat yang bisa menyediakan informasi-informasi terbaik untuk anak-anak muda kita. Itu sebabnya saya coba mengangkat ide ini untuk direnungkan oleh kita semua khusus para pengurus KNPI Kabupaten Jayapura. Jadilah Suara Tuhan bagi anak-anak muda di Kabupaten Jayapura.

 Pengangguran di Kabupaten Jayapura terus mengalami peningkatan. Kenapa terjadi pengangguran? Karena keluaran (output) pendidikan baik SMP, SMA, maupun Sarjana tidak siap kerja. Ini kita bicara khusus seputar anak-anak muda Kabupaten Jayapura saja. Arah dari setiap lulusan itu tidak jelas, mau jadi apa setelah tamat sekolah, atau mau kerja apa setelah lulus. Sebagian besar mengharapkan jadi PNS, sebagian lagi ingin jadi Tentara atau Polisi. Sebagian lagi tidak tahu mau jadi apa? Tapi coba renungkan, di atas tanah sendiri berapa persenkah anak-anak Tanah asli Jayapura menjadi PNS? Ternyata sangat Ironis sekali melihat kenyataan ini. Apakah kita kurang pintar? Apakah kita tidak belajar dengan baik? Apakah kita tidak ingin bekerja dengan segera, apapun itu? Apakah orientasi kita waktu belajar dulu, salahkah? Apakah guru-guru tidak pernah mengajarkan kita dengan baik? Apakah guru-guru kita juga tidak tahu apa yang harus mereka ajarkan, supaya kita menjadi anak-anak muda yang berhasil kelak? Ataukah semua yang terjadi di atas Tanah kita adalah faktor kesengajaan, untuk menambah rasa sakit di hati dan pikiran sebagai pemicu demonstrasi menuntut “Merdeka”?

Sadar atau tidak sadar, pos-pos ojek dikuasai oleh pemuda dari daerah lain. Pos-pos mobil rental didominasi oleh pemuda dari daerah lain? Keberanian mengadakan demonstrasi untuk merdeka secara Independent di dominasi oleh saudara kita yang lain? Los-los di pasar dikuasai oleh pemuda/i dari daerah lain? Karyawan-karyawan toko, mall dan karyawan agen-agen travel dikuasai oleh orang lain? Hallou anak-anak kabupaten Jayapura, kenapa kita hanya menonton saja? Lihatlah Tukang-tukang parkir dijaga oleh orang lain. Apakah karena gensi kita terlalu tinggi, sehingga sulit untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan itu? Ingat dan sadarlah bahwa tidak ada pekerjaan yang hina. Ini persoalan prinsip dan sudut pandang saja.

Dalam kaca mata saya, seperti yang saya uraikan diatas, hal-hal itu saja menunjukkan ada banyak sekali lahan pekerjaan yang tersedia bagi anak-anak Kabupaten Jayapura. Kenyataannya terkini kita sebenarnya adalah pemain sesungguhnya yang tidak sadar. Pemilik dan pekerja sebenarnya di atas tanah kita sendiri. Namun kenyataan berbicara lain. Kita malah memilih dan terlena jadi penonton yang bisa melihat saja tanpa bisa berpikir. Sadar atau tidak penduduk di Kabupaten Jayapura semakin bertambah banyak, rumah-rumah kos dan kontrakan penuh semua dengan para migrasi antar daerah, kendaraan semakin padat, jalan-jalan semakin sempit, udara semakin tinggi tingkat polusinya.

Melihat kondisi ini, pertanyaan saya adalah bisakah KNPI Kabupaten Jayapura berbuat sesuatu untuk meminimalisir pengangguran anak-anak muda di Kabupaten Jayapura. Bisakah KNPI Kabupaten Jayapura MENJADI SUARA TUHAN? Saya tidak bicara soal menjadi Tangan Tuhan, ini cukup hanya dengan menjadi suara Tuhan saja. Bisakah? Pasti anda bertanya, bagaimana KNPI bisa jadi suara Tuhan?  Sangat bisa. KNPI bisa menjadi penyelamat dan penolong bagi anak-anak muda di Sentani. Saya yakin bahwa setiap usaha untuk kebaikan akan menghasilkan kebaikan pula. Bagaimana KNPI menjadi suara Tuhan, itulah yang ingin saya utarakan di sini.

 KNPI Kabupaten Jayapura Menjadi Suara Tuhan adalah bagaimana KNPI bisa menjadi pemberi informasi terkini tentang banyak hal yang berguna bagi anak muda. Berbicara suara Tuhan biasanya ada kabar baik, ada perintah untuk dilakukan, ada larangan/tidak boleh dilakukan dengan konsekwensinya. KNPI harus pekah (membuka mata, membuka pikiran) terhadap perubahan dan masalah-masalah yang dihadapi maupun yang dibutuhkan kaum muda. Kumpulkan data setiap permasalahan yang dihadapi kaum muda, cari tahu bagaimana pemecahan setiap masalah tersebut? Kemana mencari informasi yang akuntabel? Siapa yang berkompeten yang bisa diundang atau dihubungi untuk memberikan informasi itu? Siapa target dari informasi itu? Kapan kegiatan itu dilaksanakan? Apa tujuan dari penyajian informasi itu? Bagaimana menggunakan wall facebook DPD KNPI Kabupaten Jayapura untuk membagi informasi penting.

Contoh kasus: Biasanya, anak-anak sekolah yang duduk di bangku SMP dan SMA sulit menentukan pilihan untuk lanjut ke sekolah mana atau kampus mana? Kadang kelanjutan sekolah hanya disesuaikan dengan arah cita-citanya, walupun ada juga yang hanya terpaksa saja sekolah. Di sini ada persoalan, yaitu kurangnya informasi. Informasi apa? Informasi tentang sekolah yang bisa tempuh oleh anak-anak didik ini ke depan, jika dilihat dari cita-cita dan juga dari lapangan kerja yang masih tersedia. Bagaimana mengetahui lapangan kerja yang masih tersedia? KNPI harus sudah mempunyai data tentang itu. Kerja kan tidak harus di Jayapura. Kerja bisa dimana saja? Kenapa orang daftar tes PNS di Jakarta bisa kerja di Puskesmas Sentani atau di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura? Tes PNS sekarang sudah berskala Nasional. Jadi sangat mungkin sekali Tes PNS di Sentani bisa kerja di Jakarta ataupun tempat lainnya. Dan untuk itu, KNPI harus pro aktif dalam menyediakan informasi sebagai suara Tuhan. Kegiatan ceramah ini bisa dilakukan diawal tahun ajaran atapun dalam acara-cara perpisahan serah terima siswa dari sekolah kembali kepada orang tua. Dengan informasi berharga, para lulusan SMP dan SMA bisa mendapatkan gambaran yang terkini sehingga dalam mengambil langkah selanjutnya tidak ragu lagi. Teknisnya hanya tinggal membangun kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Saya yakin maksud baik dari KNPI tidak akan ditolak dan akan segera direspon dengan sangat baik.

Bagaimana dengan para mahasiswa dan para sarjana? KNPI tetap dapat menjadi suara Tuhan. KNPI bisa buat seminar-seminar pencerahan tentang “wirausaha” atau mengundang para motivator atau bagian Badan Kepegawaian Negara untuk menyajikan informasi kebutuhan PNS maupun tenaga honorer seluruh Indonesia, atau mengundang PTFI dan perusahaan lain di Papua untuk sosialisasi kebutuhan tenaga kerja, kerja sama yang disediakan dan sebagainya. Dari sini, berkembang lagi, KNPI bisa dapat informasi dari Komandan AURI, Komandan AD, Komandan AL dan KAPOLDA tentang kebutuhan penerimaan CATAM, CABA dan Taruna AKABRI setiap tahun. Siapa tahu KNPI juga mendapat jatah siswanya atau Tarunanya. Kemungkinan-kemungkinan masih sangat mungkin terjadi. Sebab TUHAN pasti turut campur tangan di dalamnya.

Selain itu, manfaatkan media masa untuk terus mengajak kaum muda untuk membuat pilihan-pilihan terbaik bagi hidupnya dalam meraih kesuksesan. KNPI dapat memanfaatkan wall Facebook untuk kepentingan tersebut.

Masalah mengatasi pengangguran, cari informasi di dinas perhubungan tentang Lokasi-lokasi Parkir yang masih bisa dikelola, apakah bisa Dishub mengadakan kursus menyetir bagi anak-anak muda kabupaten Jayapura langsung dengan SIM. Paling tidak anak-anak muda siap kerja jadi sopir.

Untuk menjadi SATPAM, barangkali menyediakan informasi tentang PUSDIKLAT SATPAM yang ada, atau bekerja sama dengan PEMKAB mengirim pemuda-pemuda untuk mengikuti pendidikan SATPAM supaya dapat sertifikat dan bisa digunakan untuk bekerja di berbagai tempat seperti di bank, bandara, hotel, dan sebagainya. Karena memang jarang ada SATPAM anak-anak Jayapura yang bersertifikat,  hanya masyarakat awan yang diterima untuk formasi SATPAM tetapi kebanyakan SATPAM di Jayapura adalah pensiunan Tentara atau Polisi.

Perlu juga dikumpulkan Informasi untuk menjadi karyawan toko kecil, besar ataupun mall karyawan tour and traveling, karyawan warnet, bengkel dan sebagainya. Alternatif pemecahan masalah ini hanya sebagai OPEN EYE dan OPEN MIND bagi kita, khususnya KNPI Kabupaten Jayapura. Hal ini bisa dilakukan KNPI dengan MENJADI SUARA TUHAN.

Berdasarkan uraian-uraian diatas ini, kita dapat simpulkan bahwa, KNPI Kabupaten Jayapura sangat mungkin sekali menjadi suara Tuhan bagi pemuda-pemudi di daerah kita. Saya juga yakin pemuda-pemudi kita juga sangat mengharapkan model kerja KNPI yang seperti. Semoga saja catatan ini berguna dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: