CARA BERPERANG SUKU SENTANI

Oleh Philip Kopeuw
0330 – Yogyakarta Minggu 24 Juni 2012 – Jam 08:34 wib

Sentani sendiri adalah salah satu Suku di Kabupaten Jayapura yang letaknya mudah di kenal dengan nama Danau Sentani. Mengapa suku sentani dikatakan memiliki kharisma pantekosta? Sebab pada jaman dahulu, kalau orang Sentani mau pergi berperang, mereka biasa mengumpulkan semua kaum lelaki. Pada saat mereka berkumpul, masing-masing pria membawa tifa di tangan kiri dan tombak di tangan kanan. Sebelum menuju medan pertempuran, mereka terlebih dahulu menari-nari sambil memuji dan memuja dewa mereka untuk memohon penyertaan dan pertolongan dewa dalam perang. Dalam tarian-tarian itu ada lagu-lagu yang dinyanyikan dengan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti, tetapi isi lagu-lagu itu biasa punya maksud tertentu. Coba saja Anda dengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan dalam tarian ada, apa ada yang yang bisa menterjemahkannya. Kebanyakan mereka hanya menyanyikan saja dan tidak tahu artinya.

Motto berperang orang Sentani adalah na phe ya emale na phe ya memale (Pergi utuh, pulang utuh, target tuntas, kemenangan di tangan). Irama tifa perang mulai diperdengarkan ke seluruh sudut kampung. Pada klimaksnya pemimpin atau panglima perang akan keluar dan menyampaikan apa yang harus mereka lakukan ketika maju ke medan perang. Misalnya saja: panglima perang mengatakan: bahwa perang kali ini haruslah kita melenyapkan 10 orang atau 10 kepala dari kampung A. Setelah itu, pagi-pagi buta mereka sudah mengepung dan membunuh sesuai dengan rencana. Lalu mereka dapat kembali ke kampung mereka. Kisah-kisah nyata perang yang pernah terjadi bisa didengar dari para tua-tua kampung ataupun orang-orang yang sempat diceritakan kisah perang suku sentani pada jaman dahulu. Bagi yang sudah menikah, kalau mau pergi perang, tidak boleh tidur dengan istrinya (tidak boleh berhubungan badan dengan istri). Kalau tidur maka ia akan mati duluan dalam perang tersebut. Budaya ini oleh sebagian orang masih terus digunakan tetapi dalam bentuk lain, misalnya: kalau ada pertandingan sepak bola besok, jangan tidur malam ini dengan istrinya; kalau mau berburu jangan tidur dengan istrinya supaya daat hasil, sampai-sampai ada yng dibawah ke pelayanan di dalam gereja, kalau hari minggu mau pelayanan hari sabtu jangan tidur dengan istrinya.

Ada lagi tentang bagaimana cara berperang dengan menggunakan perahu (ifa-perahu kaum lelaki Sentani).Panah orang Sentani, terbang tak berapi tapi setelah mengenai sasaran langsung menyalah. Kenapa bisa? Itulah kelebihan orang Sentani.
Berbicara mengenai perang maka tidak terlepas dari strategi perang yang dipakai dalam suatu peperangan. Kata strategi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani strategos, yang secara sempit dirumuskan sebagai “seni seorang jenderal”. Istilah itu muncul karena pada mulanya strategi berkaitan dengan siasat militer bagaimana seorang jenderal berusaha mengelabui musuh, dan membagi-bagi pasukannya dalam perang.

Dalam teori perang, strategi dan taktik umumnya ditempatkan dalam dua kategori yang berbeda. Dua bidang ini secara tradisional dirumuskan menurut dimensi yang berbeda. Strategi berkenaan dengan ruang yang luas, jangka waktu yang lama, serta gerak militer besar-besaran; sedangkan taktik merupakan aplikasi dari strategi.
Dengan demikian, strategi diartikan prelude (pendahuluan) sebelum terjun ke medan pertempuran, sedangkan taktik adalah kegiatan di medan perang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: