CINTA SEDERHANA

Oleh Philip Kopeuw
Yogyakarta, Minggu 22 Juli 2012 – Jam 00:35 wib

Catatan ini saya ketik ulang dari warta jemaat GKI Gejayan tertanggal 29 Agustus 2010. Sebagai seorang pembelajar yang baik, saya tidak pernah berhenti menulis dan belajar menulis. Menulis kembali ini merupakan bagian dari cara saya mempelajari bagaimana orang menulis sekaligus menyebarluaskan kisah kepada orang banyak.

Weekend pasutri boleh berlalu dengan cepat tetapi makna keluarga yang merdeka didasarkan pada cinta yang sederhana terus mengalir di dalam kehidupan para peserta. Cinta memang menjadi sesuatu yang dirindukan dan dinantikan setiap saat, tetapi banyak manusia yang kecewa karena cinta yang mereka inginkan tidak pernah ditemukan sehingga kadangkala ada yang melakukan tindakan-tindakan negatif.

Untuk memahami cinta terlebih dahulu kita harus mengerti empat sifat dasar dari seni mencintai menurut Anthony de Mello sehingga dengan memahami ini kita semakin dibangun dan dibentuk di dalam kehidupan sehari-hari baik di tengah masyarakat maupun berjemaat. Sifat-sifat dasar dari seni mencintai, tidak membeda-bedakan seperti sebatang pohon yang rindang tanpa pilih kasih memberikan tempat teduh kepada setiap orang bahkan kepada mereka yang bersiap-siap menebangnya (seperti Allah yang menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi orang baik maupun orang jahat). Cuma-Cuma, seperti bunga mawar yang menebarkan keharumannya begitu saja tanpa peduli ada atau tidak ada yang mencium keharumannya. Ketidaksadaran diri seperti cahaya pelita/lampu yang terus bersinar tanpa peduli bermanfaat atau tidak. Bebas, bunga mawar menebarkan keharumannya secara bebas tanpa dikendalikan oleh siapapun, tanpa paksaan.

Tidak membeda-bedakan, Cuma-Cuma, ketidaksadaran diri dan bebas harus dilaksanakan, memang sulit tapi tak mustahil, berat tapi bukan tidak mungkin. Mencintai memang tidak mudah namun siapa dengan setia, berani dan mempunyai kerendahan hati, masuk ke dalam jalan perjuangan mencintai Tuhan, sesama dan dunia, pada akhirnya dapat berucap “bahwa dalam hidup adalah Indah”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: