EVALUASI PENULISAN SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI TEOLOGI AGAMA KRISTEN (PTTAK)

Oleh Pilipus M Kopeuw )*

ABSTRAKSI : Setiap perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program strata satu (S1) mewajibkan mahasiswanya menulis skripsi pada akhir studi. Secara klasik semua perguruan tinggi mempunyai buku pedoman penulisan skripsi. Demikian halnya dengan Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) mempunyai buku tersebut. Buku itu disusun berdasarkan pedoman penulisan skripsi dari Dirjend Bimas Kristen Departemen Agama RI yang kemudian disesuaikan dengan kemampuan rata-rata dosen PTTAK dalam bidang penelitian. Sejak PTTAK eksis belum pernah diadakan analisis untuk mengevaluasi kualitas skripsi yang ditulis dalam bentuk jurnal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas penulisan skripsi di PTTAK, hasilnya kemudian digunakan untuk meningkatkan kualitas penulisan skripsi, kualitas dosen pembimbing, kualitas penelitian jurusan dan kualitas penelitian lembaga PTTAK. Analisis kualitas skripsi ini ingin menyelidiki pokok dan antarbagian sistematika dalam hal-hal menyangkut penulisan skripsi.
Skripsi dikatakan berkualitas apabila sistematika penulisan skripsi yang digunakan tepat, metodologi penelitian yang digunakan benar, mahasiswa tidak bingung dalam menerima bimbingan, dosen dapat memberikan bimbingan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, serta dosen yang menjadi pembimbing yang kompeten di bidangnya.
Analisis kualitas skripsi ini bersumber dari buku pedoman penulisan skripsi, kurikulum mata kuliah metodologi penelitian, dan mata kuliah statistika yang diterbitkan oleh Dirjend Bimas Kristen Departemen Agama RI. Dengan demikian diharapkan dapat diketahui kualitas penulisan skripsi di PTTAK.
Pada Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) terdapat tiga (3) jurusan, yaitu, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK), Jurusan Teologi dan Jurusan Musik Gereja.

Kata Kunci: kualitas skripsi, kualitas dosen pembimbing, kualitas penelitian lembaga PTTAK

PENDAHULUAN

Perguruan tinggi di Indonesia mengemban tiga dharma atau tugas, yaitu (a) tugas pendidikan, (b) tugas penelitian, dan (c) tugas pengabdian kepada masyarakat. Tenaga pengajar sebagai unsur utama dalam kegiatan akademik di kampus, juga mengemban ketiga tugas itu sekaligus. Karena itu merupakan hal yang sangat penting, maka setiap tenaga pengajar selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya dalam melaksanakan ketiga tugas tersebut. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu, perkembangan teknologi, serta kebutuhan yang dihadapinya.
Dalam usaha meningkatkan suasana akademik di kampus serta dalam upaya memadai penyajian pengalaman belajar yang menumbuhkan sikap, kemampuan dan ketrampilan meneliti pada mahasiswa, metodologi penelitian merupakan hal yang esensial. Setiap mata kuliah diharapkan dapat menimbulkan kegairahan meneliti; setiap matakuliah selain mengembangkan penguasaan “materi” mata kuliah juga diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan sikap, kemampuan, dan ketrampilan meneliti pada mahasiswa. Dalam rangka upaya yang demikian itu penguasaan tenaga pengajar terhadap metodologi penelitian merupakan condition sine qua non. Dengan penguasaan yang mantap terhadap Metodologi Penelitian diharapkan para tenaga pengajar dapat menyertakan (menyisipkan) metode-metode penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dalam bidang yang sedang diajarkannya.
Penulisan skripsi biasanya dilaksanakan pada akhir studi dalam meraih gelar sarjana. Sehingga tertera tulisan pada cover skripsi yakni “untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana sesuai program studi. Penulisan skripsi merupakan suatu kegiatan penelitian ilmiah. “Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah, yaitu penelitian yang sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data empiris. Teori itu dapat diuji (dites) dalam hal keajegan dan kemantapan internalnya. Artinya, jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan di peroleh hasil yang ajeg (consistent), yaitu hasil yang sama atau langkah-langkah penelitian yang teratur dan terkontrol itu telah terpolakan dan sampai batas tertentu, di- akui umum. Pendekatan ilmiah menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir semua orang, karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi, bias, dan perasaan. Cara menyimpulkan bukan subyektif, melainkan obyektif (Sumadi Suryabrata, 2003:5).

1. Analisis Kualitas Skripsi

a. Pengertian.

Analisis adalah penguraian suatu pokok berbagai bagiannya dan penelaan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan (Depdiknas, 2005:43). Kualitas adalah tingkat baik buruknya sesuatu (Depdiknas, 2005:603). Skripsi adalah suatu karya ilmiah yang berisi hasil penelitian, baik penelitian lapangan maupun penelitian pustaka yang dilakukan oleh seorang mahasiswa sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Bobot skripsi untuk program pendidikan strata satu adalah : 6 SKS (Dirjen Bimas Kristen, 1996:1).
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka yang dimaksud dengan analisis kualitas skripsi adalah menguraikan pokok-pokok bagian yang berkaitan dengan skripsi dan melihat tingkat baik buruk dari suatu hasil penelitian sehingga dapat memberikan pemahaman tentang kualitas dari skripsi tersebut. Pokok-pokok bagian yang berkaitan dengan skripsi antara lain; isi sistematika penulisan, penggunaan metode penelitian, peranan dosen pembimbing, peran lembaga dalam peningkatan dan pengembangan penelitian dan semua kegiatan yang berkaitan dengan skripsi. Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah setiap jurusan yang ada di Peguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) mempunyai visi di bidang penelitian yakni meningkatkan dan mengembangkan penelitian. Dari sisi ini juga menjadi salah satu perhatian analisa atau evaluasi peningkatan dan pengembangan terhadap kualitas penulisan skripsinya. Hal menyangkut tentang peningkatan dan pengembangan penelitiannya.

b. Skripsi

Skripsi sering menjadi momok yang menakutkan bagi mahasiswa semester akhir. Mengapa demikian? Karena mahasiswa kurang terbiasa menulis, dalam arti menulis karya tulis ilmiah. Skripsi merupakan karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana pada akhir masa studinya berdasarkan hasil penelitian, atau kajian kepustakaan, atau pengembangan terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama. Penulisan skripsi mempunyai tujuan memberi pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah, dengan cara melakukan sendiri, menganalisis dan menarik kesimpulan, serta menyusunnya menjadi bentuk karya ilmiah (Damono, 2002:1).
Di saat akhir studinya seorang mahasiswa akan mengembangkan pengetahuan yang sudah di perolehnya selama studi untuk melihat suatu masalah dan mencoba menjelaskannya secara ilmiah. Kaidah-kaidah ilmiah antara lain obyektif, bertumpuh pada data, kesimpulan di ambil berdasarkan prosedur yang jelas, dan seluruh pembahasan dalam skripsi harus berdasarkan rasio atau dapat diterima dengan akal. Menulis skripsi tidaklah sulit, karena ada dosen pembimbing. Dosen pembimbing bisa dipilih oleh mahasiswa sendiri, tetapi ada juga perguruan tinggi yang langsung menunjuk dosen pembimbingnya melalui fakultas dan jurusannya. Dosen pembimbing bertugas memberikan arahan yang kontruktif, baik dari aspek teknis penulisan, aspek isi, sampai pada aspek metode yang digunakan dalam penelitian skripsi.

c. Peranan Pembimbing Skripsi

Pembimbing dalam proses pembimbingan yang dilakukan mempunyai tanggung jawab akademik, sekaligus tanggung jawab moral terhadap hasil kerja mahasiswa. Tanggung jawab akademik artinya pembimbing ikut bertanggung jawab terhadap hasil kerja mahasiswa, baik tanggung jawab aspek akademik maupun isi skripsi. Tanggung jawab moral artinya pembimbing secara moral berkewajiban melakukan bimbingan kepada mahasiswa dan tidak membiarkan begitu saja mahasiswa yang dibimbingnya mengalami kesulitan atau hambatan.
Pada umumnya pembimbing berjumlah dua orang, terdiri dari pembimbing pertama, dan pembimbing kedua. Pembimbing pertama, bertugas memberi bimbingan dan menilai skripsi dari awal sampai akhir. Pembimbing kedua bertugas membantu pembimbing pertama terutama dalam teknik penulisan. Namun demikian, antara pembimbing pertama dan pembimbing kedua tidak akan berjalan sendiri-sendiri apalagi pendapatnya saling bertentangan dan bertolak belakang. Hal terpenting yang harus di perhatikan oleh mahasiswa adalah mengikuti petunjuk dan arahan dari kedua dosen pembimbing tanpa harus mempertahankan salah satu. Tinggal kepada mahasiswa, bagaimana dua arahan dapat di satukan dalam redaksi yang diharapkan.

d. Sistematika Skripsi di PTTAK

Sesuai dengan buku pedoman penulisan skripsi yang dikeluarkan oleh Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI skripsi tersusun atas tiga bagian utama yang terdiri dari: bagian awal, bagian inti, dan bagian referensi. Sistematika skripsi ini digunakan oleh semua Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) di seluruh Indonesia. Sistematika skripsinya sebagai berikut :
A. Bagian awal yang terdiri dari :
1. Halaman judul
2. Halaman pengesahan
3. Abstraksi
4. Prakata
5. Daftar isi
6. Daftar tabel (bila ada)
7. Daftar gambar (bila ada)
8. Daftar lampiran (bila ada)

B. Bagian inti yang terdiri dari :
1. Pendahuluan (satu bab)
2. Laporan studi dan pembahasan (tidak lebih dari tiga bab)
3. Kesimpulan dan Saran (satu bab)

C. Bagian referensi yang terdiri
dari :
1. Daftar pustaka
2. Lampiran-lampiran (jika ada)
3. Indeks istilah
4. Surat dari lokasi penelitian bahwa yang bersangkutan benar mengadakan penelitian (khusus yang meneliti di lapangan)
5. Curriculun vitae

Penjelasan bagian inti sistematika penulisan Skripsi untuk PTTAK Sentani sebagai berikut;
Bab I Pendahuluan yang terdiri dari; Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Manfaat Penelitian, Tujuan Penelitian, Definisi Operasional, Sistematika Penulisan.
Bab II Landasan Teori/Kajian Pustaka yang terdiri dari; Telaah Kepustakaan, Kerangka Pemikiran.
Bab III Metodologi Penelitian yang terdiri dari; Metode Penelitian, Variabel Penelitian, Populasi dan Sampel, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisa Data.
Bab IV Hasil dan Pembahasan yang terdiri dari; Karakteristik Responden, dan Hasil Penelitian.
Bab V Penutup yang terdiri dari; Kesimpulan, dan Saran

2. Metode Penelitian
Secara garis besar metode penelitian untuk penulisan skripsi di kalangan Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) di klasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif dan metode penelitian pustaka. Secara tradisional terdapat jurang antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dimana masing-masing memiliki paradigma yang sedikit berbeda. Perbedaan antara kedua paradigma itu berkait dengan tingkat pembentukan pengetahuan dan proses penelitian; tingkat epistemologi yang cukup tipis, tingkat teori tengahan (middle range), sebagaimana diuraikan dalam kerangka teoritis, serta tingkat metode dan teknik-teknik (Julia Brannen, 2005:9). Metode yang dapat digunakan dalam penulisan Skripsi di Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen (PTTAK) ada 3 macam, antara lain; metode penelitian kuantitatif, metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kepustakaan. Penjelasan secara garis besar dapat dijelaskan seperti di bawah ini.

a. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif di klasifikasikan menjadi tujuh kategori, yaitu penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian tindakan, penelitian perbandingan kausal, penelitian korelasional, penelitian eksperimental semu, dan penelitian eksperimental (Sudarwan Danim :2002).
1. Penelitian deskriptif (descriptive research) dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu situasi atau area populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat.
Langkah umum penelitian deskriptif adalah: (1) mengidentifikasi masalah, (2) mendefinisikan masalah secara spesifik, (3) merumuskan rancangan atau desain pendekatan, (4) mengumpulkan dan menganalisis data, (5) menyusun laporan penelitian.
2. Penelitian perkembangan (development research) yang dimaksud untuk meneliti perkembangan suatu subjek menurut pola dan urutan berdasarkan fungsi waktu.
3. Penelitian tindakan. Tujuan penelitian tindakan atau penelitian (actions research) adalah mengembangkan ketrampilan baru atau cara pendekatan dan memecahkan masalah dengan aplikasi langsung.
4. Penelitian perbandingan kausal (causal comparative research) bertujuan meneliti hubungan sebab-akibat atau kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara mengamati akibat yang ada dan mencari kembali faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab dari akibat itu, melalui pengumpulan data tertentu.
Langkah-langkah umum penelitian perbandingan kausal ; mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang akan diteliti, melakukan studi kepustakaan, merumuskan asumsi dan studi hipotesis, menyusun instrument, mengumpulkan data, dan menganalisisnya untuk menguji hipotesis, dan menyusun laporan.
5. Penelitian korelasional (correlational research) bertujuan menentukan seberapa besar variansi-variansi pada satu atau beberapa faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.
Penelitian korelasional secara umum dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
a. mengidentifikasi dan merumuskan masalah
b. mendefinisikan masalah
c. melakukan studi kepustakaan dalam kerangka pendalaman teori dan perumusan hipotesis
d. merancang pendekatan yang akan digunakan. Termasuk dalam kegiatan ini adalah mengidentifikasi variabel yang relevan, menentukan subjek penelitian secara tepat, memilih dan menyusun alat ukur yang cocok, dan memilih metode korelasional yang cocok
e. melakukan pengumpulan data
f. melaksanakan analisis dan interpretasi data
g. menarik kesimpulan, merumuskan rekomendasi dan implikasi, dan membuat laporan penelitian
6. Penelitian eksperimental-semu (quasi experimental research) dimaksudkan untuk memperoleh informasi tertentu, berupa prakiraan bagi informasi yang dapat diperoleh bagi eksperiemen yang sebenarnya.
7. Penelitian dengan pendekatan percobaan atau eksperimental (experimental research) atau penelitian eksperimental sungguhan (True experimental research) dimaksudkan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab dan akibat (cause-and effect relationship), dengan cara mengekspose satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak di kenai tritmen.
Penelitian ini umumnya dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
a. mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah
b. melakukan studi pustaka
c. merumuskan hipotesis atau dasar hasil studi pustaka
d. merumuskan definisi dan istilah atau definisi operasional variabel
e. menyusun rancangan eksperimental, yang meliputi identifikasi variabel yang relevan, identifikasi variabel non eksperimen, menentukan rancangan, memilih sampel yang representatif bagi populasi tertentu, perlakuan, menyusun alat ukur hasil eksperimen, rancangan prosedur, rancangan prosedur pengumpulan data, dan menguji hipotesis
f. melaksanakan eksperimen
g. menganalisis data dan melakukan tes signifikansi untuk menentukan tahap signifikansi hasilnya
h. menginterpretasi hasil, perumusan kesimpulan, diskusi dan pembuatan laporan.

1) Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif

Pada dasarnya, pendekatan kuantitatif menggunakan angka sebagai ukuran datanya. Tujuannya adalah untuk memberikan deskripsi statistik, hubungan, atau penjelasan. Teknik kuantitatif digunakan sebagai suatu cara meringkas jumlah amatan yang besar serta untuk menunjukkan tingkat kesalahan dalam mengumpulkan dan melaporkan data secara numerikal. Data dikumpulkan dengan instrumen yang telah di desain sebelumnya dengan cara tertentu.
Ada beberapa cara atau teknik yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi ;
a. instrumen tes
b. instrumen angket
c. instrumen wawancara
terstandar
d. instrumen observasi terstruktur tujuannya sama yaitu untuk mendapatkan informasi dari subyek (Ibnu Hadjar, 1996:169).

2) Analisis Data Kuantitatif

Setelah data penelitian kuantitatif terkumpul, langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh peneliti adalah melakukan penskoran atau mengubah data tersebut dalam bentuk angka-angka kuantitatif. Hal ini dimaksudkan agar memungkinkan dilakukannya analisis menggunakan teknik statistik. Sebelum penskoran dilakukan , peneliti perlu memeriksa lebih dulu data yang telah diperoleh untuk mengecek apakah data tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Penelitian kuantitatif sangat mengandalkan angka-angka dalam laporan tentang pemilihan subyek, hasil, dan dalam mengestimasikan reliabilitas dan validitas instrumen. Angka-angka yang digunakan bersama simbol-simbol dimanipulasi dalam laporan tersebut disebut statistik.
Teknik statistik yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan adalah deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik kesimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif hanya digunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan – perhitungan sederhana yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan. Statistik deskriptif juga mencakup hitungan-hitungan yang sederhana , yang biasanya disebut sebagai statistik dasar yang antara lain meliputi penghitungan frekwensi, persentase, skor tertinggi dan terendah, rata-rata hitung, simpangan baku, persentil, pembuatan tabel, diagram dan lain-lain (Burhan, 2002:8).
Sedangkan statistik inferensial merupakan cara yang digunakan untuk menarik kesimpulan (infer) atau memprediksi karakteristik yang dimiliki oleh populasi dengan cara mempelajari sampel yang diobservasi (Ibnu Hadjar, 1996:214). Statistik inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada keseluruhan subyek tempat data itu di ambil (populasi). Statistik inferensial antara lain teknik yang berupa perhitungan korelasi, t-tes, analisis varians, chi kuadrat, regresi, dan lain-lain.

3) Sistematika/Format Quantitative Approach

Bab I Pendahuluan yang terdiri dari: Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian
Bab II Kerangka Teori. Yang terdiri dari: Penelitian yang relevan, Konsep, Rumusan hipotesis, Definisi istilah, Definisi Operasional
Bab III Metode Penelitian yang terdiri dari: Metode penelitian, Populasi dan Sampel, Variabel-Variabel, Instrumen, Prosedur pengukuran dan Teknis Analisis
Bab IV Hasil Penelitian yang terdiri dari: Deskripsi, Hasil Pengujian, Diskusi.
Bab V Kesimpulan

b. Metode Kualitatif

Adapun metode penelitian kualitatif meliputi tujuh jenis, yaitu penelitian fenomenologikal, penelitian grounded, penelitian etnografi, penelitian historis, penelitian kasus, penelitian filosofikal, dan penelitian teori kritik sosial. Ada lima ciri penelitian kualitatif, yaitu:
a. penelitian kualitatif mempunyai seting alami sebagai sumber data langsung dan peneliti PAK, Teologi dan Musik Gereja adalah instrumen utamanya.
b. penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Kalaupun ada angka-angka, sifatnya hanya sebagai penunjang. Data yang diperoleh meliputi transkip interviu, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi dan lain-lain.
c. penelitian kualitatif lebih menekankan proses kerja, yang seluruh fenomena yang dihadapi diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan langsung dengan masalah PAK, Teologi dan Musik Gereja.
d. penelitian kualitatif cenderung menggunakan pendekatan induktif. Abstraksi-abstraksi disusun oleh peneliti PAK, Teologi dan Musik Gereja atas data yang telah terkumpul dan dikelompokan bersama-sama melalui pengumpulan data selama kerja lapangan dilokasi penelitian
e. Penelitian kualitatif memberi titik tekan pada makna, yaitu fokus penelaahan terpaut langsung dengan masalah kehidupan manusia

1) Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

Meskipun tidak ada keharusan bagi peneliti kualitatif untuk menyusun instrument penelitian secara “canggih”, ia harus tetap berpijak pada rambu-rambu yang tepat agar tidak terjadi deviasi data yang dikumpulkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkuat fokus dan mengakses data secara komprehensif dan mendalam adalah dengan memasangkan beberapa jenis instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data. Berikut ini disajikan beberapa instrumen penelitian yang kerap kali dipakai dalam kualitatif.
1. Angket terbuka
2. Wawancara mendalam
3. Observasi partisipan
4. Format-format untuk data lapangan.

2) Analisis Data Kualitatif

Hal-hal apa yang terdapat dalam analisis kualitatif ? Pertama, data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data itu mungkin telah dikumpulkan dalam aneka macam cara (observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman), dan yang biasanya ‘diproses’ kira-kira sebelum siap digunakan. (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan, atau alih-tulis), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata, yang biasanya disusun dalam teks yang di perluas.
Analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersama yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpula/verifikasi.

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dana transformasi data ‘kasar’ yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
Penyajian data / Display data sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang paling sering digunakan pada data kualitatif pada masa yang lalu adalah bentuk teks naratif. Teks tersebut terpencar-pencar, bagian demi bagian, dan bukan simultan, tersusun kurang baik, dan sangat berlebihan. Sehingga perlu disusun dan dijadikan sebuah penyajian yang mudah di pahami. Penyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid.

Menarik kesimpulan / verifikasi. Dari permulaan pengumpulan data, seorang menganalisis kualitatif mulai mencari ‘arti’ benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dan proporsi. Peneliti yang berkompeten akan menangani kesimpulan-kesimpulan itu dengan longgar, tetap terbuka dan skeptis (ragu-ragu/kurang percaya), tetapi kesimpulan sudah disediakan, mula-mula belum jelas, kemudian meningkat menjadi lebih rinci, dan mengakar dengan kokoh (Mattew B. Miles, 1992).

3)Sistematika Penelitian Kualitatif

Bab I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Fokus Penelitian dan Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Paradigma
E. Manfaat Penelitian

Bab II. ACUAN TEORI
A. Acuan Teori (berkaitan dengan fokus penelitian)
B. Acuan Teori (Sub Fokus 1)
C. Acuan Teori (Sub Fokus 2)
D. Acuan Teori (Sub Fokus 3) dst.

Bab III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskripsi Latar, Sumber Data, Satuan Kajian, Dan Entri
B. Metode/Teknik Penelitian
C. Data dan Sumber Data
D. Prosedur Pengumpulan Data
E. Analisis Data
F. Pemeriksaan Keabsahan Data

Bab IV. PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
B. Temuan Hasil Penelitian
C. Pembahasan Temuan Hasil Penelitian

Bab V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN-SARAN
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran-Saran
(Lexy J Moleong, 2006:398)

c. Metode Penelitian Kepustakaan

Hampir semua jenis penelitian memerlukan studi pustaka. Walau pun orang sering membedahkan antara penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research), keduanya tetap memerlukan penelusuran pustaka. Perbedaannya yang utama hanyalah terletak pada tujuan, fungsi dan atau kedudukan studi pustaka dalam masing-masing penelitian itu. Dalam penelitian lapangan penelusuran pustaka terutama dimaksudkan sebagai langkah awal untuk menyiapkan kerangka penelitian (research design) dan atau proposal guna memperoleh informasi penelitian sejenis, memperdalam kajian teoritis atau mempertajam metodologi. Sedangkan penelitian pustaka, penelusuran pustaka lebih dari pada sekedar melayani fungsi yang disebutkan diatas. Penelitian pustaka sekaligus memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Tegasnya penelitian pustaka membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan (Mestika Zed, 2004:1).
Metode penulisan skripsi untuk Jurusan Teologi dan PAK ada dua yakni Analisis Literatur (Studi kepustakaan/metode penelitian kepustakaan) dan survey (Studi lapangan dengan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif). Untuk studi teologi dengan pendekatan analisis literatur atau dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan sebaiknya berisikan hal-hal sebagai berikut;

Bab I Pendahuluan yang terdiri dari: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Pentingnya Penelitian, Hipotesis, Ruang Lingkup, Metoda dan Prosedur Penelitian, Definisi Istilah dan Sistematika Penulisan.
Bab II membahas telaah kepustakaan /Landasan teori/Kajian pustaka.
Bab III membahas Gambaran Umum Obyek Penelitian.
Bab IV membahas Analisis Data
Bab V membahas Kesimpulan dan Saran(Dirjen Bimas Kristen, 1996:10-12).

Sistematika/format penelitian pustaka menurut Teresia K Ibrahim (2001:13) sebagai berikut:
BAB 1. Latar Belakang
1.1. Masalah
1.2. Tujuan
1.3. Manfaat
BAB 2. Tinjauan Pustaka
2.1. Analisis
2.2. Sintesa
BAB 3. Hasil Penelitian
3.1. Interpretasi

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif. Instrumennya adalah dengan observasi terhadap semua kegiatan penulisan dan bimbingan hingga ujian skripsi, wawancara dengan mahasiswa dan dosen, dan studi dokumen dengan menyelidiki skripsi jadi.

HASIL PENELITIAN

Dari data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini, selanjutnya di analisis, maka hasil yang di peroleh tentang ;

1. Kualitas Skripsi di PTTAK.

Skripsi bagian awal, tidak ada abstraksi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran. Ternyata dalam skripsi ditulis oleh mahasiswa terdapat tabel, dan gambar, tetapi tidak dibuatkan daftarnya.
Skripsi bagian Inti, bab II tentang kajian pustaka, Isi Teori, Konstruksi teori dan bahasa (metode penguraian) belum sistematis dan kurang fokus dan spesifik pada judul dan tujuan penelitian. Dengan demikian, mahasiswa dalam membuat kerangka pemikirannya kurang tepat.

Skripsi bagian inti bab III tentang Metodologi Penelitian, bagian metode penelitian sudah ditetapkan tetapi tidak memakai sistematika dan aturan dari penggunaan model metode penelitian tersebut. Misalnya, metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah pendekatan penelitian kuantitiatif, tetapi dalam analisis datanya tidak menggunakan statistik deskriptif atau inferensial dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Namun yang digunakan adalah model analisis kualitatif. Penggunaan pendekatan metode penelitian tidak tepat dan sangat kacau. Hal ini diakibatkan oleh tidak di gunakannya buku pedoman penulisan skripsi sebagai panduan dalam menulis skripsi, keterbatasan dosen metodologi penelitian dalam memperkenalkan klasifikasi atau pendekatan dan jenis-jeni penelitian kepada mahasiswa. Kendala lain juga adalah keterbatasan pengetahuan dosen pembimbing tentang metodologi penelitian. Jadi, penulisan skripsi di PTTAK belum mampu menerapkan penggunaan metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kepustakan dengan tepat di karenakan kekurangtahuan akan model penelitian tersebut. Itu sebabnya, penggunaan model penelitian di batasi hanya pada model penelitian yang sudah berjalan di PTTAK masing-masing.
Dalam bagian referensi skripsi, sebagian besar mahasiswa tidak mencantumkan lampiran-lampiran seperti; angket, pedoman wawancara, pedoman observasi yang telah dipergunakan dalam pengumpulan data, Indeks istilah, Surat ketarangan dari lokasi penelitian yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar mengadakan penelitian (khusus yang meneliti di lapangan), dan Curriculun vitae.

2. Kualitas Dosen Pembimbing

Rata-rata kualitas tingkat pendidikan dosen adalah strata satu dan tingkat pemahaman akan metodologi penelitian yang kurang tepat tentang bagaimana studi pustaka dan bagaimana studi lapangan. Hal itu disebabkan oleh, hampir di semua perguruan tinggi teologi di Indonesia rata-rata sama dalam menggunakan model penelitian dalam penulisan skripsi, sehingga lulusan Strata satunya kurang menguasai metodologi penelitian dengan benar.

Pembagian tugas dan tanggung jawab dari dosen pembimbing skripsi yang kadang tidak jelas batasannya, sehingga mahasiswa yang di bimbing merasa kesulitan. Itu berarti Tugas dan peranan pembimbing I dan II tidak jelas.
Penunjukan dosen pembimbing skripsi yang tidak berdasarkan kompetensi dan spesifikasi dosen. Artinya penunjukkan dosen pembimbing harus berkaitan dengan kompetensi dosen dengan masalah/judul skripsi, sehingga penelitian yang dilakukan itu benar-benar bermutu dan bermanfaat secara substansial.

Jurusan masing-masing kurang berperan dalam memberikan outline judul-judul skripsi yang bisa menjadi acuan bagi mahasiswanya dalam melihat masalah berdasarkan ilmu yang sudah di perolehnya selama studi. Kenyataan yang di temui di beberapa Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen adalah bahwa judul-judul skripsi yang ada hanya itu-itu saja, kemudian lokasi-lokasi penelitiannya yang berbeda. Memperhatikan judul-judul skripsi yang serupa tapi tak sama itu menunjukkan kualitas dosen pembimbing dan kualitas jurusan yang belum serius untuk mengadakan perubahan akan kemajuan-kemajuan kualitas skripsi pada jurusan masing-masing.
Ada sebagian kecil dosen yang memanfaatkan moment penulisan skripsi secara komersial. Ini bukanlah sikap seorang pendidik yang baik. Ada skripsi yang dibuat langsung oleh beberapa dosen, untuk mahasiswanya. Alasan di balik itu ada banyak faktor, antara lain: mahasiswa tidak mampu mengerjakan sendiri, mahasiswa tidak punya waktu untuk mengerjakan itu karena sibuk dengan pekerjaannya, ada juga karena memang karena takut salah, dan sebagainya.

3. Kualitas Buku Pedoman Penulisan Skripsi.

Setiap Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen mengembangkan Buku Pedoman Penulisan Skripsi, disesuai dengan pedoman penulisan skripsi program strata satu (S1) perguruan tinggi teologi jurusan teologi dan pendidikan agama Kristen Dirjen Bimas Kristen Protestan Departemen Agama RI sejak September 1996.
Untuk memperlancar penulisan skripsi maka PTTAK mengembangka sendiriuntuk dipakai dalam Jurusan Pendidikan Agama Kristen, Teologi dan Musik Gereja. Biasanya yang bertanggung jawab disni adalah Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) lembaga bersangkutan. Jika kita melihat buku pedoman pemulisan skripsi di beberapa PTTAK, itu sudah cukup membantu mahasiswa dan dosem karena tetap berpatokan pada pedoman penulisan skripsi dari Dirjend Bimas Kristen Departemen Agama RI dan disesuaikan dengan kemampuan rata-rata dosen PTTAK itu sendiri dalam bidang penelitian. Kita memang butuh perubahan kearah yang lebih berkualitas. Namun untuk merubah itu harus mengikuti aturan lembaga dan Departemen terkait.
Jika buku pedoman penulisan skripsi dirasa tidak relevan atau tidak representatif, haruslah semua Jurusan mengadakan perubahan bersama melalui cara dan aturan lembaga.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan.

1. Kualitas Skripsi PTTAK untuk;
a. Bagian awal, inti dan referensi kurang mendapat perhatian dari dosen pembimbing dan Jurusan. Karena banyak skripsi yang tidak memenuhi syarat/belum lengkap bukti kelengkapan administrasi lapangan tetapi sudah disahkan.
b. Penggunaan metode penelitiannya belum tepat dalam menentukan jenis penelitian kuantitatif dan analisa datanya. Karena mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, kebanyakan pengumpulan dan analisis datanya kualitatif. Artinya mahasiswa belum mampu membedakan metode penelitian dan langkah-langka analisa datanya.
c. Penelitian kepustakaan juga digunakan lebih banyak pada jurusan teologi
d. Judul-judul skripsi hampir sama dan kebanyakan hanya ganti lokasi penelitiannya saja.
e. Ada banyak jenis penelitian yang belum diajarkan kepada mahasiswa. Hal itu disebabkan karena belum tahunya pengampu mata kuliah metodologi penelitian. Sehingga dalam PTTAK yang diajarkan hanyalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Padahal masih ada penelitian lainnya seperti: penelitian evaluasi, penelitian pengembangan, penelitian tindakan kelas, penelitian sejarah, dan sebagainya.

2. Kualitas Dosen Pembimbing
a. Dalam pembagian tugas dan peran sebagai dosen pembimbing I (satu) dan II (dua) masih belum jelas, sehingga banyak mahasiswa yang menjadi korban dalam atau selama proses bimbingan skripsi.
b. Dosen pembimbing belum banyak yang memahami tentang klasifikasi dan jenis-jenis penelitian dan aplikasinya.
3. Kualitas Buku Pedoman Skripsi
PTTAK sudah memenuhi aturan dalam buku pedoman penulisan skripsi, tetapi mulai tidak digunakan lagi sebagai pedoman, dikarenakan kemampuan rerata dosen dalam hal penelitian.
4. Kehadiran mata kuliah statistika dan hubungannya metodologi penelitian, menjadi masalah baru. Sebab ada dosen yang tidak tahu tentang statistic, sehingga akan mengalami kesulitan dalam proses bimbingan skripsi.
5. Dosen mata kuliah metodologi penelitian yang ada di PTTAK tidak memiliki kompetensi dibidangnya. Mereka mengampu mata kuliah ini hanya dengan mengadopsi serta mengandalkan dari latar belakang tingkat pendidikannya.
6. Belum diketahui, antara kemampuan mengajar Metodologi penelitian dan berapa banyak penelitian yang sudah dihasil dengan berbagai pendekatan oleh dosen pengampu dan dosen yang lainnya.
7. Tidak Nampak peningkatan kualitas penulisan skripsi, perbaikan kenerja dosen dalam bimbingan skripsi dan juga dampaknya bagi lembaga PTTAK.

B. Saran

1. Untuk menertibkan penulisan skripsi untuk ketiga Jurusan, yakni PAK, Teologi dan Musik Gereja, perlu di buat penyempurnaan buku pedoman penulisan skripsi PTTAK.
2. Adakan penataran metodologi penelitian yang tepat sasaran sesuai kebutuhan dosen untuk melengkapi kekurangan yang ada.
3. Pelatihan program statistik untuk dosen.
4. Masing-masing jurusan harus mulai proaktif menciptakan perubahan kearah yang lebih maju dan hal penulisan skripsi. Hal ini menyangkut salah satu bagian misi pada setiap jurusan yaitu meningkatkan dan mengembangkan penelitian di jurusan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan Nurgiyantoro dkk, 2002. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Gadjah Mada University Yogyakarta.

Dirjen Bimas Kristen, 1996. Pedoman penulisan skripsi program stratum satu (S1) perguruan tinggi teologi jurusan teologi dan Pendidikan Agama Kristen (PAK). Jakarta

Depdiknas, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta

Darmono, 2002. Menyelesaikan skripsi dalam satu semester, Grasindo, Jakarta

Ibnu Hadjar, 1996. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuanti tatif, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Julia Brannen, 2005. Memadu Metode Penelitan Kualitatif dan Kuantitatif, Pustaka Pelajar Yogyakarta

Lexy J. Moleong, 2006. Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya Bandung.

Mattew B. Miles dan A. Michael Huberman, 1992. Analisis Data Kualitatif, Universitas Indonesia Press, Jakarta

Mestika Zed, 2004. Metode Penelitian Kepustakaan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta

Sumadi Suryabrata, 2002. Metodologi penelitian, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Sudarwan Danim, 2002. Menjadi peneliti kualitatif, Pustaka Setia, Bandung

Terresia K Ibrahim, 2001. Bahan Penataran Karya Ilmiah: Penelitian Ilmiah Kuantitatif dan Penelitian Alamiah Kualitatif, Dirjen Bimas Kristen Jakarta.

Tim UPPM, 2002. Buku Pedoman Penulisan Skripsi STAKN Sentani, STAKN Sentani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: