JANGAN MERUSAK YANG SUDAH DIPERBAIKI

Oleh Philip Kopeuw
0376 – Yogyakarta Kamis 13 September 2012 – Jam 01:11 wib

Merawat lebih baik dari pada memperbaiki. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pada prinsipnya semua kita ingin sesuatu dalam kondisi yang baik. Entah benda ataupun manusia. Dalam member barang, misalnya motor baru. Motor baru ini suatu barang kesayangan baru. Itu sebabnya selalu di rawat, di bensihkan kalau kotor. Membawanya selalu hati-hati supaya tidak tabrak. Memarkirnya juga selalu hati-hati supaya tidak terjatuh dan tergores. Kadang motor baru sulit dipinjamkan kepada orang lain karena berbagai alasan.

Ada sebuah kisah. Sebuah keluarga membeli mobil Avanza baru seri G 1500 cc. dalam waktu dua bulan, karena kekurang hati-hatian, maka bemper depannya sebelah kiri dan kanan tergores. Untuk memuluskannya kembali, maka di bawa ke bengkel cat. Di bengkel ini mobil ini di cat kembali bagian yang tergores itu, agar mobilnya kelihatan baru dan mulus lagi, tanpa ada goresan-goresan akibat menyenggol sesuatu benda keras atau benda padat. Setelah mobil itu di cat, sesuatu yang tak di duga, keponakan dari pemilik mobil Avanza ini, karena melihat orang memperbaiki mobil dengan mengetok-ngetok mobil. Pikiran keponakan 4 tahun ini berpikir mungkin mobil pamannya itu perlu diketok demikian. Diluar dari jangkauan pengawasan terhadap keponakan ini, rupanya keponakannya ini telah mengetok-ngetok mobil Avanza baru itu dengan palu hingga peyot-peyot di bagian yang baru dicat. Ketika paman ini melihat mobilnya yang sudah peyot-peyot ulah keponakannya, hatinya hancur marah bercampur sedih. Karena mobil barunya yang baru berusia 2 bulan ini sudah peyot-peyot oleh ulah keponakannya. Paman ini hanyut dalam kesedihan yang mendalam, hingga disertai tangisan. Masa harus alami seperti ini, mobil bukan karena kecelakaan, tetapi dirusak oleh keponakannya sendiri yang tidak tahu akibat perbuatannya. Rupanya kisah ini hanya sebuah mimpi dari paman pemilik mobil Avanza tersebut. Setelah terbangun dari tidur, ia sadar bahwa itu hanya mimpi dan mobilnya masih dalam keadaan baik. Sekalipun hanya mimpi, tetapi kita bisa menarik pelajaran dari kisah mimpi ini.

Apa yang Anda pikirkan dan rasakan kalau saja paman pemilik mobil Avanza ini adalah Anda. Mobil Avanza baru adalah dambaan Anda. Melalui perjuangan yang berat dan panjang, Anda berusaha mengupulkan uang hingga bisa membeli mobil Avanza rakitan terbaru tahun ini. Namun sial dari dalam keluarga menimpa Anda, yakni keponakan sendiri berusia 4 tahun mengetok mobil dengan palu hingga peyot-peyot, seperti kasus diatas.

Kisah ini hanya mau menyampaikan bahwa barang yang sudah diperbaiki jangan dirusak. Sebab justru karena rusak, maka dibawa ke bengkel cat untuk diperbaiki dengan mencat ulang bagian-bagian yang tergores. Dengan demikian, mobil Avanza itu terlihat baru dan mulus lagi.

Hal yang hendak disoroti adalah masalah-masalah dalam rumah tangga. Tidak ada rumah tangga yang tidak punya persoalan. Hampir semua rumah tangga memiliki masalah-masalah yang berbeda. Ada berupa masalah hubungan suami istri yang tidak harmonis; masalah kecemburuan; masalah kurang kasih sayang; masalah kurang menghargai suami; masalah kurang tersedia waktu yang cukup untuk satu sama lain; masalah kata-kata yang penuh dengan caci-maki dan kutukan; masalah kebersihan; masalah kerja sama dalam rumah tangga; masalah finasial; masalah hobby yang tidak disertai pengertian; saling mengatur satu sama lain akhirnya menjadi persoalan; emosional yang tidak terkendali; amarah yang meledak-ledak; masalah pekerjaan yang dibawah ke dalam rumah; kurangnya dukungan antara suami-istri; masalah kesepian; perselingkuhan dan sebagainya.

Ketika masalah-masalah ini meledak dan menyebabkan rusaknya hubungan dalam sebuah rumah tangga, baik antara suami, istri maupun anak. Hubungan yang rusak ini perlu diperbaiki supaya keluarga rukun kembali dan mencoba membangun kebahagiaan bersama. Biasanya, ketika dalam rangka memperbaiki hubungan, ada pengakuan kesalahan dan ada permintaan maaf antara suami-istri-anak-anak serta kesepakatan dan komitmen baru dibuat dalam rangka menjalani hidup yang lebih baik lagi dalam kebersamaan dan pengertian ke masa depan. Hidup ini hanya sekali. Sebab itu berusahalah untuk hidup sebaik mungkin setiap hari supaya tidak menyesal di kemudian hari. Perubahan yang benar adalah perubahan ke arah yang lebih baik, karena sedikit perubahan dapat merubah segalanya. Kesalahan-kesalaha yang kita lakukan dalam hidup adalah pengalaman gagal yang baik. Lalu kita belajar dari pengalaman itu untuk menjadi cerdas dalam memperbaiki rumah tangga dan persoalan yang ada di dalamnya.

Kisah memperbaiki mobil Avanza dengan mencat ulang bagian-bagian yang tergores sama saja maknanya dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam rumah tangga yang tergores pada beberapa bagian. Hal itu sering sekali dilupakan. Kadang-kadang kita sudah memperbaiki, tetapi kadang-kadang kita berlaku seperti anak kecil yang berusia 4 tahun itu, kembali mengetok pada bagian sama dengan kerusakan yang lebih lagi. Hal ini menunjukkan, bahwa sepertinya kita tidak belajar dengan. Sudut pandang yang kita gunakan salah. Sehingga yang kita anggap perlu diperbaiki sebenarnya tidak perlu karena hal itu sudah diperbaiki. Namun karena pikiran kita masih seperti anak-anak, tidak belajar dan tidak paham betul, maka kita melakukan kesalahan yang sama yang lebih berat pada bagian yang sama.

Anak kecil ini berbicara mengenai sikap kita yang kekanak-kanakan. Kalau saja kita belajar dari persoalan dengan baik dan benar, maka kita akan dewasa dan cerdas dalam menempatkan diri serta bisa membuat pilihan-pilihan yang tepat. Kita tidak lagi melakukan kesalahan-kesalahan yang sama berulang-ulang. Sebenarnya, tidak usah repot-repot memperbaiki barang yang sudah diperbaiki. Itu sama dengan jangan ributkan persoalan dari hal-hal yang sudah dimiliki. Hal yang perlu dilakukan adalah mari sama-sama kita berusaha meraih impian-impian kita yang belum kita miliki. Yang sudah kita miliki bersyukurlah. Contoh; suami dan istri meributkan masalah suami punya wanita indaman lain (WIL) atau istri punya pria idaman lain (PIL). Sebenarnya semua tuduhan itu tidak benar, karena tuduhan-tuduhan itu hanya berdasarkan kecurigaan hampa. Ini hanyalah masalah ketidakpercayaan saja mengakibat seperti ini. Kalau saja masing-masing pihak saling percaya, maka yang dipikirkan adalah fokus pada impian-impian yang mau digapai kemudian. Inilah yng kita sebut “Jangan merusak apa yang sudah diperbaiki”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: