SURAT YANG TERBUKA

Oleh Philip kopeuw
Yogyakarta, Minggu 22 Juli 2012 – Jam 01:16 wib

Jika kepada seseorang ditawarkan : mau mendapat kedudukan yang tinggi atau rendah, mungkin akan lebih banyak orang memilih kedudukan yang tinggi. Kedudukan yang tinggi biasanya tampak begitu menggiurkan dalam hal gengsi, fasilitas, layanan, maupun perolehan materi. Untuk meraih sebuah kedudukan tinggi, banyak orang bersedia mengorbankan tenaga, wadah, uang, atau bahkan ada juga yang sampai mengorbankan prinsip kepercayaannya.

Dalam situasi dunia yang cenderung memuja dan mengejar kedudukan tinggi, perintah untuk mengambil tempat terendah sekilas terkesan tidak menjawab kebutuhan. Tetapi, benarkah tidak menjawab kebutuhan? Sementara banyak orang sibuk mengejar harga diri, berita tentang kerendaha hati memang dapat terkesan tidak relevan lagi. Tetapi benarkah tidak relevan? Di tengah kemelut persaingan untuk menjadi yang terbaik, posisi terendah tidak lagi dihargai, tidak lagi diedulikan, bahkan tidak lagi dilirik. Tetapi, apakah kemudian posisi terendah ini menjadi tak bermakna?

Melihat pada kitab Lukas pasal 11 ayat 7 sampai 11, dalam budaya orang Yahudi pada saat itu, ada tempat-tempat khusus untuk tamu istimewah dalam sebuah pesta. Itulah “tempat terhormat” yang disediakan bagi para tamu khusus. Jumlahnya tentu tiak sebanyak jumlah seluruh tamu undangan, sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi seseorang yang dapat duduk di tempat kehormatan tersebut diantara para tamu yang lain. Tetapi, bisa saja terjadi seseorang yang sudah di tempat terhhhhormat diminta untuk pergi/berpindah ke tempat “biasa” ketika orang yang lebih terhormat daripadanya datang. Keadaan ini tentu akan mempermalukan dia yang sudah terlebih dahulu duduk di tempat terhormat. Sebaliknya, jika sejak awal seseorang dengan sukarela memilih tempat yang rendah, kemudian ia dipanggil untuk berpindah ke tempat yang lebih terhormat, maka kerendahan hati itu justru membuahkan kehormatan baginya.

Kerendahan hati menjadi karakter dasar Surat Kristus yang terbuka.

______________
Sumber: Warta Jemaat GKI Gejayan Yogyakarta, tertanggal Minggu 29 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: