TAXI DANAU DI SENTANI

Oleh Philip Kopeuw
0388 – Flavouw, Kamis 4 Oktober 2012 – Jam 10:40 wit

Pemahaman taxi di Papua dengan di Jawa berbeda. Taxi di Jawa adalah mobil yang hanya mengangkut penumpang khusus, dengan biaya menggunakan argo. Biaya taxi argo ini tergantung kepada jarak tempuh. Kalau jaraknya dekat, pasti agak murah, tetapi apabila jarak yang tempu jauh, kita bisa memonitornya pada layar monitor harga sesuai dengan jarak tempuhnya. Jenis kendaraan yang biasa digunakan sebagai taxi ini adalah jenis mobil sedang seperti mobil timor, dan sebagainya. Kemudian dalam perkembangannya, sekarang ada juga taxi dengan jenis seperti Avanza dan Xenia. Sedangkan di papua belum ada taxi seperti ini yang menggunakan argo. Pemahaman taxi di Papua adalah angkutan umum, dengan kode trayek. Jenis mobil yang di gunakan adalah mobil starwagon dan carry. Inilah konsep taxi bagi orang Papua dan juga termasuk orang Sentani. Kebanyakan orang hanya tahu bahwa taxi itu jalannya di darat. Dalam judul diatas kita bicara tenta “Taxi Danau”. Mungkin ada yang berpikir berbeda tentang taxi danau. Misalnya, mungkin bentuk kendaraanya sama tapi jalannya di danau atau ada yang sudah berpikir lain tentang kesamaannya taxi tapi yang beroperasi di danau.

Anda yang pernah merantau, mungkin ketika sampai di pelabuhan laut kota Sorong, biasanya kita akan mendengar istilah “taxi laut”. Bagaimana bentuknya? Itu yang jadi pertanyaan, karena tidak pernah melihat bentuk taxi laut. Rupanya, taxi laut adalah sejenis perahu menggunakan seman-seman, dengan mesin motor tempel. Perahu inilah yang biasa mengangkut penumpang antar pulau. Taxi laut ini biasa mengantar penumpang dari pelabuhan kota Sorong ke Pulau Dom dan berbagai tujuan disekitar pelabuhan Sorong. Itulah penjelasan untuk memahami sedikit tentang istilah taxi laut. Di kota-kota besar seperti Jawa, Madura, Bali, Lombok, Sumatra dan sebagai, ada penyeberangan biasa menggunakan kapal motor Ferry. Kapal motor Ferry adalah kapal penyebarangan yang bukan hanya mengangkut penumpang, tetapi juga memuat kendaraan yang ingin menyeberang. Kapal-kapal Ferry ini juga adalah sejenis taxi seperti yang kita bahas di atas. Taxi berarti bebas mengangkut penumpang sesuai rute atau jalurnya.

Kalau begitu, apa yang dimaksud dengan “taxi danau” di danau Sentani. Untuk memahaminya, penjelasan tentang taxi laut di Kota Sorong akan membantu kita untuk mengetahui apa yang disebut “taxi danau”. Masyarakat Sentani sadar atau tidak, angkutan umum di danau Sentani telah berubah menjadi “taxi danau”. Kenapa dalam tulisan ini kita sebut taxi danau? Karena sudah terjadi dua konsep pemahaman tentang angkutan umum di danau Sentani.

Pertama, konsep taxi antar-jemput. Bagaimana konsep pemahaman angkutan taxi danau antar jemput? Dulu, perahu motor di danau tidak sebanyak sekarang. Itu sebabnya, setiap penumpang yang berangkat ke pelabuhan pante Yahim naik salah satu perahu motor, katakanlah nama perahu motornya “hiyakhe One”. Nanti setelah akktifitas di kota selesai, untuk pulangnya ke kampung dia tidak boleh naik perahu motor yang lainnya. Karena waktu berangkat ke pelabuhan pante Yahim datang dengan perahu motor Hiyakhe One, dia belum bayar ongkos angkutannya. Biasanya, nanti setelah pulang kembali baru akan dibayarkan langsung biaya pergi-pulang. Dan ini berlaku di semua kampung yang ada di Danau Sentani. Perahu yang digunakan bisanya rakitan manual dari kayu papan dan berukuran besar dengan saya tamping penumpang yang agak banyak.

Kedua adalah konsep taxi danau. Konsep taxi antar-jemput mulai hilang. Sebab sekarang, orang bebas menggunakan angkutan taxi danau. Setiap orang calon penumpang sudah bebas menentukan pilihan kapan berangkat dan kapan pulang. Itu berarti ada biaya tertentu yang sudah disepakati sesuai dengan jarak antara pelabuhan Yahim dan kampung tujuan. Dengan beroperasinya taxi danau, jelas ongkos angkut berbeda dari yang normal. Kalau bisa ongkosnya 5000 rupiah, bisa jadi dengan taxi danau menjadi 10 – 15 ribu perorang. Jenis perahu motor yang digunakan sudah bergaya modern dengan mereka Yamaha. Perahunya sudah buatan pabrik, perahunya terbuat dari viberglass. Daya angkut sudah jauh lebih sedikit sekitar antara 5 – 15 0rang saja. Daya tempuh bisa lebih cepat 2-4 kali di bandingkan perahu kayu. Naik taxi danau, harus langsung bayar, untuk sekali jalan. Kita mau kembali terserah, mau naik taxi lain juga tidak masalah. Namanya juga taxi. Kita tidak lagi menunggu seperti konsep taxi danau antar-jemput.

Selain itu, perahu motor bergaya modern ini juga sering digunakan sebagai “Motor Ojek Danau”. Biayanya masih sangat terjangkau. Dengan adanya motor Ojek Danau ini sangat membantu perkembangan transportasi dan memperlancar serta mempercepat hubungan akses antar kampung dan tempat tujuan lain dengan cepat.

Itulah sedikit gambaran tentang “Taxi Danau” sebagai bagian dan perubahan, perkembangan dan perubahan jaman dalam dunia transportasi di danau Sentani. Dulu yang sulit, sekarang semua mulai kelihatan mudah. Kita berharap perkembangan “Taxi Danau” ke depannya dapat diatur dengan lebih baik, sehingga bisa digunakan sebagai jalur-jalur sarana wisata sekaligus menambah income masyarakat danau Sentani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: