TERLUPUT DARI BADAI

Penulis Philip Kopeuw
GKI Gejayan Minggu 24 Juni 2012 Jam Ibadah 08:00 – 09:30 wib

Dasar renungan diambil dari Kitab Mazmur 107:1-2; 2 Korintus 6:1-10; dan Markus 4:35-41. Apakah Anda tahu Mahadma Gandhi? Ia sangat mengagungkan Yesus bahkan ia sangat hafal ucapan bahagia Yesus. Perjuangannya diillhami oleh khotbah-khotbah Yesus. Suatu saat di New Delhi India, seorang mahasiswa Kristen bertanya kepada Mahadma Gandi. Mengapa bapak percaya ucapan-ucapan bahagia Yesus, lalu kenapa bapak tidak mau di baptis? Pertanyaan mahasiswa ini mewakili kita semua. Tentu banyak orang ingin tahu apa jawabannya. Jawab Mahadma Gandi: betul, bahwa saya mengagumi Yesus…tapi seandainya saya menemukan Kristus di dalam gereja, sudah sejak lama saya sudah menjadi anggota gereja. Anda mengerti pertanyaan mahasiswa ini? Kalau saja pertanyaan ini di Tanya ulang sekarang, apa jawaban Mahadma Gandhi?

Orang India pada mas itu hidup dalam penderitaan, sedang orang Kristen adalah orang kulit putih. Nah, kenapa orang Kristen tidak peduli dengan orang India? Apakah mereka yang menyebabkan orang India menderita, bagaimana dengan dampak keyakinan kepada Kristus bagi oran India? Siapa yang membuat orang India menderita?

Siapa gereja yang dimaksud oleh Mahadma Gandhi? Gereja itu adalah kita, yakni saudara dan saya. Tanda –tanda gereja itu ditemukan di dalam diri kita. Paulus katakana dalam 2 Korintus 6:4 …Anda tanda-tanda dalam hidup kita sebagai orang percaya. Saat orang suka sekali mendengar khotbah-khotbah tentang “Janji Allah yang menarik bagi banyak orang”. Tetapi Paulus menyajikan sesuatu yang sangat berbeda, yaitu tentang tanda-tanda yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya.

Ada sebuah pengalaman menarik dalam pelayanan katekisasi. Biasanya di GKI ada sakramen Baptisan dan Sidi. Dalam suatu bimbingan, ada seorang pemuda sukses kelahiran di atas 1970-an…dalam formulir yang dia isi dia mencentang pada bagian untuk di Baptis. Padahal dalam GKI baptis itu untuk anak yang masih kecil dan Sidi untuk pemuda dan orang dewasa. Ibu Penatua yang membimbing ini agak teliti, sehingga ketika menemukan centangan tadi tentang pemuda ini ingin di Baptis dia bertanya kepada pemuda ini: kenapa Anda ingin di Bapatis? Apakah keluarga Anda Kristen? Akhirnya pemuda ini mulai bercerita tentang siapa dirinya, bagaimana dia mau di Baptis dan apa yang membuatnya masuk menjadi pengikut Kristus?

Pemuda ini mengisahkan bahwa dulu waktu ia menjadi relawan gempa 2006 Yogyakarta, ia ditempatkan di Klaten. Saat bertugas jadi relawan disana, ia melihat seorang anak kecil menangis terseduh-seduh. Kemudian pemuda ini bertanya: Ade..cari Ayah dan Ibu ya? Jangan nangis ya, mereka tadi ada ke Toilet, sebentar nanti balik kok. Tapi apa jawab anak kecil ini: Aku bukan mencari Ayah dan Ibu, Aku mencari Alkitabku. Pemuda ini menjadi terheran-heran. Mas cari Alkitab saja sampai terseduh-seduh. Anak kecil ini tidak mempedulikan situasi gempa yang sedang melanda mereka, tetapi dia lebih peduli mencari Alkitabnya. Di sinilah, pemuda ini tersentuh hati dan pikirannya. Setelah pemuda ini mengamati anak kecil ini dan keuarganya. Dia berkesimpulan:

(1) Bencana tidak mengenai perbedaan suku, Ras, Agama, status social. Apa isi doa kita, apa kesaksian kita dan kadang kita tidak peduli dengan orang. Perhatikan saat gempa, mungkin ada yang bersaksi bahwa mereka luput dari bencana itu. Tetapi coba Tanya, bagaimana dengan keadaan tetanggamu, mereka tidak peduli, yang penting Tuhan sudah menyelamatkan mereka dari bencana. Kadang kita egois, dan tidak mempedulikan orang lain.

(2) Mereka (anak kecil ini dan keluarganya) mereka begitu berbeda. Mereka begitu iklas, tenang dan tabah dalam bencana. Yang buat pemuda ini ingin tahu apa itu Alkitab sehingga anak ini tidak mau kehilangan Alkitabnya. Pemuda ini ingin tahu, kenapa?

Pemuda ini punya ayah punya teman orang Kristen dulu mereka pernah tukaran kenangan berupa kita suci masing-masing. Batin pemuda ini gelisah, ia mencari apa yang bisa membuat batinnya tenang. Inilah pintu awal pemuda ini mencari dan menemukan gereja dan mau di Baptis lebih dulu sebelum dia di SIDI.

Pemuda ini menjadi pengikut Yesus karena melihat tanda melalui anak kecil dan keluarganya di Kota Klaten Jawa Tengah. Kalau begitu, kita juga yang sebagai orang Kristen “Tanda apakah yang orang lain bisa lihat dari diri kita?” Rahasinya ada dalam Markus 4:… dalam nats ini apa yang aneh? Anehnya itu adalah ada badai besar mengamuk, kok Yesus mala tidur terlelap. Anda mungkin pernah berlayar lalu dihantam badai, apakah awak dan penumpangnya bisa tidur tenang seperti Yesus? Jelas tidak…pasti semua takut binasa. Atau mungkin Anda pernah naik pesawat terbang lalu pesawatnya memasuki awan tebal atau badai di udara, apakah Anda bisa tidur dan situasi seperti itu? Paling-paling ada peringatan dari co-pilot supaya mengenakan sabuk pengaman, dll. Pastilah semua penumpang berdoa dengan sungguh-sungguh supaya selamat. Pertanyaannya adalah kenapa Yesus bisa tidur dengan tenang tenang di dalam perahu saat mereka di landa badai yang ganas. Apakah Yesus punya gangguan tidur. Ada orang yang punya masalah dengan tidur yakni kalau sudah tidur susah dibangunkan. Gempa bumi sekalipun, ia akan tetap tidur.

Ada sebuah rumah tangga baru, kadang-kadang cek-cok dan mengeluarkan kata-kata yang saling menyakiti. Rupaya, “menyakiti hati terus-menerus itu adalah tabungan dalam hati”. Suatu saat suaminya sakit dan terjatuh di kamar mandi, sang suami teriak-teriak minta tolong kepada istrinya, tetapi istrinya tidak datang. Akhirnya yang menolongnya adalah pembantunya. Kemana istrinya, rupaya saat itu istrinya sedang tidur. Istrinya punya masalah dengan tidur yang sulit dibangunkan atau memang adalah masalah di dalam hati yang disakiti terus menerus hingga menjadi tabungan yang akhir berbuah menjadi tidak mau mendengarkan teraikan suaminya.

Berbeda dengan situasi dan kondisi tidur yang dialami oleh Yesus. Kita boleh percaya bahwa badai dan angina sekalipun DIA yang mengendalikan. Kenapa angin dan danau taat kepadaNYA? Karena semua yang ada adalah ciptaanNYA. Itu sebabnya, Yesus bisa tidur di tengah badai yang dasyat sekalipun.

Angina dan badai apa yang bisa menghantam Anda? Ingat dan ketahuilah bahwa semua ada dalam kendali Allah. Saya dan Anda mempercayai kristus, dan itulah tanda yang ada dalam kita. Ketika Anda mengalami kesulitan, tapi Anda tetap tenang, itulah tanda bahwa Anda percaya kepada Yesus kristus, dan Anda yakin bahwa badai pasti redah. Hal inilah juga yang membuat pemuda dalam kisah bimbingan katekisasi di atas itu menjadi percaya kepada Yesus.

JANGAN TAKUT KATA YESUS. ANGIN DAN BADAI TIDAK ADA ARTINYA SEBAB YESUS ADALAH SEGALANYA. YESUS nama-Nya harus ada dalam hati kita. Anda kalau berdoa menyebutkan:
Tuhan Yesus…..dan seterusnya. Lakukan itu dimana saja dan kapan saja
Seiring dengan tarikan nafas…katakan : YESUS…YESUS…YESUS….
Anda pernah dengar/nyanyikan syair lagu AMAZING GRACE di gantikan dengen YESUS…YESUS..YESUS?
YANG KITA BUTUH ADALAH MENYADARI KEHADIRAN YESUS DALAM HIDUP KITA
Anda bisa membayangkan yesus seprti seorang gembala menuntun.menggendong domba?
Yesus tidak punya foto, kalau waktu itu ada yang foto, mungkin Yesus Punya Facebook atau Akunt twitter dan sebagainya sehingga murid-murid sudah meng-aplodnya.

MARI NYANYIKAN : YESUS…YESUS..YESUS dengan SYAIR AMAZING GRACE…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: