ENGKAU TIDAK JAUH DARI KERAJAAN ALLAH

Oleh Philip Kopeuw
0419 – Yogyakarta Minggu 4 November 2012 – Jam 19:45 wib

Catatan ini merupakan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Drs. Paulus Lee, S.Th pada ibadah jam 10.00 – 12.00 wib di GKI Gejayan Yogyakarta. Judul diatas ini rupayanya merupakan sebuah evaluasi diri. Engkau tidak jauh sama artinya dengan belum dekat atau belum masuk ke dalam, dan hanya ada di sekitar tempat dimaksud. Benarkah hidup yang kita jalani selama ini “tidak jauh dari kerajaan Allah atau sudah ada dalam kerajaan Allah?” inilah yang akan menjadi perenungan kita dengan didasari Alkitab dalam Ibrani 9:13-15; Ulangan 6:1-9 dan Markus 12:28-34.
Pdt. Paulus Lee memulai dengan kisah: suatu hari seperti biasa keluarga siput berjalan-jalan disekitar telaga bersama anak-anaknya. Si ayah siput ini berkeluh kesah tentang kehidupan mereka sambil menunjuk kepada katak. Tuhan tidak adil, lihat, katak bisa melompot sedangkan kita berjalan lamban; kita malah dikasih beban cangkang untuk kita pikul; katak punya suara besar, bisa terik-teriak, kita siput tidak punya suara. Tiba-tiba diatas Nampak si Elang lewat. Ayah siput menyuruh anak-anaknya sembunyi dalam cangkangnya masing-masing. Si Elang menyambar dan menangkap katak dengan cakarnya yang tajam. Setelah sang ayah siput keluar dari cangkangnya dan melihat katak ditangkap si Elang, dia ngomong: betapa bodohnya aku dan betapa baik sang pencipta bagi mereka. Kisah ini mirip dengan kita saat menghadapi persoalan, kita sering mengeluh kepada Allah. Walaupun sudah tahu kasih Allah.
Dalam kitab Ulangan, Musa mengajak umat untuk ‘mendengarkan’ kasih Allah melalui sejarah kehidupan bangsa Israel. Ia ingin membangun kecintaan umat yang kokoh kepada Allah sebelum mereka memasuki tanah perjanjian. Mereka diajak untuk ‘mendengar’ kasih Allah dengan MENGINGAT (kembali) apa yang sudah Tuhan perbuat dan lakukan selama mereka berada di Mesir, dan selama 40 tahun di padang pasir. Bagaimana Allah memelihara kehidupan mereka dari perbudakan diMesir dan bagaimana Allah memelihara kehidupan mereka selama 40 tahun mereka ada di padang pasir. Melihat kasih Allah yang begitu besar sudah sewajarnya juga kalau seharusnya umat Israel juga mengasihi Allah. Karena itu mereka diajak menetapkan hati dan iman percayanya kepada Allah, sebagai wujud dari kasih mereka. Mereka harus tetap memegang perintah Tuhan yang menjadi dasar iman mereka sebagai wujud totalitas cinta mereka kepada Allah. Perintah itu juga harus terus dinyatakan, diperdengarkan dimanapun mereka berada dan juga kepada keturunan mereka. Dengan demikian perintah itu dapat ‘bergaung’ dan dihayati oleh generasi selanjutnya (Ulangan 6:1-9).
Jadi orang Israel banyak larangan dan perintah yang harus diperhatikan. Dalam Injil Markus, ahli Taurat dating dan bertanya-jawab dengan Yesus. Dalam bangsa Israel ada yang disebut Mitswa Taurat (entole + prostagma). Dalam Hukum Taurat ini ada ajaran prinsip, ada perintah, dan ada norma. Ada 613 mitswa Taurat = 248 perintah + 365 larangan.

Kasihi BAPA dengan segenap hati

Tidak hanya dalam perjanjian lama, hukum Taurat itu kembali diperdengarkan oleh Tuhan Yesus pada masa perjanjian baru. Apakah yang harus di dengarkan oleh umat Tuhan? Dalam Markus 12:28-34 ditegaskan bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, dan hukum kedua yang sama dengan itu adalah mengasihi sesama seperti diri sendiri. Inilah hukum yang utama yang harus diterapkan dalam kehidupan umat Tuhan. ketika kita mencintai Allah maka hal itu berarti kita sedang mengasihi sesama, demikian juga sebaliknya. Kepada siapa yang mencintai hukum ini, memperdengarkan hukum ini dari generasi ke generasi maka Yesus mengatakan “Engkau tiidak jauh dari Kerajaan Allah.” Jangan cuma bisa hafal kedua hukum ini, tapi masuk dan menghayati dan mengamalkan ajaran Taurat itu. Masuk lebih dalam lagi, banyak kita sama dengan Ahli Taurat. Perhatikan anak-anak sekolah minggu sangat tahu apa hukum utama dan terutama dari isi Alkitab. Kalau kita juga tahu dan hafat isi hokum yang utama dan terutama itu, sama artinya dengan “kita tidak jauh dari kerajaan Allah”. Berarti posisi dan status kekristenan kita diluar kerajaan Allah. Kita belum masuk dalam kerajaan Allah. Kita harus masuk dalam kerajaan Allah, itulah esensi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, mari evaluasi diri, jangan hanya merasa puas dengan bisa beribadah saja, kalau kita belum menikmati sepenuhnya perasaan dan perasaan cinta kepada Allah secara TOTALITAS. Cinta penuh kerinduan dengan Allah. Orang yang jatuh cinta, matanya bersinar. Jatuh cinta biasa membuat orang mengingat-ingat selalu yang dicintainya. Kita juga kalau mencintai Allah, bagaimana sikap cinta kita kepada Allah, bagaimana kita mencintai Allah sepenuh hati?
Ada seorang pengusaha, setiap minggu rajin sekali membeli banyak renungan harian. Satu untuk dia, dan yang lainnya dibagikan kepada jemaat lain. Itu terus dilakukan setiap minggu. Ketika dia ditanya mengapa melakukan hal itu? Jawabnya, buku renungan itu sangat bagus, waktu membaca sebulan terlalu lama. Saya bisa menghabiskan bacaan renungan itu dan mencari lagi renungan lain. Sebab ada kerinduan untuk bertemu dan mencari Tuhan. Rasanya tak sabar, rasanya rindu untuk terus belajar tentang kebenaran Allah, rasanya tak sabar untuk segera kembali beribadah lagi.

Kasihi BAPA dengan segenap jiwa (psuke)

Kasihi BAPA dengan segenap jiwa. Mengasihi dengan penuh kesadaran + semangat. Bukan gelora cinta sesaat lalu pudar. Contoh: ada seekor burung pipit yang jatuh cinta kepada mawar putih. Ketika burung pipit ini menyatakan cintanya, bunga mawar ini meminta tanda, jika kau benar-benar mencintaiku, ubahlah warna bungaku yang putih ini menjadi merah. Karena cintanya kepada bunga mawar putih, sang Burung pipit pergi melukai dirinya, dan dating kepada mawar putih dan meneteskan darah diatas mawar putih hingga berubah warna menjadi merah. Mawar tahu bahwa burung pipit benar-benar mencintainya. Namun semua terlambat, karena kehabisan darahnya, sang burung menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kasih kepada BAPA bukanlah cinta yang EMOSIonal yang Allah harapkan seperti burung pipit ini. Anak-anak muda dalam menyatakan cinta, biasanya membawa bunga mawar. Dalam mengungkapkan cinta, harus dipikirkan dengan kesadaran, memahami kelebihan dan kekurangan pasangan atau calon pacar kita atau calon istri kita dan siap menerimanya. Demikian halnya dalam mencinta Allah harus secara sadar dan menggunakan akal sehat.

Kasihi BAPA dengan kekuatan

Kasihi BAPA dengan kekuatan (me’od). Mengasihi Bapa dengan seluruh kekuatan (dunamos), mengasihi Bapa dengan akal budi/intelektua. (dianoai). Misalnya: pemuda Jawa berpacaran dengan pemudi Batak. Pertama, pemuda ini pergi ke perpustakaan dan mencari dan membaca buku-buku tentang adat dan budaya batak. Kedua, melakukan pendekatan dengan keluarga pemudi idamannya. Mencari tahu hubungan kekeluargaan dan kekerabatannya; ketiga, ia membangun diolog yang baik dengan keluarga dari perempuan batak ini. Inilah cinta yang pakai kekuatan akal budi/inteletual. Artinya, pemuda Jawa ini tidak sembarangan dan asal-asalan dalam mencinta gadis Batak pujaannya. Sebab ia semakin dalam untuk memahami cintanya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga melakukan hal yang sama karena cinta kita kepada Allah? Ataukah kita juga dikatakan Yesus sebagai “orang-orang yang tidak jauh dari kerajaan Allah?” banyak orang tidak menikmati hubungan indah dengan Allah. Karena mereka tidak jauh dari Kerajaan Allah.
Bagaimana dengan hidup kita? Apakah selama ini kita hidup tetap mendengarkan apa yang jadi ketetapan dan perintah-Nya yang kembali ditegaskan dalam perjanjian baru, yaitu supaya kita mengasihi Allah dan mengasihi sesama? Mari kita terus belajar dan memperjuangkan agar perintah Tuhan dapat senantiasa kita hidupi dalam hidup ini, karena dengan demikian kita tidak jauh dari kerajaan Allah. Kerajaan Allah tidak hanya berbicara tentang sesuatu yang sifatnya eskatologis (nanti), kerajaan Allah tidak jauh dari kita. Tempat dimana Allah memerintah (ada damai, sukacita, kebenaran, keadilan) disitulah Kerajaan Allah hadir.

Menikmati keselamatan karena kita sudah ditebus

Menikmati keselamatan karena kita sudah ditebus. Bebas dari perbudakan (Ulangan 6:12). Menikmati hidup dan bukan budak dosa lagi. Nikmati hidup ini dengan suasana sudah ditebus. Seorang pemuda yang juga model dan selebritis bernama Billy Glenn, hidupnya sukses tapi tidak menjaga anugerah dan berkat Tuhan. Hidup dengan narkoba, masuk keluar penjara. Ketika kali kedua ia masuk penjara, disanalah ia menyadari kasih Allah. Ia menyadari kelebihan-kelebihan dan karunia yang Tuhan tlah berikan kepadanya. Ia tampan, ia seorang model; ia seorang selebritis dan bintang film. Ia telah menyesali kesia-siaan yang telah dilakukannya. Padahal Allah sudah memberikan hal-hal dan pekerjaan yang terbaik, apalagi yang kurang? Namun banyak kali kita seperti Billy, kita telah menyia-nyiakan semua kebaikan Tuhan yang sudah kita miliki. Mari jangan sia-siakan hidup kita. Mari nikmati berkat Allah dalam hidup kita. Mari nikmati karya Allah ini.

Nikmati Berkat dan Karya BAPA

Nikmati Berkat dan Karya BAPA. Allah. Ingatlah, bahwa Allah yang telah berkati kita. (Ulangan 6:10-12). Sudah maknur dan sukses, jangan lupa Tuhan. Sudah punya segala-galanya, jangan lupa Tuhan. Bagi kita yang jauh dari tuhan, kembalilah kepada Tuhan. Masuk dalam kerajaan Allah, lebih baik kelihatan terlambat daripada tidak sama sekali.

Nikmati keluarga yang akrab dengan Bapa

Nikmati keluarga yang akrab dengan Bapa. Ingat bahwa keluarga adalah Anugerah Allah. Ceritakan berulang-ulang tentang kasih Allah kepada anak-anak; tingkatkan disiplin rohani dalam doa maupun ibadah-ibadah; rumah penuhi dengan assesoris rohani; doa bersama keluarga; persekutuan bersama keluarga. Kita sebagai keluarga, mungkin “ada yang dekat kerajaan Allah tapi belum masuk di dalamNYA”. Nikmati kasih Allah.

Sejauh mana usaha kita untuk menghadirkan kerajaan Allah ditengah dunia ini? Apakah kehadiran kita membuat orang lain juga turut merasakan bahwa mereka tidak jauh dari kerajaan Allah atau sebaliknya? Jangan lupa: seseorang dapat mempercayai kerajaan Allah yang akan dating (eskatologis) itu berawal dari ketika mereka dapat merasakan dan melihat kerajaan Allah yang hadir dalam hidup kita….berjuanglah…, jangan putus asa, hadirkanlah kerajaan Allah dalam hidup kita agar semakin banyak orang di sekitar kita melihat Yesus dalam hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: