HAL-HAL YANG AKAN DIHADAPI DALAM TAHAPAN AWAL PROSES IJIN PENELITIAN

Oleh Pilipus Kopeuw
0440 – Yogyakarta, Rabu 21 November 2012 – Jam 13:32 wib

Penelitian Membutuhkan Surat Ijin Penelitian

Hal yang ingin saya jelaskan disini adalah kondisi dan situasi awal dalam melakukan survei penelitian lapangan setelah si peneliti (Skripsi, Tesis, Disertasi, tugas penelitian sebagai dosen) merampungkan proposal penelitiannnya hingga kesiapan instrumennya. Dalam melakukan penelitian, peneliti perlu meminta ijin kepada pemegang otoritas dari lokasi dan tempat penelitian yang telah dipilih menjadi objek penelitiannya. Untuk itu, perlu dibuatkan surat dari institusi asal. Misal, kalau mahasiswa hendak melakukan penelitian untuk skripsi, berarti mahasiswa harus mendapat surat pengantar “Ijin Penelitian” dari perguruan tinggi dimana mahasiswa ini studi yang ditujuhkan kepada pemegang otoritas di lokasi dan tempat penelitian yang dipilih. Hal yang sama juga berlaku untuk penulisan dan penelitian tesis atau disertasi. Mahasiswa bersangkutan harus mendapatkan atau mempunyai atau memiliki surat “Ijin Penelitian” dari kampusnya, yang ditujukan kepada pemegang otoritas di tempat penelitian yang telah dipilihnya. Demikian halnya para dosen yang melakukan tugas penelitian dari lembaga pendidikannya, dosen peneliti ini juga dalam melakukan penelitiannya harus membawa “surat ijin penelitian” dari pimpinan atau atasnya langsung, yang ditujukan kepada pemegang otoritas di lokasi dan tempat penelitiannya. Surat “ijin penelitian” ini sangat penting. sebab tujuannya jelas disampaikan di dalam surat ijin penelitian tersebut sesuai dengan status peneliti. Dengan surat ijin penelitian ini, jika peneliti telah di-ijinkan atau diperbolehkan, maka peneliti dapat melakukan tugas penelitiannya sesuai dengan kisi-kisi instrumen dan sumber datanya. Dengan diberikan ijin ini, penelitian ini dinyatakan “legal, sah dan resmi”. Karena telah menempuh prosedur dengan baik, benar dan tepat. Sebab data yang akan diperoleh sifatnya legal. Sebab ada juga penelitian yang ilegal, karena penelitian dilakukan tanpa ijin yang resmi dan sah. Jika ini terjadi, akan berpotensi menjadi masalah antara peneliti dan pemegang otoritas terhadap validitas, reliabilitas dan keabsahan data tersebut.

Situasi yang dihadapi saat mengantarkan Surat ijin Penelitian

Bagi peneliti pemula, baik dalam pembuatan skripsi, tesis dan disertasi, pada tahapan ini biasa mengalami tantangan dalam diri sendiri dengan perasaan yang macam-macam. Ada rasa takut, bingung, stress, membuat denyut nadi tambah kencang debarnya, keringat dingin, menimbulkan pertanyaan sendiri dalam pikirannya? Apakah Anda bisa mendapatkan ijin untuk melaksanakan penelitian atau tidak? Bagaimana ini dan itu? Terjadi peperangan dalam pikiran dan diri sendiri. Walaupun demikian kondisinya, proses penelitian harus bergulir. Mahasiswa atau peneliti harus membuat keputusan untuk melangkah, jangan memikirkan hal-hal yang belum jelas dan belum pasti. Mahasiswa atau peneliti harus berani melangkah untuk mengantarkan “Surat Ijin Penelitian” kepada pemegang otoritas di lokasi penelitian,
Ada beberapa hal yang akan dihadapi dan dijumpai sebagai sebuah pengalaman baik, ketika Anda bertemu dengan orang-orang pemegang otoritas dalam proses ini. Sebab setiap orang memiliki cara yang berbeda antara satu dengan lain. Misalnya:
Ada pemegang otoritas yang sangat “welcome” dan terbuka sekali merespon Anda ketika anda memberikan surat ijin penelitian anda, dan biasanya setelah dibaca dan dipeajari, akan langsung menanyakan, kapan anda akan memulai penelitiannya? Apa yang bisa saya atau kami bantu? Setelah anda menjelaskan, mungkin dia akan berikan rekomendasi khusus kepada anda selama melaksanakan penelitian yakni pengembilan data sesuai dengan kisi-kisi instrumen dan sumber data penelitian. Tipe karakter pemegang otoritas seperti ini sangat membantu dan memudahkan anda (peneliti) dalam kelancaran tugas penelitian tersebut. Proses penelitian anda akan berjalan dengan cepat.
Ada pemegang otoritas yang “welcome” dan merespon baik, tetap tidak langsung memberikan jawaban ‘bisa atau tidak’ anda melakukan penelitian. Surat ijin penelitian anda tersebut harus dibahas dalam pertemuan bersama dengan orang-orang yang terkait dengan penelitian itu. Anda jangan pergi sebelam anda tahu, kapan mereka akan ada pertemuan, terus kapan mereka berikan tanggapan atau jawaban terhadap surat ijin penelitian anda. Ini tipe kepemimpinan yang selalu mengajak semua pihak untuk berpikir dan membuat keputusan bersama. Sangat baik, karena jika jawabannya “ya” maka semua akan membantu dalam proses penelitian tersebut. Persoalannya adalah menunggu jawaban dan tanggapan terhadap surat ijin penelitian yang dimasuk tersebut. Inilah yang kadan menambah panjangnya dan lamanya waktu penelitian.
Ada juga pemegang otoritas yang setelah membaca surat ijin penelitian, kemudian menolak untuk tempatnya dijadikan sebagai obyek penelitian. Dasar penolakan biasa dijelaskan kepada peneliti, kenapa mereka menolak dilaksanakan penelitian di tempat mereka. Jika kondisi ini terjadi peneliti harus segera mencari tempat penelitian lain lagi yang karakteristiknya sama. Kalau tidak ada, berarti judul penelitian dan sebagainya harus diganti.

Pentingnya Membangun dan Memiliki Relasi Sebelum Melakukan Penelitian

Penting sekali kita membangun relasi. Mungkin dalam berteman dan bersahabat kita memilih-milih orang. Itu boleh saja, dan merupakan hak asasi setiap orang. Namun dengar pepatah china kuno yang mengatakan “1000 teman belum cukup 1 musuh terlalu banyak”. Dalam kenyataan, berteman perlu sekali, karena melalui teman atau orang rejeki kita serta kemudahan lainnya dari Allah dilewat melalui mereka kepada Anda.
Secara psikologi, dalam hal tolong menolong, lebih mungkin menolong orang yang Anda kenal daripada yang belum Anda kenal. Nah, dalam melakukan penelitian, apalagi lokasi penelitian yang Anda pilih adalah tempat yang baru dan asing bagi Anda. Pasti memunculkan banyak pertanyaan dalam benak Anda. Apa yang anda lakukan:
Anda harus mulai mengadakan pendekatan dengan para responden atau orang-orang yang dekat responden. Anda harus dikenal oleh mereka. Anda harus membangun relasi.
Manfaatkan teman dan kenalan anda, yang faham dan kenal responden atau situasi kondisi di lokasi penelitian.
Manfaatkan Kenalan lama atau yang terkini: teman masa kecil, teman kuliah, senior di kampus, kenalan lain yang berkaitan dan konteks membangun relasi, kenalan tetangga, teman sesama anggota pemeluk agama yang sama, status hubungan perkawinan, teman bekerja pekerjaan, teman seprofesi dan sebagainya.

Memiliki dan membangun relasi akan sangat memberi kemudahan kepada anda (peneliti) dalam mendapat ijin penelitian dan kerja sama yang baik. Dengan relasi yang baik, waktu penelitian diperpendek, informasi mudah didapat. Hasil penelitian sangat mungkin untuk maksimal didapatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: