MEMBERI DARI KEKURANGAN

Oleh Pdt. Robert William Maarthin, M.Ag
Penulis Philip Kopeuw
0423 – Yogyakarta minggu 11 November 2012 – Jam 13:20 wib

Menerima sesuatu dari orang lain ammat mudah. Tapi memberi sesuatu kepada orang lain begitu sulit, padahal kedua hal tersebut, menerima dan memberi adalah bagian hidup yang suda ada semenjak dilahirkan.
Mengapa lebih mudah menerima daripada memberi? Ya, karena menerima itu menyenangkan, membahagiakan, menggembirakan, tapi sebaliknya memberi membuat kita kehilangan, berkurang dan apa yang kita miliki menjadi lebih sedikit.
Lalu mengapa orang-orang Kristen diajar untuk membeir atau mengasihi? Dalam konteks bacaan Injil Markus 12:38-44, Yesus mau mengajarkan bahwa member itu persoalan iman, bukan soal “kepemilikan: kebendaan; kaya atau miskin.”
Padahal memberi atau mengasihi merupakan soal iman. Soal kepercayaan pada sabda Tuhan (Firman). Karena itu, Yesus memuji si janda yang menyerahkan persembahan karena iman, bukan karena apa yang dimiliki!
Demikian juga ibu janda dari Sarfat yang melayani (memberi makan) Elia. Ibu janda itu menjamu Elia karena imannya (dalam kepercayaannya) pada ucapan Elia (1 Raja-Raja 17: 8-16).
Memberi kepada siapa yang membutuhkan? Siapa takut?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: