MENJADI PENELITI AGAMA KRISTEN YANG TOTALITAS ATAU FORMALITAS

Oleh Philip Kopeuw
0441 – Yogyakarta, Rabu 21 November 2012 – Jam 15:18 wib

Latar Belakang Masalah

Berbicara penelitian agama Kristen, barangkali belum banyak orang yang membahasnya. Walaupun sudah cukup banyak STT, STAKPN dan Universitas Kristen yang ada Fakultas Agama Kristen, tapi penelitian hanya banyak sebatas memenuhi tugas akademik untuk mendapatkan gelar sarjana, masgiter dan doktor. Apakah para peneliti karena beban akademik ini meneruskannya dilapangan pelayanan dan tugas mereka? Bagi yang jadi pendeta sibuk dengan tugas-tugas pengembalaannya. Bagi yang guru dan dosen pendidikan agama Kristen sibuk dengan rutinitasnya dan jarang melakukan penelitian. Seolah-olah skripsi, Tesis dan Disertasi hanya formalitas untuk memenuhi syarat untuk memperoleh gelar. Kemudian setelah itu, cukup sampai disitu. Banyak yang menjadi dosen di perguruan tinggi teologi dan agama Kristen, apakah mereka juga melakukan penelitian agama atau penelitian teologi yang menjadi salah satu tugas tridharma perguruan tinggi?

Pengertian totalitas

Apapun pekerjaan yang anda lakukan tidak akan pernah berarti apa-apa jika hanya dikerjakan setengah hati. Totalitas sangat diperlukan manakala kita mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas. Tidak peduli apa profesi anda, entah tukang ojek, mahasiswa, pedagang sayur, tukang cukur, ketua KPK, Ketua KPU, Pimpinan Perguruan Tinggi atau mengkin jadi pembantu rumah tangga di rumah presiden. Semua profesi tersebut akan begitu bermakna dan penuh rasa nikmat ketika meraih hasil jika dikerjakan dengan keseriusan dan kesungguhan. Totalitas merupakan suatu tuntutan dalam hal apa saja. Totalitas dalam berpikir, berbicara dan juga totalitas dalam berbuat. Ketika seseorang sedang berpikir maka yang di butuhkan adalah totalitas dalam berpikir, begitu juga dalam hal berbicara dan bertindak. Bekerja tidak luput dari tuntutan totalitas dalam melakukan suatu pekerjaan. Begitu juga dengan totalitas dalam menulis. Totalitas adalah bagaimana caranya untuk mencapai hasil yang total.

Menjadi peneliti yang penuh totalitas, lebih baik dilakukan sesuai dengan interest kita walau penghasilan kecil karena jika kita sudah senang di bidang tersebut, kita mampu bekerja secara total sehingga hasil pekerjaan juga sangat memuaskan dan itu akan berpengaruh pada peningkatan tingkat pekerjaan dan penghasilan nantinya serta pencapaian impian kita masing-masing.

Menjadi Peneliti Agama Kristen Yang Penuh Totalitas

Menjadi peneliti agama Kristen yang penuh totalitas itu yang bagaimana? Seperti apa? Ketika saya mengajar mata kuliah metodologi penelitian tahun 2001-2004, saya sendiri tidak pernah membuat satu karya ilmiah pun. Selain itu, saya dan teman-teman sibuk dengan urusan penelitian mahasiswa. Kesibukan kami adalah membimbing proposal penelitian, menguji seminar proposal skripsi, membimbing skripsi mahasiswa hingga pada tahapan ujian skripsi mahasiswa. Kampus kami mengajar yaitu Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN Sentani), sejak tahun-tahun itu jarang sekali dosen melakukan penelitian. Memang ada jurnal ilmiah yang namanya Jurnal ImaGodei untuk pendidikan dan Teologi. Jurnal imagodei sudah terbit 3 atau volume. Namun, yang dimuat di dalamnya bukan hasil penelitian. Kebanyakan adalah makalah-makalah yang mirip dengan semi penelitian yang hanya mengandalakan analisis studi kepustakaan.

Selain itu, untuk menjadi sarjana, magister dan doctor teologi, dan Pendidikan Agam Kristen mahasiswa dipaksa untuk melakukan penelitian. Nah, setelah tamat, jarang kita dengar atau ikuti ada seminar hasil-hasil penelitian bidang teologi Kristen dan PAK. Yang ada hanya pendidikan dan pelatihan metodologi penelitian. Kapan nyali untuk menjadi peneliti agama Kristen atau menjadi peneliti teologi aktif? Seperti kita masih kekurangan orang dalam mempersiapkan diri atau telah bekerja sebagai peliti khusu Teologi Kristen dan PAK.

Menjadi peneliti PAK yang penuh totalitas berarti benar-benar memahami penelitian dan bisa melaksanakan penelitian dengan benar. Memahami penelitian bukan hanya satu pendekatan ataupun hanya satu metode penelitian saja. Namu menguasai seluruh jenis dan metode penelitia, baik penelitian umum, penelitian khusus seperti penelitian agama dan penelitian teologi. Penelitian bukan karena, ada tugas semata, menjadi peneliti PAK berarti terus menerus melakukan kajian-kajina PAK dengan melihat persoalan-persoalan yang ada? Saya sendiri sedang mencari guru besar atau profesor di bidang penelitian PAK. Sampai saat ini saya belum menemukan itu di Indonesia. Tapi saya terus akan mencari. Melihat kondisi ini bahwa sangat mungkin sekali bagi anda yang berminat menjadi peneliti PAK yang penuh totalitas. Peneliti yang benar-benar memberikan hidupnya secara khusus untuk melakukan penelitian-penelitian bidang pendidikan agama Kristen (PAK).

Ketika saya mengajarkan metodologi penelitian (MP) di tahun 2001 -2004, saya belum menyadari bahwa kurikulum metodologi penelitian di perguruan tinggi agama Kristen (PTTAK) perlu diperbaiki. Tahun 2008 setelah saya menamat pendidikan studi S2 bidang penelitian dan evaluasi pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta, saya menilai bahwa kurikulum metodologi penelitian di PTTAK perlu dilakukan perubahan. Alasan saya, karena isi kurikulum MP tidak sesuai dengan sifat atau karakternya PTTAK. Isi dan ajaran dalam kurikulum bersifat umum dan tidak mencirikan sifat dan karakterrsitik penelitian PTTAK-nya. Karakteristik penelitian PTTAK yang dimaksud itu seperti apa? Misalnya PTTAK harus memuat dalam kurikulum MP adalah Model penelitian agama, model pendekatan penelitian teologi.

Dalam perguruan tinggi yang bersifat keagamaan memiliki model pendekatan terhadap studi agama. Hujair AH. Sanaky (2005) juga menjelaskan bahwa: Untuk penelitian agama yang sasarannya adalah agama sebagai doktrin. “Agama sebagai teologi, tidak terbatas hanya sekedar menerangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Transendental) saja, tetapi tidak terelakan adalah melibatkan kesadaran berkelompok (sosiologi), kesadaran pencarian asal usul agama (antropologis), pemenuhan kebutuhan untuk membentuk kepribadian yang kuat dan ketenangan jiwa (psikologis) bahkan ajaran agama tertentu dapat diteliti sejauh mana keterkaitan ajaran etikanya dengan corak pandangan hidup yang memberi dorongan yang kuat untuk memperoleh derajat kesejahteraan hidup yang optimal (ekonomi)”.

Dari uraian diatas menunjukkan bahwa ada dua sasaran dalam penelitian agama, pertama, agama sebagai doktrin dan yang kedua, agama sebagai teologi. Jika agama dipandang sebagai doktrin yang sakral, suci dan tabuh, maka tertutup untuk kajian-kajian atau penelitian. Tetapi, apabila kajian-kajian diarahkan pada elemen-elemen agama, maka terbuka pintu untuk melakukan penelitian. Sebelum mendekati agama, memang amat perlu mengetahui sasaran yang akan didekati, yaitu agama atau kepercayaan yang terjadi karena adanya dipandang Maha Kuasa menjadi sumber dari segala sesuatu.

Pendekatan penelitian teologi ini terdiri dari beberapa, yakni (1) pendekatan penelitian teologi sistematik; (2) pendekatan penelitian teologi praktika atau pastoral; (3) pendekatan penelitian studi kasus pastoral; (4) pendekatan penelitian teologi filosofis; (5) pendekatan penelitian teologi politis; (6) pendekatan penelitian teologi kontekstual; (7) pendekatan penelitian teologi eksegesis; (8) pendekatan penelitian teologi historis; (9) pendekatan penelitian teologi praktis, dan (10) pendekatan penelitian semiotik.

Penelitian umum seperti: penelitian sejarah, penelitian studi kasus, penelitian lapangan, penelitian evaluasi, penelitian tindakan (AR), penelitian dan pengembangan (R&D), penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen semu, penelitian kausal komparatif, penelitian korelasional, penelitian pendidikan, penelitian sosial, hubungannya dengan kualitatif dan kuantitatif.

Selanjutnya, dengan mengetahui dan menguasai penelitian umum, penelitian agama dan penelitian teologi, kemudian diterapkan dalam penelitian-penelitian yang dilaksanakan. Kalau sebagai dosen, bagaimana warna penelitian dari PTTAK nampak dalam penelitian skripsi mahasiswa dan dlam penelitian yang dilakukan oleh para dosen. Dengan demikian, perubahan dan inovasi terus dilakukan baik sebagian bagian dari pencitraan kampus, dosen, mahasiswa dan juga bagian kepentingan masyarakat pada umumnya.

Jadi peluang untuk menjadi peneliti agama dan teologi kristen yang penuh totalitas sangat mungkin sekali. Kuncinya adalah tinggal kesediaan peribadi untuk melakoninya. Setiap usaha yang baik memang tidak semudah membalikan telapan tangan. Setiap usaha yang berhasil, dijalani dan dilalui, kemudian evaluasi dan perbaikan terus dilakukan. Ketika suatu saat tanpa di sadari anda sudah berada pada posisi dengan pangkat : Peneliti Agama dan Teologi Kristen. Sebutan dan Harga sebuah totalitas yang pantas.

Menjadi Peneliti Agama Kristen yang sifatnya Formalitas

Saya pikir, selama ini yang dilakukan adalah penelitian agama kristen yang sifatnya formalitas. Dengan tujuan memperoleh gelar. Kalau bagi dosen, penelitian dilakukan karena ada dana yang dikucurkan untuk penelitian. Penelitian dilakukan karena ada pesanan. Itu menunjukkan bahwa Penelitian agama yang formalitas adalah melakukan penelitian karena faktor eksternal bukan faktor internal dari pribadi sesorang.

Kesimpulan

Totalitas bukan saja membuat kita tahan berbagai tekanan, melainkan dapat mendorong kita untuk berinovasi agar kita dapat berguna bagi sesama. Untuk mengukur seseorang memiliki totalitas sebagai peneliti agama dan teologi Kristen yang maksimal dapat dibuktikan dari reaksinya ketika sedang menghadapi masalah pendidikan agama Kristen dan teologi. Jika tidak ada reaksi, berarti mereka hanyalah menjadi peneliti yang formalitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: