MENINGKATKAN KUALITAS PENELITIAN DOSEN STAKPN DAN STT MELALUI TUGAS PENELITIAN

Oleh Pilipus Kopeuw
0456 – Yogyakarta Rabu 28 November 2012 – Jam 01:53 wib

Dosen punya beban moral cukup besar dalam hal kualitas penelitiannya. Pertama, kepada jabatannya sebagai dosen, kualitas penelitiannya akan menunjukkan siapa dirinya. Kedua, kepada mahasiswa. Apabila dosen tidak menguasai penelitian bagaimana dia bisa membimbing mahasiswa. Ketiga, kualitas penelitian dosen, mencerminkan kaulitas institusi.

Dosen STT dan STAKPN memang punya pengalaman penelitian. Tapi itupun diperoleh karena harus memenuhi syarat guna mendapat gelar sarjana, magister, maupun doktor. Yang menjadi masalah apabila mereka seperti pohon pisang yang sekali berbuah dan langsung ditebang dan tidak pernah berbuah lagi. Artinya, penelitian yang dilakukan para dosen, tempo dulu hanya karena untuk mendapatkan gelar. Nah, bagaimana selanjutnya setelah mendapatkan gelar, apakah dosen masih terus melaksanakan penelitian? Syukur-syukur kalau penelitiannya dilakukan sendiri, dia bisa tahu bagaimana melakukan penelitian dengan satu pendekatan penelitian yang dipilih. Tapi apa jadinya, kalau penelitiannya dikerjakan oleh orang lain? Hal itu akan terlihat dari kualitas skripsi yang dibimbingnya.

Institusi STT dan STAKPN dan kementerian agama RI dalam hal ini Direktorat Bimas Kristen sudah berupaya dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan metodologi penelitian bagi para dosen secara umum dan khusus juga buat dosen-dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian. Namun dari kenyataan yang ada, pendidikan dan pelatihan itu tidak akan berguna apabila tidak diimbangi dengan praktek lapangan. Buktinya saja, skripsi dari tahun ke tahun kualitas isi, metode dan penulisan dan sebagainya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Selain itu, dosen-dosen mungkin mengatakan sudah menulis jurnal. Pertanyaannya adalah apakah jurnal itu “jurnal penelitian?” atau jurnal yang hanya kajian-kajian atau studi-studi seperti membuat peper atau makalah. Atau semacam kajian/studi kepustakaan saja? Yang ditemui di lapangan, jurnal-jurnal yang dihasil tidak semua adalah jurnal penelitian. Sebagian besar dosen hanya menulis makalah dengan sistematika jurnal. Kalau ada yang mengklaim kajian-kajian dalam jurnal itu adalah penelitian, sedangkan penelitian pustaka tidak menjawab masalah aktual. Jadi untuk jurnal menjadi jurnal penelitian, maka penulisannya harus berdasarkan pada studi lapangan. Inilah yang belum banyak dilakukan oleh dosen-dosen dikalangan Fakultas Agama Kristen, STT dan STAKPN.

Di STAKPN, biasanya ada kegiatan penelitian bagi dosen yang di selenggarakan melalui unit penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (UPPM) tiap tahun. Kegiatan penelitian itu bisa bersifat “ penelitian tim” dan “penelitian perorangan”. Sudah beberapa kali diperhatikan, dana-dana penelitian ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk penelitian. Sebab dananya, dibagi begitu saja. Ironisnya lagi, dana penelitian sudah diberikan, tetapi hasil penelitian tidak ada.

Hal-hal diatas ini menjadi perhatian para stakeholder. Itu sebabnya, gunakan kesempatan ini melalui UPPM, untuk meningkatkan kualitas dosen di bidang penelitian. Dosen harus diberi kesempatan untuk melakukan penelitian. Dosen juga jangan menunggu ada dana baru melakukan penelitian. Dosen harus bisa melihat persoalan-persoalan yang mengandung kesenjangan lalu membuat kajian-kajian penelitian. Dengan demikian, melalui penelitian dosen hadir memberikan solusi terhadap suatu persoalan. Di dalam pengamatan, ada banyak sekali persoalan di tengah masyarakat, berbangsa dan bernegara, budaya dan keagamaan, politik dan sebagainya yang dapat diselidiki melalui penelitian.

Kualitas dosen dibidang penelitian pasti akan meningkat apabila diberi kesempatan untuk meneliti. Dosen jangan hanya pandai saja memberi ujian proposal, menjadi pembimbing proposal, menguji skripsi, tetapi sebenarnya ketika diminta untuk melakukan penelitian sendiri jangan-jangan juga tidak bisa. UPPM harus memberikan tugas penelitian kepada para dosen dengan adil dan merata, sehingga mereka bisa mengasa dan meningkatkan kemampuannya di bidang penelitian.

Semakin banyak jam terbang dosen dibidang penelitian, akan sangat menambah pengetahuan, pemahaman, skill penelitian dan penemuan ilmu-ilmu baru dalam memperkaya kasana pendidikan teologi dan agama Kristen.

Selanjutnya, hasil-hasil penelitian dosen itu diseminarkan. UPPM atau Jurusan atau Institusi harus menyediakan wadah kegiatan untuk mempromosikan hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh para dosen. Hal ini juga sebagai bagian dari pencitraan kampus. Hal ini juga menjadi motivasi buat rekan dosen lain. Hal ini juga menjadi kebanggaan jurusan. Sekaigus memacuh semangat mahasiswa dalam melakukan penelitian-penelitian lain selanjutnya. Melalui seminar, kemampuan dosen dalam mengkaji sesuatu di uji, kemampuan dosen dalam menyelesaikan masalah diuji. Disinilah akan terlihat kemampuan dosen dalam melakukan langkah-langkah penelitian apakah sudah tepat atau belum. Disinilah proses pembelajaran buat seluruh sivitas akademika terjadi. Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada jarum yang tak patah. Semua dosen yang melakukan penelitian pasti akan melihat kelebihan dan kekuarangan. Namun dari sini dia akan belajar banyak hal untuk menjadi lebih baik. Lebih baik melakukan dan tahu kekurangan atau kesalahan sehingga bisa memperbaiki diri daripada tidak melakukan, dan tidak tahu apa-apa.

Seminar adalah ajang untuk menentukan kemampuan dosen di bidang penelitian. Sekali lagi UPPM atau Institusi harus mulai berani mempercayakan dosen-dosen untuk melakukan penelitian. Sebab dengan dosen melakukan penelitian langsung, maka ia akan belajar memperbaiki diri agar menjadi lebih tahu lagi bagaimana melakukan penelitian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: