SEANDAINYA AKU BENAR-BENAR KEHILANGAN BARANG BERHARGA

Oleh Pilipus Kopeuw
0473 -Yogyakarta Selasa 11 Desember 2012 – Jam 23:26 wib

Semua orang memiliki barang-barang yang dianggap berharga bagi hidupnya. Ada yang memiliki sepeda sebagai benda berharga, HP, Motor, Mobil, emas dan sebagainya sebagai benda kesayangan dan berbarga. Ada yang hobi memelihara hewan dan itu juga menjadi benda berharga. Memiliki benda berharga tidak memandang status sosial. Siapa saja dari kalangan manapun, pasti memiliki benda berharga dalam hidupnya.
Avanza2
Ada sebuah keluarga, suaminya memiliki benda berharga salah satunya adalah mobil Avanza seri G 1500cc. mobilnya ini telah hilang dua kali. Pertama, saat mobil itu, di parkir di halaman rumah, tiba-tiba datang beberapa keluarga yang tidak senang dengan kepala keluarga ini akhirnya mobil Avanzanya di bawah paksa orang-orang tersebut. Kepala keluarga ini tidak bisa berbuat banyak, ia lemas karena barang berharganya hilang. Hatinya begitu sedih ketika mengetahui mobil kesayangannya itu hilang. Ketika kepala keluarga ini membuka matanya, dan mencoba melihat sekeliling terlebih matanya tertuju kepada tempat dimana biasa ia memarkir mobil, ternyata mobil Avanza kesayangannya masih ada. Ia baru sadar bahwa rupanya hanya mimpi. Walaupun itu hanya mimpi, coba seandanya benar-benar terjadi, bayangkan saja tingkat stress. Siapapun dia, kalau kehilangan barang berharganya, apalagi yang bernilai tinggi jika diukut dengan nilai uang.
emas-batangan
Beberapa hari kemudian, setelah pulang dari melaksanakan tugas, harian sang kepala keluarga ini, tidur sebentar. Tak lama kemudian, dia ada di sebuah gereja kecil, sepertinya mereka akan ibadah. Gereja ibu gembala sidangnya adalah seorang janda, dulu jemaat itu digembalakan oleh suaminya. Sang kepala keluarga ini menggunakan mobil Avanza kesayangannya pergi ibadah di gereja itu. Setelah masuk di gereja, si kepala keluarga ini mengambil mic sambil menyanyi pujian “segala puji syukur hanya bagimu Tuhan” sambil mengajak jemaat bernyanyi bersama sambil menunggu jemaat lain datang untuk beribadah bersama. Setelah mereka ibadah selesai. Hendak mau pulang, si kepala keluarga ini kembali mencari mobilnya sudah tidak ada di halaman gereja. Menurut informasi beberapa orang di sekitar gereja itu bahwa, mobilnya di dorong kearah utara oleh beberapa orang tadi. Rupanya yang mendorong mobil itu adalah keluarganya yang tidak senang kepadanya dalam mimpinya diatas. Si kepala keluarga ini hatinya sangat sedih, kenapa orang-orang ini tidak bisa berhenti menggangunya. Mengapa orang-orang ini tidak bisa melihat kesenangan orang lain. Kalau mau punya mobil yang berusahalah, cari uang sebanyak-banyaknya dan beli mobil. Kali kedua ini, hati si kepala keluarga ini sangat-sangat sedih, kalau tahu nanti jadinya seperti ini, mendingan tidak usah beli mobil, uangnya itu digunakan untuk hal lain saja. Menyesal tidak ada guna. Ternyata kisah ini juga hanyalah mimpi. Hal yang mengherankan, adalah mengapa mimpi yang sama terulang hingga dua kali. Ada apa?

Ada seorang Pendeta, mengajak jemaatnya untuk memberikan yang terbaik dari hidupnya. Yang terbaik adalah apa yang kita sayangi. Anaknya juga hadir dalam ibadah tersebut mendengar khotbah ayahnya. Ketika pulang ke rumah, datang orang miskin meminta sedekah, lalu anaknya ini memberikan ayam jago kesayangan ayah. Setelah ayahnya pulang dari gereja mencari ayam jago sudah tidak ada di dalam kandangnya, Pendeta mengamuk dan marah-marah. Katanya, kenapa nggak bisa urus dan jaga ayamnya dengan baik dan sebagainya. Kemudian anaknya tenang mengatakan, tadi ada pengemis datang minta sesuatu makanya saya beri ayam jago bapa kepadanya. Sebab tadi di gereja bapa khotbah tentang memberikan yang terbaik kepada orang lain. Pendeta tambah meluap amarah, katanya: itu benar, tapi khotbah itu untuk jemaat, bukan untuk kita.

Seandainya Anda benar-benar kehilangan apa yang disayangi, pasti Anda akan sedih, Anda akan susah hati, Anda akan stress berat. Tetapi ketika Anda terbangung dari tidur dan sadar ternyata itu hanya mimpi, apa yang Anda pikirkan ataupun katakan? Misalnya saja, suatu saat Anda mimpi ditabrak dan nyawanya sudah melayang, disana lalu ingat masih ada orang tua yang di tinggalkan, masih ada cita-cita yang belum dicapai, belum ada keturunan, anak-anak masih kecil, dan pikiran-pikiran lainnya. Menyesal tiada habisnya. Kemudian anda terbangun dari tidur, ternyata Anda masih hidup. Apa yang anda pikirkan?
Gambar 1. Manik-manik dan Tomako Batu
Kadang kita harus belajar baik dari pengalaman-pengalaman hidup yang kelihatannya kurang penting. Apalagi hanya bunga-bunga tidur (mimpi). Ternyata bila kita bisa menuangkannya kembali dalam tulisan, ada pesan-pesan yang dibawah di dalamnya. Dari kisah-kisah di atas, bisa disimpulkan bahwa, ketika kita semua mengalami hal yang sama, ketika itu semua hanya “mimpi semata” berarti Tuhan masih sayang, dan ada perintah untuk lebih waspada dan segera benahi diri, dan bijaksanalah, sebelum semuanya itu benar-benar terjadi. Tapi kita berharap, dan berdoa, semoga seluruh perjalanan kita dijauhkan oleh Tuhan dari maut dan bahaya apapun. Dan memohon kepada Yang Maha Kuasa, untuk selalu memelihara dan menjaga kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: