MENGAPA HIDUP ROHANI KEKRISTENAN JATUH BANGUN

Oleh Pilipus Kopeuw

Khotbah Hari Minggu 17 Februari 2013 – GKKD Flavouw Sentani Jayapura

Pengkhotbah Pdt. Leo Hokoyoku

Orang Kristen harus meningkatkan kualitas hidup rohaninya. Tuhan minta umatNya tulus dalam menjalani rencanaNya. Ruth dengan tulus hati mengikuti Naomi. Maria dengan tulus mengikuti petunjuk mailaikat Tuhan dalam menjalani rencana Allah, sehingga menjadi ibu Sang Juruselamat. Jalanilah hidup dalam rencana Allah. Tidak boleh terlena.

1 Timotius 3: 1-5, jejaring sosial Facebook, kadang menjadi ajang tempat pelampiasan emosi, kekesalan, unek-unek dan hal tidak penting lainnya. Anak-anak tidak lagi mau mendengarkan orang tuanya. Di Papua tanggal 5 Februari, selalu umat Kristiani merayakan Injil masuk di Tanah Papua. Namun dalam kondisi riil, umat Kristen selalu jatuh bangun dalam melaksanakan Injil.

Dalam menjalankan rohani, kita harus berhati-hati karena gampang pecah. Ibarat kita naik pesawat, biasanya kalau ada barang tertentu yang mudah pecah selalu ditempelin lebel “barang pecah belah”. Ibrani 5: 12-14, nats ini bicara tentang kualitas rohani. Mungkin saja sebagai umat Tuhan sudah sering ikut acara kebaktian kebangunan rohani (KKR), seminar, sekolah Alkitab malam (SAM), sekolah orientasi melayani (SOM), khursus Alkitab, retret rohani, tapi tidak juga bertumbuh rohaninya. Kegiatan-kegiatan itu tidak pernah merubah pola kehidupan lama. Umat Tuhan selalu jatuh-bangun. Mengpa umat Tuhan selalu jatuh – bangun dalam meningkatkan kualitas rohaninya? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya, yakni:

 I. KARENA UMAT TUHAN MEMPUNYAI DASAR YANG RAPUH

Matius 7: 24, kenapa rumah ini hancur? Karena fondasinya tidak kuat. Fondasi yang tidak kuat akan membuat umat Tuhan tidak bisa membangun pada tingkat yang lebih tinggi lagi. Demikian halnya dengan kehidupan rumah rohani. Perhatikan fondasi bangunan yang kuat dan bertingkat. Bagaimana campuran semennya tidak boleh kurang atau lebih. Tidak boleh ada kekurangan atau cela sedikitpun dalam membangun. Demikian pula dalam membangun fondasi kehidupan. Karena fondasi yang salah adalah cela yang dapat digunakan oleh Iblis untuk menghancurkan umat Tuhan.

Matius 9: 17, umat Tuhan perlu memperbaharui dasar rohani yang baru, agar dapat terpelihara. Segala sesuatu yang mencemari pertumbuhan rohani haruslah dibuang dan ditinggalkan. Dalam 2 Korintus 5: 17 mengatakan bahwa siapa yang ada dalam Kristus adalah ciptaan yang baru. Nah, cara membangun iman adalah dengan 2 cara. Pertama: Dengan membaca Alkitab/Firman Tuhan. Jika tidak membaca Alkitab, umat Tuhan tidak akan bertumbuh. Kalau bisa bukan sekedar membaca tapi juga menghafal Alkitab. Supaya ketika Iblis datang, umat Tuhan bisa melawan dengan Firman Tuhan. Perhatikan Hawa, ia jatuh dalam dosa karena godaan ular, karena ia tidak berpegang kepada Firman Tuhan. Iblis juga menggodai Yesus, tapi Iblis dilawan dengan Firman Tuhan.

Kedua: membangun iman dengan cara mentaati Firman Tuhan. Mentaati Firman Tuhan supaya diberikan hati dan roh yang baru. Yohanes 11: 19, supaya kehidupan rohani umat Tuhan terbangun. Ada dosa yang ditinggalkan. Sebab itu berilah waktu untuk membaca Alkitab. Bagaimana umat Tuhan bisa berbuah, yaitu, harus melekat pada pokok anggur itu. Kalau terlepas, umat Tuhan akan menjadi kering.

II. KARENA UMAT TUHAN TIDAK BERTOBAT SECARA SUNGGUH-SUNGGUH

 Pertobatan yang sungguh akan membawa umat Tuhan lebih tinggi dalam peningkatan dan pertumbuhan rohani. Pertobatan bukanlah tangisan. Pertobatan bukanlah penyesalan. Pertobatan bukanlah “takut” karena dikejar Polisi! Pertobatan yang sesungguh adalah membawa kepada suatu perubahan kehidupan rohani umat Tuhan yang unggul.  Perlu sekali dalam hidup ini ada pertobatan yang sejati, yakni perubahan pola pikir, perubahan karakter lama, perubahan cara berbicara, perubahan tingkah laku. Kalau dialogi pertobatan sama dengan “Proses perubahan kepongpong menjadi kupu-kupu”.

Kalau pola hidup lama (karakter lama) masih ada, itu bukanlah pertobatan yang sungguh-sungguh. Galatia 2: 19-20, Paulus mengatakan pola hidup baru berarti bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku. Roma 12: 2, hidup baru berarti ada perubahan akal budi supaya kehidupan rohani umat Tuhan terbangun.

Dalam buku karangan Edi Leo, ada 5 langkah yang dijelaskan mengenai “pertobatan” di dasari dari kisah Anak yang terhilang yang kembali kepada bapanya:

  • Anak terhilang ini menyadari siapa dirinya? Ia menyadari dirinya berada di tempat yang salah. Kembalilah kepada bapa!
  • Anak terhilang ini mengambil keputusan untuk kembali kepada bapanya;
  • Anak terhilang ini harus bangkit dan kembali dari jalan yang salah itu;
  • Anak terhilang ini kembali kepada bapanya;
  • Anak terhilang ini mengakui segala kesalahan dan dosanya kepada bapa, maka pengampunan terjadi

 Markus 1: 4, Lukas 3: 3, dan Kisah Para Rasul 2: 38 dan 3: 19, mengatakan bahwa pertobatan menuntun umatNya kepada pengampunan dosa. Umat Tuhan kadang tidak pernah jujur kepada Tuhan. Kadang sebagai penginjil, Pendeta, guru dan majelis gereja bisa mengajarkan kepada orang lain tentang pertobatan, tapi jarang menyadari kalau diri mereka perlu bertobat! Bagaimana dengan diri dari hamba-hamba Tuhan yang sibuk melayani Tuhan, namun dalam hidup mereka sendiri, tidak nampak buah-buah pertobatan. Itu berarti ada perintah untuk mereka sendiri bertobat lebih dahulu, sebelum mengajarkan orang lain untuk bertobat.

Dua hal pokok penting diatas mengenai mengapa kehidupan rohani umat Tuhan selalu jatuh – bangun? Jawabannya hanya dua, yakni karena punya dasar iman yang rapuh dan karena tidak bertobat secara sungguh-sungguh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: