BENARKAH BANYAK JALAN MENUJU KE ROMA

Oleh Pilipus Kopeuw

Sentani Flavouw Senin 6 Mei 2013 – Jam 18:35 wit

 Pepatah klasik ini yakni “ada banyak jalan menuju ke Roma”. Pepetah ini menjadi pertanyaan bagi saya benarkah ada banyak jalan menuju ke Roma?  Mungkin bagi yang mencetuskan pepatah ini memiliki pengalaman sendiri dalam menempuh perjalanan dari tempat asalnya menuju kota Roma. Misalnya saja, ke kota Roma bisa melalui Jakarta, bisa melalui Bali, bisa melalui Aceh, bisa melalui Papua dan sebagainya. Kata ini bisa juga menjadi tidak pas bagi orang yang tidak tahu jalan menuju ke kota Roma. Sebab, salah satu jalan dan jalur menuju Roma saja dia tidak tahu, apalagi mengatakan banyak jalan menuju ke Roma. Bagi orang yang tidak tahu Roma justru perlu peta perjalanan untuk bisa tiba di kota Roma.

Ketika pertama kali kita ke kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya atau Medan, pasti geografi kita tidak begitu bagus. Pasti kita akan merasa bingung mau ke mall atau plaza atau pasar naik angkutan apa, arah mana saja dan sebagainya. Makanya biasa kita bertanya kepada warga dikota itu yang sedikitnya banyak tahu tentang tujuan dan jenis-jenis kendaraan apa saja yang bisa ditumpangi. Bagi orang luar daerah yang baru pertama kali datang kota-kota besar jelas pasti mengalami kebingungan. Bingung karena kebanyakan jalan-jalan di kota besar memiliki satu jalur jalan dengan 2-4 lajur. Jalan yang seharus dekat, bisa menjadi jauh karena tidak bisa berlawanan arah, harus memutar sesuai dengan aturan yang ditetepkan. Kalau kita sudah bisa pergi ke kota besar, maka kita juga akan secara tidak langsung akan menguasai daerah-daerah tertentu dengan arah jalan yang jelas. Sehingga untuk ke tempat penginapan, dari arah mana-mana saja bisa dijangkau atau ditempuh.

Kalau kata “banyak jalan menuju Roma di gunakan sebagai arti dari banyak jalan tersedia untuk keluar dari persoalan”. Konsepnya pemahamannya sama juga. Uraian diatas secara “harafiah”, sedang ungkapan yang ini hanya merupakan kiasan. Bagaimana kita mengatasi masalah, itu tergantung kepada bagaimana kemampuan pikiran kita dalam mengatasi masalah. Berapa luas pengetahuan yang kita miliki, berapa banyak pilihan yang bisa kita ciptakan bagi diri sendri. Banyak jalan ke Roma juga menunjukkan tentang ada banyak solusi pemecahan dari setiap masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: