TOTALITAS ATAU FORMALITAS

Oleh Pilipus Kopeuw

0409 – Yogyakarta minggu 28 Oktober 2012 – Jam 20:53 wib

 Ucapan selamat pagi atau pagi saja, mana yang lebih sopan? Pasti kita setuju bahwa ucapan selamat pagi yang lebih sopan dibandingkan dengan hanya berkata ‘pagi’! Sama hal dengan ucapan syalom atau syalom alehim (wa alehim syalom), mana ucapan yang paling sopan? Pastilah kita sepakat kata syalon alehim yang paling sopan.  Kata ‘pagi’ dan syalom hanya menunjukkan sebuah formalitas salam, sedangkan ucapan selamat pagi dan syalom alehim menunjukkan sebuah totalitas.

Dalam kitab Injil Markus pasal 10 ayat 35 sampai 45, Yakobus dan Yohanes meminta kepada Yesus “perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi disebelah kananMU dan yang seorang di sebelah kiriMU.  Wajar tidak permintaan kedua murid ini? Wajar! Wajarnya dimana?  Misalnya ada seorang bapak mempunyai 12 orang anak, tetapi yang 2 anak lebih dulu datang kepada bapaknya meminta warisan. Sebagian besar orang mengatakan tidak wajar! Kerena mengesampingkan 10 anak yang lain dan terlalu mementingkan diri sendiri.

Semua orang punya tujuan dalam hidupnya. Soal tujuan tercapai atau tidak itu soal nanti. Karena untuk mencapai tujuan perlu proses.  Semua orang punya harapan. Nah, harapan itu pula yang dimiliki oleh dua murid Yesus yakni Yakobus dan Yohanes. Mereka berdua ada harapan untuk kalau bisa dalam kemuliaan Tuhan satu duduk di kanan dan satu di kiri.

Tujuan gereja kita apa? Misalnya: tujuan gereja adalah jemaat aktif, kreatif dan bertumbuh dalam Kristus. Teknisnya seperti apa? Supaya jemaat dapat melakukan dengan benar. Demikian juga sebagai ‘mahasiswa’, apa GOAL anda? Apakah hanya untuk mencapai gelar sarjana saja? Ataukah perlu belajar hal lain lagi selain kuliah? Sebagai suami-istri apa GOAL rumah tangga anda? Mana atau apa yang menjadi totalitas hidup anda dan mana yang hanya sekedar formalitas dalam hidup anda? Hidup tanpa GOAL kita akan salah melangkah, kita akan salah buat keputusan, kita akan mengambang, kita hanya akan menjadi penonton dan mengejar sesuatu yang tidak pasti dan tidak jelas. Semua itu hanyalah pemborosan dalam segala hal yang kita lakukan. Karena tiadanya GOAL maupun TOTALITAS itu. Kalau kita salah mencapai tujuan, kita tidak bisa hidup dalam mencapai totalitas. GOAL yang dituju itu yang mana?  Dua murid Yesus Yakobus dan Yohanes GOAL-nya jelas yakni ingin duduk bersama Yesus dalam kemuliaan, yang satu di kanan dan yang satu di kiri. Sebab mereka mengenal Yesus.

Misalnya siapa yang ingin kaya saat ini? Pasti ada banyak orang yang mengangkat tangan. Mau kaya seperti apa? Itu sulit untuk di jawab! Mungkinkah mereka bisa kaya? Mungkin saja? Mungkin juga tidak. Sebab untuk menjadi kaya butuh kerja keras, kerja keras dan kerja keras. Lain persoalan kalau dapat memenangkan hadia sebagai milyarder. Seperti di TV-TV atau mendapatkan harta karun.  Coba misalnya kita di Tanya lagi: siapa yang ingin cepat ke sorga? Pasti tidak ada orang yang mengangkat tangannya. Kenapa? Karena itu bukan GAOL-nya saat ini. Orang yang mau kaya hari ini, itu adalah totalitas. Demikian juga orang yang mau ke sorga saat ini itu adalah totalitas. Kalau tidak mau kaya saat ini atau tidak mau ke sorga saat ini berarti bukan totalitas.

Totalitas ketika kita tahu posisi kita disini saat ini, kita tahu posisi kita ke depan, tapi kita harus berhenti untuk mencapai tujuan. Kadang kita tidak tahu apa yang kita minta. Seperti yang Yesus katakan kepada Yakobus dan Yohanes: kamu tidak tahu apa yang kamu minta, dapatkah kamu meminum cawan yang Aku minum? Ingin duduk di dalam kemuliaan bersama Yesus, tapi harus minum cawan dulu. Apa artinya minum cawan? Apakah Yesus mengajarkan kepada kita untuk ikut menderita? Tidak! Yang Yesus maksudkan adalah mereka harus melalui proses yang Yesus ajarkan. Siapa yang mau menjadi pemimpin, ia harus belajar terlebih dahulu untuk melayani. Status orang yang melayani lebih rendah dari yang dilayani. Kalau kita tidak tahu kondisi kita saat ini bagaimana kita bisa totalitas! Akhirnya semua yang dijalani bisa hanyalah formalitas semata. Kenapa tidak mencapai GOAL? Harus ada time out untuk merumuskan tujuan. Menurut penelitian 15% orang dalam organisasi tidak mengetahui tujuan (GOAL), bagaimana anggota organisasi mau mendukung; 60% orang menghayati tujuan (GOAL) tapi tidak menjalankan, sehingga GOALnya tidak tercapai malah kebobolan sendiri. Dalam nats diatas Yesus  mau mengatakan tunggu dulu soal duduk bersama dalam kemuliaan! Yesus ingin memberitahu dan mengajarkan tentang PROSES atau TATANGAN KEHIDUPAN. Apa tantang sebagai mahasiswa? Apa tantangan sebagai pengusaha? Apa tantangannya sebagai Karyawan? Dan sebagainya. Tantangan apa yang kita hadapi dalam mencapai GOAL! Kita harus tahu persis tantang apa yang kita hadapi maupun yang akan kita hadapi. Kita harus tahu persis dulu posisi kita sekarang seperti apa? Seperti Yakobus dan Yohanes tahu siapa Yesus!

Jika kita tahu persis tantangan yang kita hadapi, dengan demikian kita juga sudah tahu ke depannya antara 5 – 10 tahun kita mau kemana? Kalau datang tepat waktu atau kalau datang sebelum waktu untuk kuliah, kerja, ibadah dan yang lainnya. Goalnya jelas. Kita dalam mencapai goal harus tahu tantangannya dengan jelas. Lalu, apa yang kita perlu atau harus lakukan sebagai mahasiswa, sebagai keluarga, sebagai pengusaha, sebagai pelayan Tuhan, sebagai karyawan? Kita sudah tahu tidak apa tantangan kita dalam mencapai goal-nya. Untuk mencapai GOAL perlu KOMITMEN. Kalau orang sudah memiliki komitmen, yakinlah pasti bisa dilakukan. Misalnya pilih mana: lulus sekarang atau nanti? Lulus sekarang atau sebelum tahun 2012? Belajar sekarang atau besok? Belajar sekarang atau segera dapat nilai tertinggi? Misalnya katakan kepada anak untuk mandi: nak, kami mandi duluan atau ayah? Kamu mandi sekarang atau sebelum jam 6?; konseling yang dilakukan juga biasanya membawa orang keluar dari masalah masa lalu kepada masa depan. Itu Goal-nya.

Ingat kisah Barthimeus? Ia buta, namun ia tak menghiraukan teguran dan terus berteriak Yesus Anak Daud kasihanilah aku! Apa kata Yesus: Apa yang engkau ingin Aku perbuat bagimu? Jawab Bartimeus: Aku ingit melihat. Barthimeus punya tujuan yaitu ia ingin melihat. Kita harus menolong diri sendiri, bagaimana tujuan kita bisa tercapai yakni dengan KOMITMEN.

Ada dua generasi, pertama adalah “Generasi X”. generasi “X” ini orang jaman dulu yang tahun kelahirannya dibawah tahun 1980-an . Mereka adalah generasi yang penurut dan selalu berkata “ya”. Generasi “X” ini selalu di suruh-suruh untuk melakukan ini atau melakukan itu. Kedua adalah “Generasi Y”. generasi Y adalah generasi anak muda jaman sekarang yang tahun kelahirannya sesudah tahun 1980-an. Ciri-ciri generasi “Y” adalah apa-apa menyuruh. Misalnya: tolong kasih sepatu saya kah? Tolong pinjam catatan kuliahnya kah? Tolong ambilkan minum untuk saya kah? Dan sebagainya.

Kalau tidak paham tidak akan terjadi komunikasi. Sebagai orang yang ingin menolong keberhasilan, apakah itu sudah dipersiapkan atau belum. Inilah yang disebut sebagai TANTANGAN, bukan minum cawan seperti yang dimaksud oleh Yesus. Tantang perlu dicari supaya GOAL bisa tercapai. Coba evaluasi diri saat ini, apakah tahun 2012 kehidupan kita masih sama atau tidak dengan tahun 2011? Kalau kita ukur, ini bisa menolong banyak hal. Misalnya dalam gereja: pasangan suami istri yang sudah 15 tahun menikah, setelah mereka ikut retret, kalau diukur kemajuannya dalam perubahan cara hidup, kalau semakin baik, bisa jadi mereka berpeluang untuk di pilih sebagai Majelis Jemaat.

Kalau kedua orang murid Yesus yakni Yakobus dan Yohanes tahu GOAL-nya, Yesus menawarkan minum cawan itu dan mereka sanggup, mereka akan jalani. GAGAL bukan MASALAH, yang penting bisa BANGUN lagi. Pada satu titik kita akan tahu bahwa “kita bisa”. Ada waktunya orang lain perlu memberikan masukan kepada orang lain atau kepada kita. Kadang kita mengalami “BLANK SUPPORT”. Oleh karena itu jangan meremehkan anak kecil dan orang lain. Karena mereka tahu apa yang dapat membuat kita sempurna. Jangan menyerah dengan usaha terbaikmu. Buktikan dan berikan usaha terbaikmu. Jangan menyerah, jalan terus. Jangan katakan “aku tidak bisa”. Jalani terus, gunakan semua kekuatanmu dan berikan usaha terbaikmu, jalan terus…dan lihatlah dalam mengatakan aku tidak bisa tapi lihatlah kau sudah melewatinya dari yang kau pikirkan atau rasakan. Kita semua punya tantangan, itulah yang Yesus katakan untuk mencapai GOAL harus melalui PROSES yaitu menghadapi tantangan. Karena itu, kenali tantanganmu dan lewati itu dengan usaha dan kerja keras, berikan yang terbaik dari usaha terbaikmu, pantaskan diri menikmati hasil jeri payamu. Selamat menikmati tujuanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: