RAHASIA PERTUMBUHAN ROHANI

Rewrite by Pilipus Kopeuw

Sabtu 17 Agustus 2013 – Jam 10:28 wit

Gambar 

Kemarin Bibi Sinta memberi Tadi dan tui sebatang tanaman hias. “Siramilah secara rutin”, pesan Bibi Sinta kepada kedua anak itu. Bibi harap “kalian akan memelihara tanaman ini baik-baik dan menjaga agar tanahnya selalu gembur. Nanti kalian akan senang melihat tanaman itu tumbuh subur”. Nasihat Bibi Sinta selanjutnya.

Tuti menyiram tanamannya setiap hari sehabis makan pagi. Tidak demikian dengan Tadi, ia menyirami tanamannya jika ia ingat saja. Apabila hari ini ia lupa, keesokan harinya Tadi akan memberi air dua kali dari yang biasa. Sesudah beberapa minggu, tanaman Tadi masih berdaun tiga helai. Persis sama seperti pada waktu ia meneima dari bibinya. Tanaman Tuti lebih subur. Daunnya sudah bertambah menjadi tiga kali lipat.

Ibu memperhatikan tanaman kedua anaknya. Ibu heran, katanya pada suatu hari, “waktu kalian merima tanaman itu, keduanya sama besar. Dua-duanya sama menerima sinar matahari, dan dua-duanya ibu lihat juga disiram mengapa tanaman Tadi tidak tumbuh?

“Memang bu, Tadi mengaku”. Kadang-kadang  saya lupa menyiram sampai dua-tiga hari. Lalu saya coba melunasi yang kurang itu dengan memberinya air lebih banyak dari biasanya.

Adakah orang-orang Kristen yang hidup seperti cara menyiram tanamannya? Beberapa hari lupa membaca Alkitab, lalu melunasinya dengan membaca banyak sekaligus, sehingga asal baca saja. Tidak heran jika orang-orang Kristen seperti itu tidak bertumbuh.

Rohani kita juga diciptakan dengan kebutuhan untuk diberi makanan rohani secara teratur. Sediakanlah waktu tertentu setiap hari untuk membaca Firman Tuhan (Alkitab).

 

Sumber Renungan:

Matius 6:42, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang”.

Msrkus 6:32-44 6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.

6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. 6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. 6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.” 6:37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” 6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” 6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. 6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. 6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. 6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. 6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. 6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: