LEPASKAN MILIKMU IKUTLAH TUHAN

Oleh Pilipus Kopeuw

0565 – GKI Gejayan Yogyakarta, Minggu 8 September 2013 – Jam 13.29 wib

 Kekristenan identik dengan pemuridan. Kekristenan disebut juga sebagai komunitas Kristen (baca Lukas 14:25-33). kekristenan tanpa pemuridan sama dengan kekristenan yang tidak ada Yesus. Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. Itu artinya, setiap orang yang ikut Yesus harus menjadi murid. Untuk menjadi murud-Nya ada syaratnya.

GambarSyarat pertama, ikut Yesus harus membenci ayah, ibu, suami, istri, dll. Kata-kata Yesus ini benar-benar keras. Padahal dalam teks Alkitab lain dikatakan “kasihilah dan hormatilah ayahmu dan ibumu…”. Perhatikan konteks waktu itu, orang banyak hanya mau ikut Yesus kemanapun Yesus pergi, tetapi tidak mau melayani Yesus. Mereka ikut Yesus karena ingin mendengar dan melihat hal-hal yang menyenangkan. Tidak bisa ikut Yesus berarti tidak bisa menjadi murid. Kata-kata Yesus itu memiliki tujuan untuk membuat orang terkejut (progress). Contoh, pelajaran waktu Taman Kanak mudah. Waktu Sekolah Dasar, pelajaran agak sulit. Waktu masuk SMP, tambah sulit. Waktu masuk SMA/SMK  tambah sulit lagi. Apalagi waktu kuliah, betapa sulitnya. Tingkatan ini tidak bisa dibalik. Waktu kuliah mudah hingga TK lebih sulit lagi…ironis sekali.  Bagaimana progress itu terjadi, harus direcanakan dengan tahapan yang keras. Misalnya untuk melakukan diet, harus ada kejutan dalam hal pengaturan pola makan yang biasa mengubah hal biasa menjadi yang tidak biasa, karena sebuah tujuan. Begitu juga dalam hal mengikut Yesus, harus ada kejutan (progress).

Apa yang dimaksud Yesus dengan “membenci ayahmu dan ibumu…?” apakah Yesus mengajarkan hal baru? Maksud Yesus adalah mereka tidak bisa hidup dalam hubungan “kekeluargaan”, maka dia harus berani hidup melampaui hubungan kekerabatannya. Membenci Ayah dan Ibu bukan berarti menjadi musuh!, tapi mencintai Tuhan lebih sedikit dari kekerabatan. Artinya melihat Tuhan, mencintai Tuhan lebih sedikit, bahkan lebih dari nyawanya.

Menjadi murid Yesus berarti harus melayani. Ketika Roh Kudus turun ke atas kamu, maka kamu akan menjadi saksiku mulai dari Yerusalem. Menjadi murid Yesus tidak berhenti pada hubungan kekerabatan. Injil harus diberitakan melampaui hubungan-hubungan kekerabatan. Karena pelayanan Injil tidak hanya berhenti pada orang Yahudi saja, tetapi harus terus diberitakan kepada seluruh suku bangsa di bumi ini.

Syarat Kedua adalah barang siapa yang tidak memikul salib tidak bisa menjadi murid-Nya. Disini menjelaskan bahwa hal pikul salib sambil diikuti dengan mengikut Yesus. sebab memikul salib tanpa mengikut Yesus itu salib yang salah. Memikul salib adalah sesuatu yang harus kita pikul karena keinginan Tuhan. Sebagai contoh: ada seorang pelatih anjing bernama Lesly Danking, ia diminta melatih anjing supaya ikut perintah tuannya. Latihan dengan memberikan daging yang sudah dimasak dan dibumbui, kemudian ditaruh di depan anjing. Anjing itu diperintahkan untuk tidak memakannya. Bagaimana sikap anjing itu? Jelas kepalanya akan terus menatap daging itu, lidanya akan menjulur keluar, air liurnya mungkin akan semakin banyak. Untuk menghindari itu, supaya anjing tetap taat tidak memakan daging itu, maka sang pelatih mengarahkan perhatian anjing itu kepada tuannya.

Demikian halnya mengikut Yesus, memandang kepada Yesus dan memikul salib. Salib tanpa Yesus, tanpa guna. Salib itu karena Yesus yang kita ikuti. Kalau karena korupsi baru dipecat dan mengatakan ini salib yang harus saya pikul. Ini salah kaprah, sebab itu bukan salib yang dimaksud. Demikian juga kalau mengalami putus pacar, mengatakan bahwa ini salib yang harus saya pikul. Padahal diputus karena selingkuh ketahuan punya pacar lain. salib itu jadi berarti apabila mengikut Yesus.

Pemuridan menjadi hal yang penting saat kita ikut Yesus. menjadi murid itu tidak akan pernag berhenti dan dia akan semaki belajar. Buah-buah kehidupannya akan semakin manis. Hidupnya akan menyinarkan kasih Kristus. Hidupnya akan diisi dengan pelayanan dan terus mengalami pertumbuhan dan peningkatan dari satu pelayanan kepada pelayanan yang lainnya. Tapi jika atau kalau hanya sekedar menjadi pengikut Yesus saja, kita tidak akan berguna.

Syarat ketiga adalah pikirkan konsekwensi menjadi murid Yesus. perhatikan bahwa terjadi kasus ketika orang menantang Yesus, Yesus katakan kepada mereka: coba pikirkan dan renungkan kebenaran ini:  contoh pertama, tentang bagiamana perlunya persiapan seseorang dalam membangun rumah. Semuanya harus diperhitungkan dengan baik; contoh kedua, seperti orang yang sedang akan maju berperang, perlu memperhitungkan kekuatan lawan. Dua contoh ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus tahu segala konsekwensi, resiko untuk dijalani bersama Yesus.

Syarat keempat adalah supaya bisa menjadi murid berani melepaskan, karena mengerti cinta yang lebih besar. Contoh ibu-ibu di Medan menyebut “Honda” untuk semua jenis motor. Mereka tidak mengatakan itu Suzuki, Yamaha, ninja. Pokoknya semua motor disebut Honda. Tak ada motor lain bah, merek ini dan itu semua disebut Honda. Demikian juga orang yang mencintai Tuhan sungguh-sungguh ia akan melekat dan tidak akan melepaskan Tuhan. Demikian juga dengan cinta, karena mencintai, maka mampu melepaskan yang lain.

Tuhan ingin kita melangkah lebih lagi. Sekarang mungkin anda jadi Paduan Suara, tapi tidak selamanya. Harus ada peningkatan lain lagi. Menjadi murid Tuhan tidak berhenti pada sebuah area yang nyaman. Rajawali dalam membuat anak-anaknya dewasa adalah dengan membongkar atau menghancurkan sarangnya. Sarang adalah gambaran kenyamanan yang tidak membuat dewasa. Mengikut Yesus tidak membuat kita nyaman, tetapi ingatlah bahwa yang Yesus mau kita menjadi seperti Rajawali Yang Dewasa.

Apakah anda hari ini menjadi murid Yesus ataukah hanya menjadi pengikut Yesus? apakah Anda hanya ingin dilayani atau melayani? (Phiko).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: