INJIL MASUK DI PHULENDE IFAR BESAR SENTANI

 oleh Pilipus M. Kopeuw, S.Th, M.Pd – Merccure Hotel Ancol Kamis 21 Mei 2015 – Jam 06:00 wit 

1. Injil Itu Kekuatan Allah (Roma 1: 16)

Ketika Ottow dan Geisler menginjakkan kaki di pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 dalam misi pekabaran Injil di Tanah Papua yang dimulai dengan suatu doa “ Dengan nama Tuhan kami menginjak Tanah Papua ini”. Setelah 72 (tujuh puluh dua tahun) tahun. Pekabaran Injil di Tanah Papua, sejak tahun 1855 hingga pada tahun 1927, begitu lama pergumulan tentang pekabaran Injil yang dimulai dari Mansinam.

Karena Injil itu kekuatan Allah, setelah pergumulan 72 tahun dari pulau Mansinam, Injil merambat ke dataran Sentani dan pada tanggal 1 Mei 1972, Injil tiba atau masuk di Phulende oleh Guru Daud Pekade. Sungguh begitu berat pergumulan dalam pekabaran Injil di Tanah Papua karena dipengaruhi oleh letak geografis, adat istiadat, serta bahasa dan budaya yang beragam adalah faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam tugas misi pekabaran injil di Tanah Papua, sehingga I. S. Kijne mengatakan dalam syair lagu (Nyanyian Rohani 167: 4) sebagai berikut:

Di tengah pencobaan dan perjuangan

Dinantikannya sian zaman sejahtera

Sehingga dalam mata gemilanglah terang

Khayal yang jadi sungguh

Gereja yang menang

2. Membangun Rumah Ibadah

Setelah lebih kurang satu tahun menggumuli pekabaran Injil di pulau Ajau, maka atas kehendak Allah Gr. Daud Pekade berhasil memenangkan dan mempersatukan orang Sentani yang ada di pulau Ajau dan sekitarnya.

Pada tahun 1928, gereja pertama dibangun di Phulende dan semua orang yang ada di pulau Ajau dan sekitarnya mulai beribadah di Phulende.

Pada tahun 1930, dari Phulende mulai berkembang dan menyebar, serta membangun rumah ibadah atau gereja dan membentuk Jemaat, diantaranya:

  • Orang Ifale keluar dan membentuk Jemaat dan membangun gereja pada tahun 1949.
  • Orang Putali dan Sereh keluar membangun Jemaat dan membangun gereja masing-masing tahun 1960.
  • Orang-orang Hobong tetap beribadah bersama di Phulende dan pada tahun 1954 keluar dan membangun gereja sendiri.

3. Hasil Pelayanan Guru Daud Pekade

Sejak 5 (lima) tahun Injil masuk di Phulende di pulau Ajau, maka hasil dari pekabaran Injil, jelas Nampak ditengah-tengah kehidupan orang Sentani yang berada di pulau Ajau. Hal ini terlihat pada :

  • Adanya penyerahan diri dan pengakuan dosa (pembakaran hobatan atau phulo)
  • Rumah ibadah dibangun pada setiap kampung
  • Terdengar puji-pujian setiap malam dan juga terdengar orang dapat meniup suling dengan baik
  • Paduan suara dan juga kidung pujian di malam hari terdengar indah dan merdu.

Ketika Gr. Daud Pekade dipindahkan dan digantikan oleh guru-guru sekolah antara lain Guru Kakisina dan Guru Tulaseket di Kampung Putali serta guru lainnya.

Sebelum Gr. Daud Pekade meninggalkan Phulende, ia mengatakan bahwa kamu, orang-orang Sentani: “Dipilih untuk diselamatkan, akan tetapi kami harus mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu, dan kebenaran yang kamu percayai. Untuk itulah IA telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu memperoleh kemuliaan Yesus Kristus Tuhan kita (2 Tesalonika 2: 13 – 14).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: