TRADISI PERAYAAN ULANG TAHUN MASYARAKAT SENTANI TEMPO DULU

Oleh Philip Kopeuw
0272 – Flavouw, Senin 20 Februari 2012 – Jam 09:20 wit

Bicara mengenai acara ulang tahun, semua orang yang pernah merayakan Acara Ulang Tahun, mereka punya pengalaman sendiri dalam melaksanakan acara Ulang Tahunnya. Pengalaman merayakan acara Ulang Tahun bisa dalam berbagai model acara. Sampai-sampai berbagai model acara ulang dimuat di internet. Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana caranya merayakan acara Ulang Tahun semenarik, semeria mungkin dan kalau boleh memiliki makna dan kesan unik, silakan copy di berbagai situs di internet.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah tentang sebuah kisah model perayaan Ulang tahun orang sentani tempo dulu yang diceritakan oleh Bapak Kores Mehue (kami punya abhu akho), ketika acara penghiburan di rumah Bapak Kalvin Kopeuw di kampung Kabhetelouw.

Beliau menuturkan bahwa, pada waktu dulu (angkatan/generasi mereka) punya cara atau tradisi tersendiri dalam mereka merayakan Acara Ulang Tahun tersebut. Biasanya dalam merayakan Ulang Tahun semua keluarga diundang. Ada dua hal yang unik dalam perayaan ulang tahun tersebut.

Hal unik pertama adalah bahwa dalam merayakan Ulang Tahun, yang diundang adalah masyarakat dari dua kampung, yakni, orang-orang dari kampung Ibu dan orang-orang dari kampung ayah dari anak yang berulang Tahun. Jadi bisa dibayangkan betapa banyak orang yang hadir dalam acara Ulang Tahun tersebut. Cara ini sudah tidak pernah dilakukan lagi oleh generasi pada masa kini. Kita lebih condong mengundang para tetangga, teman-teman dekat, teman-teman sekolah, teman kuliah, teman kantor, ataupun pemuda gereja atau anggota jemaat saja. Kita sudah tidak berpikir lagi untuk mengundang orang-orang dari kampung Ibu dan ayah. Mereka seperti sudah diabaikan dan kita berpikir mungkin sudah tidak perlu diundang untuk datang pada acara Ulang Tahun. Bisa juga, situasi ini hilang karena model itu tidak lagi diteruskan oleh generasi sekarang.

Hal unik kedua adalah bahwa setelah acara ibadah ulang tahun selesai, biasanya dua kelompok ini, yakni orang-orang dari kampung Ibu dan Ayah dari anak yang berulang tahun, mereka berbalas-balasan (baku bayar) menyanyikan kidung-kidung rohani dari malam hingga pagi hari sekitar jam Sembilan pagi baru mereka bubar pulang ke kampung masing-masing. Kondisi baku bayar itu sama dengan masa kini ibarat baku bayar “ breack dance” atau Toopet dance” atau “bethel dance” yang lagi trend di kalangan anak-anak usia 3 tahun hingga 20 tahun. Inti dari semua kegiatan baku bayar hanyalah bersifat hiburan dan bukan untuk menunjukkan menang atau kalah maupun siapa yang hebat. Bukan itu tujuannya. Dalam tradisi menyanyi berbalas-balasan antara dua kampung tersebut itu hanya merupakan bagian dari perayaan Ulang Tahun dan juga sebagai bagian puji-pujian dan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan kita hidup ini dan umur yang panjang. Sebab kebaikan dan kasih Allah tiada bandingnya kepada umat manusia.

Selain itu, Istri saya (Elsa Suebu) setelah mendengar saya akan menulis tentang tulisan ini, dia juga membenarkan, bahwa orang tuanya (mertua saya) pernah merayakan tradisi perayaan ulang tahun pada acara ulang tahunnya seperti yang saya jelaskan di atas, di kampung Kensio di danau Sentani.

Dari kisah masa lalu ini menunjukkan bahwa orang-orang tua kita di Sentani, mereka pintar menyanyikan kidung-kidung tua dan mereka punya tradisi unik dalam merayakan ulang tahun. Hal ini berbeda dengan kita anak-anak gabus yang lain, seperti saya dan teman-teman lain, tidak tahu lagu kiddung-kidung rohani, hanya bisa lagu-lagu rohani kontemprer saja.
Inilah sedikit catatan tentang tradisi perayaan ulang tahun masyarakat sentani tempo dulu. Kalau saja teman-teman ingin menambahkan, menanggapi, atau punya pikiran ide-ide brilian lainnya, silahkan memberikan input untuk memperkaya tulisan ini. Helem foi (Terima Kasih).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: